Dengan Pupuk Organik, Petani Sumsel Sukses Panen Raya Padi

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Selasa, 05 Maret 2019 | 06:30 WIB
Dengan Pupuk Organik, Petani Sumsel Sukses Panen Raya Padi
Petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, sukses panen padi perdana yang sehat dan bebas residu. (Dok: Kementan)

Suara.com - Setelah mengikuti anjuran Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2019 terkait penggunaan pupuk dan pestisida organik, petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, sukses panen padi perdana yang sehat dan bebas residu. Mereka melakukan panen raya menggunakan combine harvester, yang dikunjungi langsung Bupati OKU Timur, HM Kholid Mawardi.

Para petani menggunakan pupuk dan pestisida organik dengan basis bakteri dan jamur sebagai 'monster-monster kecil' yang diseleksi dan menjadi sahabat petani. Jenis ini dikenal dengan produk hayati.

Selain Kholid, hadir juga Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Sujarwanto, Kabid produksi tanaman pangan, Tukiman, Camat Belitang, Agustoni Zaini, Danramil Belitang, Kapten Surasa, Kapolsek Belitang, perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan), dan penyuluh pertanian.

"Ini adalah terobosan besar. Panen raya padi sehat dan bebas residu ini mendongkrak produksi. Awalnya, hasil panen dengan metode konvensional hanya menghasilkan 5-7 ton per ha, kini 9 ton per ha Gabah Kering Panen (GKP)," ujar Kholid, Sumsel, Minggu (3/3/2019).

Budi daya padi sehat dan bebas residu merupakan pertaruhan besar yang baru kali pertama dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Karya Tani. Jarak tanam adalah jarwo 4:1, dengan varietas Inpari 32. 

"Mengedepankan penggunaan produk pupuk dan pestisida berbasis hayati/organik, ternyata mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian menjadi lebih tinggi," ungkapnya.

Kadistan OKU Timur, Sujarwanto menambahkan, program ini sejalan dengan Nawa Cita pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Dia berharap, perusahaan yang bergerak di bidang agro-biotechnology semakin berkomitmen menyebarkan 'virus go organik' ke setiap pelosok negeri.

"Tidak hanya dari segi kuantitas dan efisiensi biaya pengeluaran saprodi, konsep budi daya padi bebas residu ini memiliki efek positif jangka panjang," jelas Sujarwanto.

Menurutnya, residu yang tinggal di dalam tanah akibat efek penggunaan produk pupuk dan pestisida kimia yang secara terus-menerus mampu dikurangi. Selain itu, tanah lebih subur, musuh alami terjaga dan yang terpenting keamanan serta kesehatan lingkungan dan manusia lebih terjamin.

"OKU Timur merupakan salah satu sentra padi di Sumatera Selatan. Masyarakat kami, mulai menyadari mutu dan kesehatan karena pertanian organik jelas ramah lingkungan," ujar Sujarwanto.

Dia mengapresiasi padi bebas residu, yang menurutnya merupakan langkah positif dan menuju pada pertanian organik. Selain itu, pengggunaan dekomposer, pembenah tanah dan pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen.

"Hasil ubinan yang diperoleh 9 ton per ha GKP, ternyata unsur hayati dapat mengoptimalkan produksi dan kualitas pangan. Kita akan terus monitoring dan koordinasi dengan masyarakat agar bisa mencapai pengembangan padi organik," ujarnya.

Menurut Imam Subekti, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapomtan) Desa Sidomulyo, biaya produksi lebih hemat hingga Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. Hasil ini diperoleh dengan perawatan tanaman yang tepat serta pengelolaan hama penyakit secara cermat dan pemakaian produk yang tepat.

Di antaranya BT Plus, Metarizep, Primadeco, OrizaPlus, HumatPro, HumaTOP, Bioriz dan Beka Dekomposer.

"Budi daya padi sehat dan bebas residu ini baik karena mengarah ke pertanian organik. Kami memang fokus ke sana, bahkan saat ini ada 3 kelompok tani kami sudah mempunyai sertifikasi organik. Di antaranya Tamansari, Sumbersuko, dan Trioso," kata Imam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panen Raya Perdana Padi Varietas PS-08 Bakal Digelar di Kabupaten Pandeglang

Panen Raya Perdana Padi Varietas PS-08 Bakal Digelar di Kabupaten Pandeglang

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 08:03 WIB

Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025

Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025

Foto | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:28 WIB

Dihujani Nyinyiran, Prabowo Kasih Bukti Umumkan Swasembada Pangan 2025

Dihujani Nyinyiran, Prabowo Kasih Bukti Umumkan Swasembada Pangan 2025

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:06 WIB

Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor

Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 10:07 WIB

Sidoarjo Panen Raya Jagung

Sidoarjo Panen Raya Jagung

Foto | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 21:41 WIB

127 Hektar Lahan Jagung Dipanen, Begini Strategi Polda Riau

127 Hektar Lahan Jagung Dipanen, Begini Strategi Polda Riau

News | Sabtu, 27 September 2025 | 16:48 WIB

Sambut Panen Raya, Pemerintah Tugaskan Bulog Beli Gabah Petani Rp6.500/kg

Sambut Panen Raya, Pemerintah Tugaskan Bulog Beli Gabah Petani Rp6.500/kg

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 10:08 WIB

Akselerasi Swasembada Pangan, Wapres Gibran dan Mentan Amran Panen Raya Gula di Banyuwangi

Akselerasi Swasembada Pangan, Wapres Gibran dan Mentan Amran Panen Raya Gula di Banyuwangi

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 20:04 WIB

Prabowo Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia, Polri Bangun Belasan Gudang Penyimpanan

Prabowo Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia, Polri Bangun Belasan Gudang Penyimpanan

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 21:42 WIB

Kapolri-Mentan Panen Raya Jagung di Sulsel: Produksi Melonjak 39 Persen

Kapolri-Mentan Panen Raya Jagung di Sulsel: Produksi Melonjak 39 Persen

News | Sabtu, 17 Mei 2025 | 01:53 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB