Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Wika Gedung Bagikan Dividen Rp 133 Miliar

Pebriansyah Ariefana, Muslimin Trisyuliono

Kamis, 21 Maret 2019 | 21:09 WIB
Wika Gedung Bagikan Dividen Rp 133 Miliar
Direktur utama Wika Gedung Nariman Prasetyo. (Suara.com/Muslim)

Suara.com - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk membagikan Dividen Rp 133 miliar untuk pemegang saham. Pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 13.924 untuk persahamnya.

Dividen berasal dari alokasi 30 persen laba bersih pada tahun 2018 sebesar Rp 444 miliar. Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPST di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat.

Direktur utama Wika Gedung Nariman Prasetyo menjelaskan dalam RUPST tersebut selain penetapan penggunaan laba bersih pada tahun 2018 juga membahas laporan tahuna. Termasuk laporan kegiatan perseroan, perubahan anggaran dasar perseroan.

"RUPST yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 133 miliar atau sebesar Rp 13.924 perlembar saham," ujar Nariman di Bursa Efek Indonesia, Kamis (21/3/2019).

Sebelumnya laba bersih pada tahun 2018 meningkat dari Rencana Anggaran Kerja Perusahaan atau RKAP dari awalnya Rp 425 miliar tembus menjadi Rp 444 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan ditahun 2018 mencapai Rp 5,82 triliun naik 49,32 persen.

Diketahui Nariman akan meningkatkan target total kontrak dihadapi tahun 2019 ini naik sekitar 37,4 persen dengan nilai kontrak yang dihadapi atau order book sebesar Rp 22 triliun.

Sebelumnya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk menargetkan kontrak dihadapi atau order book sebesar Rp 22 triliun pada tahun 2019. Kebanyakan proyek itu dapat dari pemerintah.

Nariman Prasetyo menjelaskan total target kontrak dihadapi tahun 2019 ini naik sekitar 37,4 persen dari realisasi ditahun 2018 sebesar Rp 22,78 triliun.

"Komposisi perolehan kontrak baru tahun 2019 direncanakan berasal dari pemerintah 36 persen, BUMN dan anak BUMN 31 persen dan swasta 33 persen," ujar Nariman.

Jenis proyek yang akan disasar oleh Wika Gedung seperti perkantoran 24 persen, fasilitas publik 30 persen dan perumahan 35 persen. Nariman menambahkan ia akan menargetkan laba bersih ditahun 2019 menjadi Rp 533 miliar. Saat ini untuk meningkatkan bisnisnya pihaknya sedang melakukan pengembangan usaha modular dan pracetak gedung.

Diketahui dari pengembangan tersebut yang sedang berjalan seperti Braga Hotel Bandung dan gedung perkantoran Mandiri Proklamasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rp 22 Triliun Kontrak WIKA,  36 Persen dari Pemerintah, Swasta 33 Persen

Rp 22 Triliun Kontrak WIKA, 36 Persen dari Pemerintah, Swasta 33 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Maret 2019 | 21:04 WIB

Raih Laba Bersih Rp 215 Miliar, WOM Finance Bagi-bagi Dividen Rp 64 Miliar

Raih Laba Bersih Rp 215 Miliar, WOM Finance Bagi-bagi Dividen Rp 64 Miliar

Bisnis | Rabu, 13 Maret 2019 | 14:17 WIB

Duh, Progres Pembangunan Kereta Cepat Jakarta - Bandung Baru 8 Persen

Duh, Progres Pembangunan Kereta Cepat Jakarta - Bandung Baru 8 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Februari 2019 | 15:24 WIB

IHSG Akan Beralih Menguat, Tapi Masih Rawan Koreksi

IHSG Akan Beralih Menguat, Tapi Masih Rawan Koreksi

Bisnis | Rabu, 06 Februari 2019 | 07:22 WIB

Jalin Kemitraan dengan Pemerintah, Hyundai Siapkan Mini SUV

Jalin Kemitraan dengan Pemerintah, Hyundai Siapkan Mini SUV

Otomotif | Sabtu, 02 Februari 2019 | 14:00 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB