Banyak Pemobil Nekat Beli Gas Elpiji Subsidi, Pangkalan Takut Menegur

Chandra Iswinarno

Jum'at, 28 Juni 2019 | 16:30 WIB
Banyak Pemobil Nekat Beli Gas Elpiji Subsidi, Pangkalan Takut Menegur
Salah satu pangkalan gas yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Kesalahan distribusi gas subsidi tiga kilogram ternyata tidak hanya terjadi pada warung menengah ke atas saja. Di Kota Solo, Jawa Tengah banyak warga mampu yang nekat menikmati gas melon yang harusnya untuk warga miskin.

Kenyataan itu diungkapkan seorang pemilik pangkalan gas elpiji tiga kilogram, Toto (60). Ia mengaku juga tidak bisa berbuat banyak untuk melarang pembeli mampu itu agar tidak menggunakan gas bersubsidi.

"Banyak yang membeli gas elpiji tiga kilogram menggunakan mobil. Kalau mau saya larang, gimana juga namanya pembeli," kata Toto saat ditemui di pangkalannya, Jumat (28/6/2019).

Diakuinya, jika menngikuti aturan pembelian gas melon hanya diperuntukkan bagi warga miskin saja, tetapi banyaknya aturan membuatnya kesulitan untuk menerapkan saat menjual gas elpiji tiga kilogram.

"Memang harusnya gas elpiji ini untuk warga miskin. Tapi saya juga tidak bisa mencermati mana yang warga miskin dan mana yang mampu. Karena kebanyakan pembelinya juga saya kenal," tuturnya.

Toto menambahkan, sesuai aturan setiap pembeli gas elpiji, haruslah membawa KTP. Kemudian, pembeli juga harus mengisi data yang ada dalam buku laporan.

"Tetapi, itu kan tidak mungkin bisa terus menerus. Kadang saya juga agak tidak enak, kalau setiap hari ada pembeli harus menanyakan KTP dan meminta mengisi data," ucapnya.

Bahkan, lanjutnya, pernah dirinya menegur pembeli mampu yang nekat membeli gas elpiji. Akan tetapi, jawaban dari pembeli juga tidak mengenakan.

"Sudah pernah saya minta agar menggunakan gas nonsubsidi. Tapi, katanya kebutuhannya memasak tidak terlalu sering. Sehingga, kalau harus menggunakan gas besar takut tidak cepat habis dan justru berbahaya," ucapnya.

baca juga

Untuk diketahui, PT Pertamina (Persero) menggelar sidak penggunaan gas LPG subsidi 3 Kg bersama jajaran Dinas Perindustrian dan Kepolisian Resor Solo. Sidak dilakukan di beberapa rumah makan yang berlokasi di Kota Solo, Jawa Tengah.

Sales Executive LPG Pertamina MOR IV wilayah Soloraya, Adeka Sangtraga mengatakan, dari hasil sidak ditemukan rata-rata konsumsi gas LPG bersubsidi 3 kg lebih dari 300 tabung setiap minggunya.

Jumlah ini setara dengan 3,6 Metric Ton (MT) per bulan dari beberapa rumah makan dan restoran yang dijumpai di Kota solo.

"Saat ini konsumsi LPG terutama yang bersubsidi di Kota Solo mencapai 2.300 MT per bulan atau setara dengan 760 ribu tabung setiap bulannya, jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya sesuai dengan kebutuhan konsumsi masyarakat," ujar Adeka dari keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (27/6/2019) kemarin.

Kontributor : Ari Purnomo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Distribusi Gas Melon Salah Sasaran, Pangkalan Mengaku Kewalahan

Distribusi Gas Melon Salah Sasaran, Pangkalan Mengaku Kewalahan

Bisnis | Jum'at, 28 Juni 2019 | 13:52 WIB

Pemkot Solo Masih Pergoki Rumah Makan Gunakan Gas Bersubsidi

Pemkot Solo Masih Pergoki Rumah Makan Gunakan Gas Bersubsidi

Jawa Tengah | Selasa, 25 Juni 2019 | 18:40 WIB

Gas 3 Kg Langka, Harganya Capai Rp35 Ribu

Gas 3 Kg Langka, Harganya Capai Rp35 Ribu

Bisnis | Senin, 11 Desember 2017 | 07:53 WIB

Terkini

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×