Pemakaian Listrik Hingga Lebaran Diprediksi Turun 40 Persen

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Pemakaian Listrik Hingga Lebaran Diprediksi Turun 40 Persen
Ilustrasi: Pekerja melakukan perawatan jaringan listrik PLN. (Antara/Adeng Bustomi)

Penurunan konsumsi listrik ini karena kegiatan industri berhenti karena adanya libur lebaran.

Suara.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memprediksi konsumsi listrik selama Ramadan dan Lebaran akan turun hingga 40 persen.

Direktur Bisnis Regional Jawa Tengah PLN, Amir Rosidin mengatakan, penurunan konsumsi listrik ini karena kegiatan industri berhenti karena adanya libur lebaran.

"Turun memang. Itu tinggal sekitar 60 persen. Jadi kalau misalnya tadi 27 Mega itu sekitar 15.000 saja. Itu karena terutama industri-industri itu turun drastis kan libur apalagi sekarang libur panjang 10 hari. Saya kira akan turun jadi kita enggak khawatir kekurangan daya," kata Amir saat ditemui di Gedung Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Kendati demikian, Amir memastikan pasokan listrik selama Ramadan dan Lebaran di daerah Jawa aman. Menurut dia, pola pasokan listrik nantinya akan sama seperti pasokan pada saat pemilihan umum (Pemilu).

"Nah ini sekarang lanjut lagi, piket untuk lebaran. Jadi sebenarnya itu kita berkesinambungan. Listrik sudah dipelihara jauh sudah pelihara instalasinya," tutur dia.

Selain itu, PLN juga bakal memastikan listrik di tempat peristirahat Jalan Trans Jawa. Sehingga, tak ada listrik padam pada saat mudik lebaran di tempat peristirahatan.

"Terus selama lebaran yang kita supplai daerah rest area kan juga banyak jalan tol baru beroperasi. Nah itu kita siapkan juga listrik. Nah nanti moga-moga pas ada mudik ini, pemudik nyaman dengan adanya listrik ini," pungkas dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS