Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Impor BBM dan LPG Bisa Ditekan dengan Cara Ini

Iwan Supriyatna | Muslimin Trisyuliono | Suara.com

Rabu, 15 Mei 2019 | 11:47 WIB
Impor BBM dan LPG Bisa Ditekan dengan Cara Ini
Ilustrasi minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Energi panas bumi atau yang biasa dikenal dengan nama energi geothermal dinilai memiliki peran strategis untuk pembangunan ekonomi di Indonesia. Diketahui dengan mengembangkan energi panas bumi, bisa mengurangi impor bahan bakar minyak dan LPG.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) F.X Sutijastoto menjelaskan, energi panas bumi memiliki potensial besar di Indonesia. Namun teknologi untuk mengolah energi panas bumi terbatas.

"Tantangan bagi negara kita karena impor migas dan LPG hampir 50 persen konsumsi BBM kita impor. Di sisi lain kita memiliki energi panas bumi bila dikembangkan secara konsisten tahun 2025 bisa menggantikan bahan bakar minyak 100 ribu barel per hari," ujar Sutijastoto di DoubleTree Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Selain itu, energi panas bumi dinilai menjadi penyumbang pembangunan infrastrukur di daerah. Menurutnya, salah satu kelebihan energi panas bumi memperhitungkan aspek lingkungan di daerah yang memiliki sumber panas bumi.

"Energi panas bumi dikembangkan harus menjaga keutuhan dari lingkungan sekitar terutama hutan, karena bila tidak dijaga akan mempengaruhi panas bumi," tambahnya.

Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Prijandaru Effendi menjelaskan, Indonesia merupakan negara berpotensi besar untuk mengembangkan sumber daya energi panas bumi.

Selain itu Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai produsen energi panas bumi terbesar.

"Kita tahu saat ini Indonesia menjadi ranking dua dunia dengan tahun lalu kita menambah 130 Mega Watt tidak henti-hentinya meskipun ada tantangan kita masih berhasil menciptakan nomor dua setelah Amerika Serikat," ujar Prijandaru Effendi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Capai Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Pemerintah Tempuh Cara Ini

Ingin Capai Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Pemerintah Tempuh Cara Ini

Bisnis | Kamis, 09 Mei 2019 | 12:38 WIB

Daerah Mau Nikmati Pertumbuhan Ekonomi? Ini Saran Jokowi

Daerah Mau Nikmati Pertumbuhan Ekonomi? Ini Saran Jokowi

Bisnis | Kamis, 09 Mei 2019 | 11:52 WIB

Dana akan Dikucurkan, LPDB Siap Dukung Hilirisasi Produk Kelapa

Dana akan Dikucurkan, LPDB Siap Dukung Hilirisasi Produk Kelapa

Bisnis | Selasa, 30 April 2019 | 09:37 WIB

Terkini

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB