Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Demi Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Fokus pada Bantuan Alsintan

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 09 Mei 2019 | 08:12 WIB
Demi Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Fokus pada Bantuan Alsintan
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy. (Dok : Kementan).

Suara.com - Untuk meningkatkan produksi pertanian agar lebih bisa berdaya saing, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar kegiatan model pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM) di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, pada 7 - 9 Mei 2019. Kementan akan fokus pada bantuan alat mesin pertanian (alsintan)

Dalam 5 tahun terakhir, Kementan telah memberikan bantuan alsintan kepada kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), dan kelembagaan tani lainnya. Jumlah bantuan alsintan yang telah disalurkan lebih dari 500 ribu unit, dengan jenis yang cukup banyak untuk alsintan pra - panen maupun pasca - panen, bahkan untuk pengolahan hasil pertanian.

“Permasalahannya, belum semua bantuan alsintan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh poktan. Pengelolaan alsintan di tingkat poktan atau gapoktan, sejak awal sudah diarahkan untuk melibatkan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang dibentuk oleh poktan/gapoktan. Namun kenyataan di lapangan, masih ada bantuan alsintan yang dikelola secara individu atau tidak melalui UPJA, dalam arti bantuan alsintan tidak  dikelola secara bisnis," jelas Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Jabar, Selasa (7/5/2019). 

Menurutnya, kondisi tersebut engakibatkan alsintan tidak bekerja sesuai kapasitasnya. Bantuan alsintan dimaksudkan untuk meringankan beban biaya usaha tani, namun tetap dikelola secara bisnis (tidak gratis), agar poktan mempunyai dana untuk perawatan atau maintenace

“Pengelolaan alsintan melalui UPJA diharapkan juga dapat membantu poktan/gapoktan dalam penguatan permodalannya, sehingga mendorong kemandirian poktan/gapoktan dalam membiayai kegiatan usahataninya," tambahnya.

Melalui model pengembangan PKBM, Sarwo berharap, semua bantuan sarana dan prasarana yang diberikan Kementan dapat dikelola oleh gapoktan secara profesional, dengan lebih memberdayakan anggotanya.

“Terutama para pemuda taninya (kaum milenial), sehingga semua bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan," lanjut Sarwo Edhy.

Untuk itu, peran sinergitas PERTETA dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dalam pengawalan dan pengawasan pada kegiatan tersebut menjadi sangat penting.

Adapun kegiatan ini sudah dilakukan di lima lokasi yang telah ditetapkan dalam SK Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor : 07.1/kpts/OT.050/8/01/2019, yaitu di Kabupaten Tuban (Jatim), Sukoharjo (Jateng), Konawe Selatan (Sultera), Barito Kuala (Kalsel), dan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (Sumsel). 

“Saya harap, tidak hanya menjadi contoh di daerah tersebut, namun juga bagi daerah lainnya, sehingga keberhasilan kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh gapoktan di daerah lain secara cepat dan swadaya," tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, peran tim pendamping dalam kegiatan percontohan tersebut menjadi sangat penting. Tentunya dengan mediasi yang baik oleh dinas pertanian setempat, agar terwujud komunikasi yang lancar antara gapoktan dengan PERTETA di daerah dan para penyuluh pertanian di lapangan.

Sarwo Edhy menambahkan, model PKBM tentunya akan memberdayakan kaum milenial dalam pembangunan pertanian  ke depan. 

“Saya minta para pendamping di daerah dapat berinteraksi dengan gapoktan dan seluruh masyarakat tani di masing-masing daerah, terutama para pemuda taninya secara intensif dan melaporkannya kepada kami, sehingga kami dapat merespons kondisi lapangan melalui penyempurnaan kebijakan teknis maupun kebijakan penganggaran," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasi Pasar Ramadan, Kementan Distribusikan Telur di 7 Pasar di Jakarta

Operasi Pasar Ramadan, Kementan Distribusikan Telur di 7 Pasar di Jakarta

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2019 | 13:03 WIB

Jika Tak Alihfungsikan Lahan, Kementan akan Berikan Insentif pada Petani

Jika Tak Alihfungsikan Lahan, Kementan akan Berikan Insentif pada Petani

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2019 | 08:12 WIB

Kementan Targetkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun Ini Capai 9,55 Ton

Kementan Targetkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun Ini Capai 9,55 Ton

Bisnis | Selasa, 07 Mei 2019 | 08:23 WIB

Demi Kesejahteraan Petani, BRI Dukung Kementan melalui Kartu Tani

Demi Kesejahteraan Petani, BRI Dukung Kementan melalui Kartu Tani

Bisnis | Senin, 06 Mei 2019 | 08:10 WIB

Terkini

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:59 WIB

Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks

Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga

Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:42 WIB

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:46 WIB

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:37 WIB

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:09 WIB