Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Pengamat: Penumpang Bandara Yogyakarta YIA Butuh Taksi Online

Pebriansyah Ariefana

Senin, 24 Juni 2019 | 10:18 WIB
Pengamat: Penumpang Bandara Yogyakarta YIA Butuh Taksi Online
Penumpang keluar dari area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko]

Suara.com - Pengamat Transportasi Universitas Gajah Mada Ahmad Munawar menilai penumpang Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) memerlukan transportasi murah seperti taksi online. Sementara taksi online di YIA dilarang.

Ahmad Munawar menilai pembatasan aktivitas taksi online menambah masalah aksesibilitas dari dan menuju bandara YIA yang selama ini masih menjadi kendala.

"Penumpang membutuhkan aksesibilitas angkutan umum yang reliable dan murah seperti taksi online. Seharusnya taksi online diperbolehkan karena mempermudah akses serta tidak ada monopoli dari taksi-taksi yang diperbolehkan ada," kata Munawar kepada suara.com saat dihubungi via telepon Senin (24/6/2019).

Munawar menambahkan alternatif angkutan umum lain yang murah adalah Kereta Api (KA). Namun KA yang disediakan dari dan menuju YIA masih sangat kurang untuk sekelas bandara internasional.

"Salah satu pertimbangan untuk memilih moda transportasi untuk destinasi di Jawa ada alternatif lain yaitu KA. Namun aksesibilitas KA di Bandara YIA harus turun di Wajo atau Wates kemudian harus berganti naik bis. Sedangkan bis yang disediakan oleh Damri hanya Bis pemandu moda point to point yang sangat terbatas titik pemberangkatan penumpangnya," katanya

Munawar mencontohkan bandara-bandara Internasional di beberapa negara Asia. Bandara Narita juga jauh dari Tokyo, Bandara Incheon juga jauh dari Seoul, demikian pula bandara International Hongkong (HKIA) juga jauh dari pusat kota. Akan tetapi akses menuju bandara-bandara tersebut dipermudah dan murah.

"Dari Stasiun MTR Kowloon dapat check in, sehingga penumpang dapat naik Kereta Api langsung ke Bandara Internasional Hongkong tanpa membawa bagasi," imbuhnya

Sebenarnya ada alternatif lain yang dapat dikembangkan tambah Munawar, tetapi terkendala birokrasi. Bus-bus berkualitas tinggi sebenarnya dapat disediakan oleh perusahaan-perusahan swasta di DIY dengan titik-titik henti yang lebih reliable.

"Sekarang malah terkendala birokrasi seperti yang dapat ditunjuk untuk pelayanan angkutan umum hanya perusahaan bus BUMN atau BUMD seperti Damri. Padahal banyak perusahaan bus swasta yang berkualitas tinggi," paparnya

"Bus Damri yang keliling ring road load factor (tingkat isian) rendah hanya sekitar 20 persen. Padahal dapat di rubah menuju YIA," tambahnya

Oleh karena itu kata Munawar, perlu ada usaha-usaha yang proaktif dari stakeholder, duduk bersama antara eksekutif dan legislatif. Terutama di jajaran Pemprov DIY untuk merombak sistem birokrasi yang ada.

Menurut Munawar jika birokrasi itu tidak didobrak, sedangkan akses menuju YIA tetap buruk sangat dikhawatirkan akan bernasib sama seperti bandara Kertajati yang sepi.

Kontributor : Rahmad Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GoJek Tanggapi Pembatasan Akses Taksi Online di Bandara Kulonprogo

GoJek Tanggapi Pembatasan Akses Taksi Online di Bandara Kulonprogo

Otomotif | Minggu, 23 Juni 2019 | 18:14 WIB

Catat! Taksi Online Tidak Boleh Ambil Penumpang di Bandara YIA Yogyakarta

Catat! Taksi Online Tidak Boleh Ambil Penumpang di Bandara YIA Yogyakarta

Jogja | Minggu, 23 Juni 2019 | 12:19 WIB

Musim Kemarau, Suhu Terdingin di Yogyakarta Tembus 18 Derajat Celcius

Musim Kemarau, Suhu Terdingin di Yogyakarta Tembus 18 Derajat Celcius

News | Jum'at, 21 Juni 2019 | 12:55 WIB

Pengusaha Taksi Online Keluhkan Pengenaan Pajak Pendirian Usaha

Pengusaha Taksi Online Keluhkan Pengenaan Pajak Pendirian Usaha

Bisnis | Kamis, 20 Juni 2019 | 08:44 WIB

Peraturan Menhub tentang Tarif Taksi Online Berlaku Penuh 18 Juni

Peraturan Menhub tentang Tarif Taksi Online Berlaku Penuh 18 Juni

Tekno | Jum'at, 14 Juni 2019 | 00:05 WIB

Terkini

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:49 WIB

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:20 WIB

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:02 WIB

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:59 WIB

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:36 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:28 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB