BI Nilai Tak Ada Salahnya Indonesia Berburu Utang Luar Negeri

Reza Gunadha, Achmad Fauzi

Rabu, 27 Maret 2019 | 15:13 WIB
BI Nilai Tak Ada Salahnya Indonesia Berburu Utang Luar Negeri
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam konferensi pers di kompleks perkantoran BI, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019). [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Bank Indonesia menilai tak ada yang salah kalau Indonesia berutang kepada negara lain. Menurut BI, Indonesia berutang karena dana dalam negeri tak mencukupi.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengungkapkan, pendanaan dalam negeri kekinian dari sektor perbankan hanya Rp 5.500 triliun.

"Jadi tidak salah Indonesia pinjam dari luar negeri, karena dari dalam negeri tidak cukup. Perbankan hanya 33 persen dari PDB, dan itu sudah komponen besar dari dana funding kita. Size asuransi hanya Rp 900 triliun – Rp 1.000 triliun, size perbankan Rp 5.500 triliun. Kalau digabungkan hanya sekitar 33 persen dari PDB Indonesia," ujar Mirza dalam konferensi pers di kompleks perkantoran BI, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Mirza menuturkan, pendanaan luar negeri ini juga bisa menahan laju defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD).

Menurut dia, salah satu yang menyebabkan transaksi berjalan masih defisit karena pendapatan primer juga masih defisit. Selama 2018, BI mencatat neraca pendapatan primer masih defisit sebesar USD 30,4 miliar.

"Apakah hanya Indonesia yang punya primary income deifist? Ada Thailand, tapi services besar, ekspor sedemikian besar, jadi total current account positif," tutur dia.

Maka dari itu, Mirza menambahkan harus ada jalan keluar untuk membenahi CAD. Salah satu yaitu meningkatkan ekspor dan ekspor produk jadi.

"Jadi bagaimana caranya kita supaya bisa surplus? Pertama ekspor, kedua jadi diversifikasi ekspor, impor energi dialihkan ke energi yang komponen nonfosilnya itu bisa jadi lebih kecil, mobil elektrik, kebijakan pajaknya lebih pro ke yang sifatnya renewable," ucap dia.

Untuk diketahui, berdasarkan data BI, utang luar negeri (ULN) Indonesia, yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral serta swasta, hingga akhir Januari 2019 sebesar USD 383,3 miliar atau sekitar Rp 5.366,2 triliun.

baca juga

Jumlah itu meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 357,6 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.366,2 Triliun

Naik, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.366,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 15 Maret 2019 | 16:51 WIB

Naik, Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal IV 2018 Rp 5.275,2 Triliun

Naik, Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal IV 2018 Rp 5.275,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 15 Februari 2019 | 18:40 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Rp5.220 Triliun, BI Jamin Masih Aman

Utang Luar Negeri Indonesia Rp5.220 Triliun, BI Jamin Masih Aman

Bisnis | Kamis, 24 Januari 2019 | 21:08 WIB

Awasi Utang Luar Negeri, Bank Indonesia Terbitkan Aturan Baru

Awasi Utang Luar Negeri, Bank Indonesia Terbitkan Aturan Baru

Bisnis | Kamis, 24 Januari 2019 | 20:21 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 5,3 persen Jadi Rp 5.227 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 5,3 persen Jadi Rp 5.227 Triliun

Bisnis | Senin, 17 Desember 2018 | 18:47 WIB

Terkini

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Disiplin dan Kode Etik bagi SDM Sekolah Rakyat

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:53 WIB

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

Ucapan Lawas Raffi Ahmad Puji Listyo Sigit Prabowo: Jago Banget, Emang Jagoan

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:41 WIB

×