facebook

Tak Suka Dana Asing Masuk ke Indonesia? Maka Dari Itu Nabung di Bank

Iwan Supriyatna | Muslimin Trisyuliono
Tak Suka Dana Asing Masuk ke Indonesia? Maka Dari Itu Nabung di Bank
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. [Dok Kemenko Perekonomian]

Jika masyarakat sudah mulai gemar menabung di bank, hal tersebut bisa meminimalkan dana asing masuk ke Indonesia.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, harus ada perhatian khusus agar masyarakat gemar menabung di bank.

Menurutnya, jika masyarakat sudah mulai gemar menabung di bank, hal tersebut bisa meminimalkan dana asing masuk ke Indonesia.

Dana yang ada di perbankan bisa digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan sebagainya, sehingga tidak mengandalkan investasi asing.

Dihadapan 1.500 pelajar SD-SMA se-Jakarta Menko Darmin mengajak para pelajar untuk meningkatkan minat menabung di bank dimulai dari tingkat pelajar.

Baca Juga: Negara Mau Makmur? Kata OJK, Masyarakatnya Harus Nabung

Melalui kegiatan Simpel Day yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi pengenalan khusus untuk mendorong pelajar menabung.

"Kita tidak suka dana asing tetapi kita tidak suka menabung, itu bertentangan," ujar Darmin Nasution di Gedung Dhanapala, Kamis (2/5/2019).

Menurutnya, saat ini masyarakat lebih senang menyimpan uang di rumah dari pada di bank. Padahal bila tingkat menabung di bank tinggi, bisa mengurangi tingkat ketergantungan terhadap dana asing.

"Biasanya yang melakukan investasi 20 sampai 30 persen sisanya itu dari bank. Dengan demikian kita tidak tergantung pada dana luar untuk membangun ekonomi kita," tambahnya.

Menko Darmin menuturkan dengan teknologi fitur yang berkembang di industri perbankan saat ini membuat layanan untuk menabung di bank cukup mudah.

Baca Juga: 17 Juta Pelajar Sudah Mulai Menabung, Nilainya Capai Rp 6,64 Triliun

Dengan jumlah pelajar di Indonesia saat ini mencapai sekitar 65 juta pelajar, menjadi kunci untuk mensukseskan program gemar menabung.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar