- Kopdes Merah Putih akan menyerap hasil produksi desa bekerja sama dengan BUMDes.
- Kementerian Desa menggandeng 10 asosiasi desa guna mengawal operasional program di 75.266 desa.
- Sebanyak 20 persen laba koperasi menjadi Pendapatan Asli Desa, sementara 80 persen sisanya dikembalikan untuk masyarakat desa.
Suara.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih tidak akan menjadi pesaing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sebaliknya, koperasi tersebut akan berperan sebagai penampung (offtaker) hasil produksi masyarakat desa yang dikelola bersama BUMDes untuk memperkuat ekonomi desa.
Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, Kementerian Desa dan PDT menggandeng 10 asosiasi desa sebagai mitra strategis dalam mengawal pelaksanaan Kopdes Merah Putih di 75.266 desa di seluruh Indonesia.
"Jadi 10 asosiasi desa ini menjadi mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan program Bapak Presiden melalui Asta Cita yang ke-6 itu benar-benar terlaksana," kata Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Yandri, Kopdes Merah Putih dirancang menjadi penghubung antara hasil produksi masyarakat dengan pasar.
Karena itu, koperasi akan bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan berbagai komoditas unggulan sesuai potensi masing-masing desa.
"Jumlah desa banyak sekali 75.266, dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa," ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh potensi ekonomi desa akan dimaksimalkan melalui operasional Kopdes Merah Putih. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, keuntungan koperasi juga akan memberikan manfaat langsung bagi pemerintah desa.
Yandri menjelaskan, sebanyak 20 persen laba koperasi akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sedangkan 80 persen sisanya akan kembali kepada masyarakat desa.
"Jadi pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan, Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisanya yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu," jelasnya.

Selain mengembangkan koperasi, Kementerian Desa juga terus memperluas program desa tematik yang disesuaikan dengan potensi ekonomi di masing-masing daerah. Program tersebut, kata Yandri, telah menunjukkan hasil positif selama setahun terakhir.
Salah satu hasilnya adalah banyaknya BUMDes yang kini menjadi pemasok utama bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Hampir seribu bahkan BUMDes itu menjadi penyuplai utama MBG," ungkap Yandri.
Ke depan, pengembangan desa tematik akan terus diperluas, mulai dari desa jagung, padi, perikanan, hingga perkebunan. Seluruh hasil produksinya akan diserap oleh Kopdes Merah Putih melalui kerja sama dengan BUMDes.
"Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerjasama dengan badan usaha milik desa," pungkasnya.