Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Tiket Pesawat Naik 166 Persen, Pariwisata Pulau Bangka Anjlok

Iwan Supriyatna

Jum'at, 22 Maret 2019 | 15:06 WIB
Tiket Pesawat Naik 166 Persen, Pariwisata Pulau Bangka Anjlok
Ilustrasi pantai di Pulau Bangka. (Shutterstock)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini mengunjungi Pangkalpinang, Bangka Belitung. Di Pulau Bangka tersebut Presiden Jokowi membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat Bangka dan meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir.

Usai meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir, Jokowi berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke pulau yang memiliki pesona alam berupa pantai yang memiliki keindahan yang mempesona.

"Kita harus mendahului pertumbuhan penumpang yang tumbuh sangat baik di Provinsi Bangka Belitung ini. Dan kita harapkan dengan siapnya sarana terminal di Bandara Depati Amir ini wisatawan akan semakin banyak," kata Presiden Jokowi.

Namun, harapan Presiden Jokowi sepertinya akan terhalang oleh mahalnya harga tiket pesawat tujuan Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Halim (47) penyewa rental mobil yang terbiasa mengantar wisatawan untuk berkunjung ke destinasi-destinasi wisata di Pulau Bangka mulai mengeluhkan turunnya jumlah kunjungan.

"Tiket tadinya hanya Rp 300 ribuan Lion, sekarang paling murah Rp 800 ribuan, bisa dicek di Traveloka, mungkin karena mahal jadi orang malas datang," kata Halim.

Jika dihitung, kenaikan harga tiket dari Jakarta-Pangkalpinang yang tadinya hanya Rp 300.000 menjadi Rp 800.000, artinya kenaikannya mencapai 166 persen.

Selain supir travel wisata, Susan (28) warga Muntok Bangka Barat juga mengeluhkan hal yang sama. Dirinya mengaku tak habis fikir dengan mahalnya harga tiket saat ini.

"Padahal bukan high season, biasanya pulang kampung setahun bisa 3 kali, sekarang sudah lebih setahun enggak pulang," keluhnya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, semakin tinggi penguasaan pasar oleh Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group di industri transportasi penerbangan, maka kedua maskapai terbesar tersebut pun bisa bebas menentukan penjualan harga tiketnya.

Adapun tingkat penguasaan pasar industri transportasi penerbangan yang dikuasai oleh dua maskapai tersebut mencapai 96 persen.

"Saat menaikan dan menurunkan harga tiket, mereka bisa bersepakat. Diduga ada kartel antara keduanya," katanya.

Nailul menduga, pihak Lion dan Garuda bersepakat untuk bersama-sama menaikan harga tiket hingga mengorbankan masyarakat umum sebagai pengguna.

"Permasalahan utama ya dugaan kartel dua grup besar, Garuda Indonesia dan Lion Grup," tegasnya.

Melihat hal tersebut, jika kondisi itu terus berlangsung, maka bukan hal yang tidak mungkin industri pariwisata di Bangka Belitung akan meredup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garuda Akui Sukar Batalkan Pembelian 49 Boeing 737 Max 8

Garuda Akui Sukar Batalkan Pembelian 49 Boeing 737 Max 8

Bisnis | Jum'at, 22 Maret 2019 | 14:32 WIB

Klarifikasi Tokopedia soal Admin Retweet 'Pulangkan Jokowi ke Solo'

Klarifikasi Tokopedia soal Admin Retweet 'Pulangkan Jokowi ke Solo'

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 14:28 WIB

Hasil Survei Capres Berbeda dengan Litbang Kompas, Ini Penjelasan SMRC

Hasil Survei Capres Berbeda dengan Litbang Kompas, Ini Penjelasan SMRC

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 10:45 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB