Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama

Iwan Supriyatna

Kamis, 25 Juli 2019 | 14:02 WIB
Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama
Bank Mandiri - Pos Indonesia memperluas layanan top Up e-Money. (Dok: PT Pos Indonesia)

Suara.com - Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia, Ihwan Sutardiyanta mengatakan, pertumbuhan pendapatan PT Pos Indonesia secara keseluruhan terus terjaga meski ada yang mengalami stagnasi di tengah era Revolusi Industri 4.0.

"Memang ada beberapa bisnis yang mulai declined tetapi kami siapkan produk-produk atau bisnis baru yang bisa menggantikan produk-produk yang mulai declined tersebut," ujar Ihwan.

Menurut Ihwan, masyarakat masih melihat PT Pos Indonesia sebagai tempat terpercaya untuk melakukan berbagai transaksi karena jaringan yang luas serta sistem distribusi yang andal, termasuk menjadi tempat mencari meterai yang asli.

Ihwan mengatakan masih ditunjuknya PT Pos Indonesia oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak untuk menjual dan mendistribusikan meterai menjadi bukti kalau PT Pos Indonesia masih terpercaya.

"Pertimbangannya pasti ada begitu kan? Karena kami punya jaringan yang lebih luas, kami merasa sebagai trusted company. Yang menjual meterai ini tidak boleh sembarangan. Kami bangga karena terus ditunjuk oleh negara melalui Dirjen Pajak," ujar Ihwan.

Kepercayaan sebagai satu-satunya institusi yang ditunjuk mengelola dan menjual benda meterai akan terus dijaga dengan memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan meterai asli melalui 4.800 outlet Pos di seluruh Indonesia.

PT Pos Indonesia mempunyai jaringan hingga 4.800 kantor pos daring dengan jumlah titik layanan (point of sales) mencapai 58.700 titik dalam bentuk Kantor Pos, Agen Pos, Mobile Postal Service, dan lain-lain.

Ihwan mengatakan sebelum era industri 4.0, PT Pos Indonesia lebih fokus tentang bagaimana mengirimkan surat-surat, ke depan akan digantikan dengan pengiriman parsel karena tren pasar bergeser pada e-commerce.

Selain layanan pengiriman dan logistik, PT Pos Indonesia memiliki bisnis layanan finansial berupa layanan Pospay untuk pembayaran tagihan (bill payment) yang terhubung hampir 400 lebih biller.

Selain itu ada juga layanan pengiriman uang (Weselpos Instan dan kemitraan denga Western Union, Money Gram, Perbankan, dan lain-lain. Layanan finansial itu, kata Ihwan akan mengarah juga pada digitalisasi.

"Ke depan, kami akan mendorong layanan finansial bisa diakses lewat berbagai saluran sehingga membuat bisnis kami masih relevan. Tanpa melakukan proses digitalisasi, PT Pos Indonesia menjadi tidak relevan," ujar Ihwan.

Ihwan menuturkan, bahwa PT Pos Indonesia berupaya adaptif menghadapi perubahan bisnis di industri 4.0 dengan terus melakukan inovasi layanan.

"Kuncinya inovasi. Artinya PT Pos Indonesia harus adaptif melihat perubahan lingkungan seperti apa," kata Ihwan di Jakarta, Kamis.

Industri 4.0 merupakan istilah yang dilekatkan pada revolusi industri generasi keempat yang ditandai dengan integrasi antara dunia siber dan fisik di sebuah industri berkat kolaborasi serangkaian teknologi digital, di antaranya Internet of Things, artificial intelligence, human-machine interface dengan tujuan menciptakan proses produksi yang efektif dan efisien.

Disrupsi teknologi itu dipercaya akan berdampak tidak hanya pada sektor manufaktur namun hampir seluruh sektor ekonomi, di antaranya sektor logistik di mana teknologi tersebut dapat digunakan untuk memastikan kelancaran proses pengiriman barang.

Kemudian untuk layanan finansial, Ihwan mengatakan PT Pos Indonesia juga mengarahkan pada digitalisasi menyesuaikan dengan tren sekarang.

"Tren sekarang orang mulai mager alias malas gerak. Ke depan, kami akan mendorong layanan finansial bisa diakses lewat berbagai saluran," ujar Ihwan.

Menurut dia, tanpa melakukan proses digitalisasi, PT Pos Indonesia menjadi tidak relevan. Membangun digitalisasi bisnis tidak hanya harus canggih tapi juga mesti cocok dengan target pasar mana yang ingin dilayani.

Dengan penyesuaian teknologi yang cocok dengan target pasar, Ihwan yakin akan pelanggan akan setia menggunakan layanan PT Pos Indonesia.

"Ketika teknologi itu cocok dengan pelanggan, mereka akan mudah menggunakan sehingga meskipun banyak pesaing atau alternatif yang baru tentunya kami punya bagian pasar tersendiri," ujar Ihwan.

Selain adaptif untuk urusan eksternal, PT Pos juga melakukan penyesuaian internal. Ihwan mengatakan PT Pos Indonesia melakukan perekrutan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan pengembangan bisnis-bisnis baru yang belum punya SDM berkompetensinya.

"Tentunya ada SDM yang masih belum menguasai teknologi 4.0 sehingga yang belum menguasai artinya kami bisa didik atau kalau memang sudah terlampau ketinggalan, kami alokasikan untuk mengurus bisnis yang tidak begitu canggih," ujar Ihwan.

Bisnis yang memerlukan kecanggihan teknologi, Ihwan mengatakan PT Pos Indonesia masih mengandalkan rekrutmen baru.

"Melalui fresh graduate, kami persiapkan untuk bakat-bakat di masa depan. Tapi kami juga melakukan perekrutan profesional. Sehingga waktu kami mengembangkan bisnis baru tersebut bisa cepat," ujar Ihwan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah

Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:26 WIB

Karya Anak Bangsa Seperti Gojek, Pimpin Transformasi Revolusi Industri 4.0

Karya Anak Bangsa Seperti Gojek, Pimpin Transformasi Revolusi Industri 4.0

Bisnis | Selasa, 23 Juli 2019 | 16:46 WIB

PT Pos Bantah Pinjam Duit ke Bank buat Gaji Karyawan dan Mau Bangkrut

PT Pos Bantah Pinjam Duit ke Bank buat Gaji Karyawan dan Mau Bangkrut

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 17:14 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB