Kementan Dongkrak Produksi Jagung, Panen di Jatim Melimpah

Fabiola Febrinastri
Kementan Dongkrak Produksi Jagung, Panen di Jatim Melimpah
Kunjungan ke Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (25/2/2019) pagi. (Dok: Kementan)

Target jagung pada 2018 mencapai hampir 3 juta ton untuk seluruh Indonesia.

Suara.com - Berbagai upaya dilakukan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendongkrak produksi padi, jagung, dan kedelai (pajale). Upaya itu dilakukan mulai dari memberikan bantuan sarana maupun prasarana sampai pendampingan pada para petani untuk menghasilkan produksi dengan baik.

Salah satu keberhasilan program pemerintah terlihat saat panen jagung di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (25/2/2019) pagi. Panen ini disambut dengan rasa syukur dan suka cita oleh masyarakat setempat.

Panen jagung di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (25/2/2019) pagi. (Dok: Kementan)
Panen jagung di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (25/2/2019) pagi. (Dok: Kementan)

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Mulyadi Hendiawan, Wakil Bupati Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Abdul Rachman, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar, perwakilan Dandim 0818, Kepala Desa Sindurejo dan warga masyarakat sekitar.

Berdasarkan data, lahan panen perdana jagung di Desa Sindurejo seluas 200 ha, sedangkan lahan yang ditanami jagung di Kecamatan Gedangan seluas 2000 ha. Pada panen jagung ini, Ditjen PSP memberi bantuan berupa hand traktor, hand sprayer dan ganclong.

Pada kesempatan tersebut, Mulyadi mengatakan bersyukur, walaupun lahannya tidak begitu subur, tetapi petani jagung di sini bisa menanam jagung dengan baik. Produksinya juga bagus, sehingga hampir seluruh wilayah di pegunungan yang ditanami bisa dipanen.

"Artinya, kita harus mengapresiasi mereka, bahwa mereka luar biasa. Bertanam dengan bagus, produksi dengan bagus dan hasilnya juga luar biasa bagus," kata Mulyadi.

"Harga juga tidak jadi persoalan. Hampir seluruhnya di atas harga inpres dan pasarnya juga banyak. Saya lihat petani di sini sudah bekerja dengan bagus. Pemerintah berterima kasih atas kehebatan petani Jawa Timur, sehingga kawasan ini menjadi salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia," tambahnya.

Ketika ditanya bantuan apa saja yang sudah diberikan pemerintah kepada petani di Desa Sindurejo, Mulyadi menuturkan, bantuan dari Ditjen PSP sudah banyak disalurkan lewat rehabilitasi jaringan irigasi. Selain itu ada juga traktor, pompa, tranplater, hand sprayer dan kompliter sudah disalurkan dengan baik.

"Tinggal sekarang, kita melakukan pendampingan dan pengawalan supaya harga tidak jatuh. Dengan demikian, petani mendapatkan harga yang bagus dan bisa bertanam dengan baik," kata Mulyadi.

Ditanya tentang target pemerintah, khususnya Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian terhadap komoditas jagung, Mulyadi menuturkan, target tahun 2018 mencapai hampir 3 juta ton untuk seluruh Indonesia.

"Tahun 2019 ini mungkin kita targetkan sekitar 3,3 juta ton, dan itu sekarang meliputi daerah Gorontalo, Sulawesi Utara, daerah daerah sentral Jawa Tengah, Jawa Timur," kata Mulyadi.

"Kita berharap bisa memenuhi seluruh kebutuhan, dan bahkan kita bisa ekspor. Pak Menteri sudah mencanangkan akan ekspor ke Filipina dan Malaysia. Sekarang ini panen luar biasa serentak di daerah Jawa dan luar Jawa," ujar Mulyadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS