Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi Padi

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 11 Mei 2019 | 07:22 WIB
Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi Padi
Ilustrasi banjir di area persawahan. (Dok : Kementan)

Suara.com - Untuk kesekian kalinya, Kementerian Pertanian (Kementan), mendorong petani padi untuk memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Apalagi saat ini, curah hujan di sejumlah daerahkembali tinggi.

Dengan membayar premi Rp 36 ribu per hektare per musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) bisa mendapatkan klaim ganti rugi Rp 6 juta per hektare.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, harga premi AUTP ini relatif murah dan manfaatnya sangat besar bagi petani, terutama di musim hujan seperti saat ini.

"Hanya seharga dua bungkus rokok, petani yang sawahnya kebanjiran dapat ganti Rp 6 juta per hektare," ujarnya, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Menurut Sarwo Edhy, AUTP merupakan cara Kementan untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT. AUTP menjadi program Kementan, yang mana premi asuransi tani, sampai saat ini masih disubsidi pemerintah Rp 144 ribu per hektare.

"Kami harap, semua petani padi bisa mendaftar sebagai anggota AUTP, karena harga preminya murah dan sangat bermanfaat," ujarnya.

AUTP, saat ini tak hanya diperuntukkan bagi petani yang lahan sawahnya berada di kawasan rawan bencana dan serangan OPT, tapi juga untuk petani yang lahan sawahnya aman dari bencana. Kementan menilai, bencana atau serangan OPT datang tanpa bisa diduga.

"AUTP akan terus kami sosialisaikan ke petani, karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka, dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggotanya, " papar Sarwo Edhy.

Data Kementan menyebutkan, jumlah petani peserta AUTP dari tahun ke tahun terus meningkat. Tercatat, dari target 1 juta hektare, realisasi AUTP pada 2018 tercapai 806.199,64 hektare, atau 80,62 persen, sementara itu, klaim kerugian yang diajukan petani mencapai 12.194 hektare atau sebesar 1,51 persen.

baca juga

Sarwo Edhy mengatakan, pengembangan AUTP pun tak menemui banyak kendala. Artinya, pembayaran klaim yang dilakukan PT Jasindo sampai saat ini berjalan lancar.

Bahkan untuk mempermudah pendaftaran dan pendataan asuransi, Kementan bersama PT Jasindo menerbitkan layanan berbasis online melalui Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

Selain mendorong ke AUTP, Sarwo Edhy juga minta para petani untuk selalu menyiapkan pompa air bantuan pemerintah, agar bisa langsung digunakan saat lahan pertanian kebanjiran.

"Para kelompok tani sudah mendapat bantuan pompa air. Ini bisa langsung digunakan menyedot air banjir, agar tanaman tidak terlalu lama terendam. Namun bila sudah terselamatkan, Kementan akan membantu benih bagi yang belum ter-cover AUTP," pungkas Sarwo Edhy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Gandeng TNI untuk Pendampingan Program Serasi di Kalsel

Kementan Gandeng TNI untuk Pendampingan Program Serasi di Kalsel

Bisnis | Kamis, 09 Mei 2019 | 18:24 WIB

Demi Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Fokus pada Bantuan Alsintan

Demi Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Fokus pada Bantuan Alsintan

Bisnis | Kamis, 09 Mei 2019 | 08:12 WIB

Operasi Pasar Ramadan, Kementan Distribusikan Telur di 7 Pasar di Jakarta

Operasi Pasar Ramadan, Kementan Distribusikan Telur di 7 Pasar di Jakarta

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2019 | 13:03 WIB

Jika Tak Alihfungsikan Lahan, Kementan akan Berikan Insentif pada Petani

Jika Tak Alihfungsikan Lahan, Kementan akan Berikan Insentif pada Petani

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2019 | 08:12 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×