Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Dapat WTP, BPK Minta Kemenhub Kejar PNBP Hingga Rp 1 Triliun

Dwi Bowo Raharjo, Achmad Fauzi

Selasa, 25 Juni 2019 | 20:00 WIB
Dapat WTP, BPK Minta Kemenhub Kejar PNBP Hingga Rp 1 Triliun
Kementerian Perhubungan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (Suara.com/Fauzi)

Suara.com - Kementerian Perhubungan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Laporan Keuangan tahun 2018. Penilaian WTP ini yang ke-6 kalinya diraih oleh Kemenhub.

Kemenhub diminta untuk memperhatikan rekomendasi dari BPK. Salah satunya terkait Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum diawasi oleh Kemenhub.

Anggota BPK I, Agung Firman Sampurna mengatakan, potensi PNBP tersebut pada penerbitan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe kendaraan (SRUT). Menurutnya potensi PNBP sangat besar, bahkan hingga Rp 1 triliun.

"Sudah kami sampaikan SUT dan SRUT. Itu Potensi PNBP-nya besar. Setahun bisa sampai Rp 900 miliar bahkan Rp 1 triliun. Peraturan pemerintahnya regulasinya sudah, tapi barang dan kesiapan satuan kerja yang akan melaksanakan pemungutan barangkali perlu dicermati lagi," kata Agung saat ditemui di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

Terkait itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadikan rekomendasi BPK sebagai intropeksi jajaranya. Sehingga, pihaknya bakal melaksanakan rekomendasi BPK dengan memaksimalkan penagihan PNNBP SUT dan SRUT

"Ini kita bayangkan ada potensi PNBP yang baik. Kita akan lakukan (SRUT). Kita sudah lakukan bertahap beberapa udah dilakukan pembayaran, bagus supportnya temuan dari BPK. Ini justru dasar untuk melakukan penagihan," tutur dia.

Selain itu, Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini juga akan menambahkan alokasi anggaran untuk sektor darat. Sekitar Rp 1 triliun akan digelontorkan untuk sektor darat.

"Sedang dibahas, insyaAllah itu berhasil karena kita ingin sekali darat, khususnya terminal tipe A bisa dibuat. Insyallah itu bisa dibuat," kata Budi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arus Mudik Lancar, Warganet Apresiasi Kerja Budi Karya Sumadi

Arus Mudik Lancar, Warganet Apresiasi Kerja Budi Karya Sumadi

Bisnis | Kamis, 20 Juni 2019 | 13:26 WIB

Menpora Terima Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan dari BPK

Menpora Terima Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan dari BPK

Bisnis | Kamis, 20 Juni 2019 | 08:12 WIB

BPK Usul Wajib Militer, Menhan: Kita Belum Mau Perang

BPK Usul Wajib Militer, Menhan: Kita Belum Mau Perang

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 13:03 WIB

Anggap Desakan Mundur Biasa, Menkumham Malah Banggakan Capaian WTP

Anggap Desakan Mundur Biasa, Menkumham Malah Banggakan Capaian WTP

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 14:10 WIB

Raih WTP dari BPK, Menkumham: Empat Kali Selama Kepemimpinan Saya

Raih WTP dari BPK, Menkumham: Empat Kali Selama Kepemimpinan Saya

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 13:40 WIB

Terkini

Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan

Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:21 WIB

Bakal Ada Tersangka Baru! Polisi Terus Usut Pengeroyokan Maut Pencuri Ayam di Bali

Bakal Ada Tersangka Baru! Polisi Terus Usut Pengeroyokan Maut Pencuri Ayam di Bali

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:17 WIB

Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi

Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:10 WIB

Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna

Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:09 WIB

4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum

4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:07 WIB

Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia

Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB

'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta

'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB

Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai

Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:04 WIB

Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan

Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:00 WIB

Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026

Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:59 WIB

×