Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Kemnaker : Kolaborasi 3 Negara Perkuat Informasi Pasar Kerja

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Minggu, 28 Juli 2019 | 19:49 WIB
Kemnaker : Kolaborasi 3 Negara Perkuat Informasi Pasar Kerja
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Khairul Anwar, saat membuka "The 9th IMT-GT Working Group on Human Resources Development, Education and Culture Meeting", Jakarta, Kamis (25/7/2019). (Dok : Kemnaker)

Suara.com - Peran aktif dan kerja sama antar tiga negara anggota IMT - GT, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand, diperkuat dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, meningkatkan mobilisasi tenaga kerja, dan membentuk sistem informasi pasar kerja di tiga negara. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan dua program yang saat ini berjalan, yaitu penguatan portal informasi pasar kerja dan pengakuan kompetensi keterampilan.

Kedua program ini sangat penting dalam pengembangan ketenagakerjaan di ketiga negara anggota.

"Dengan adanya portal informasi pasar kerja diantara tiga negara, diharapkan pasar tenaga kerja di tiga negara tersebut dapat terhubung, sehingga kesempatan kerja dapat lebih luas," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Khairul Anwar, saat membuka "The 9th IMT-GT Working Group on Human Resources Development, Education and Culture Meeting", Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Ia berharap, pertemuan ini dapat membentuk suatu informasi pasar kerja yang aktif dan adaptif, sehingga dapat dimanfaatkan optimal ketiga negara. Pemetaan informasi yang detail, akurat dan dinamis dari pasar kerja ini diharapkan juga bisa memberikan informasi yang baik untuk lembaga pelatihan dan pendidikan,sehingga tahu apa yang dibutuhkan oleh pengguna.

"Paling penting, informasi pasar kerja yang disepakati ini harus , sehingga siapapun masyarakat kita dapat dengan mudah mengakses informasi pasar kerja. Itulah perlunya kolaborasi ketiga negara dalam menyampaikan informasi lowongan kerja masing-masing negara," kata Khairul.

Selain pembentukan sistem informasi pasar kerja yang lebih aktif dan adaptif,  Khairul juga mengapresiasi capaian Working Grup ini, khususnya dalam implementation Blueprint (IB) 2017 -2021 yang lebih konkrit.

"Tiga negara sudah fokus ke arah mutual recognition of skills atau pengakuan keterampilan yang telah disepakati di bidang welding, automotif dan sektor pariwisata (spa dan barista). Didukung jeraring BLK dan harmonisasi standar kualifikasi di tiga negara anggota IMT - GT, tentunya akan membawa dampak yang sangat baik bagi integrasi dan kerjasama ketenagakerjaan di kawasan sub-regional," kata Khairul.

Ia juga menegaskan, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mewujudkan iklim bisnis yang kondusif, baik dari sisi regulasi, perizinan, insentif, dan agar dapat meningkatkan investasi asing ke Indonesia. Investasi Malaysia dan Thailand yang datang ke Indonesia diharapkan dapat meningkat.

"Pemerintah Indonesia mengajak kalangan dunia usaha dan industri yang berasal dari dalam maupun luar negeri (PMA) untuk berinvestasi di Indonesia dan mendukung pengembangan SDM dengan membangun sistem pelatihan kerja dan sertifikasi profesi secara terpadu bagi pekerja Indonesia," kata Khairul.

Dalam kesempatan itu, Khairul juga menyampaikan empat poin terkait masalah, tantangan, sekaligus jawaban atas masalah dan tantangan ketenagakerjaan dewasa ini.

"Pertama, ekosistem ketenagakerjaan. Intinya, ekosistem ketenagakerjaan kita ini kaku dan rigid, sehingga perlu ditransformasikan menjadi lebih fleksibel sesuai perkembangan pasar kerja masa depan," katanya.

Kedua, pasar kerja di Indonesia masih kurang aktif, sehingga perlu dipastikan menjadi pasar kerja aktif dengan sejumlah intervensi kebijakan pemerintah.

"Ketiga, pengembangan skill. Skill SDM yang ada masih disfektif, sehingga perlu ditransformasikan ke arah yang adaptif terhadap perubahan untuk mengatasi kualitas, kuantitas maupun persebaran SDM yang kurang merata," kata Khairul.

Terakhir,  jaminan sosial yang pada intinya jaminan sosial ke depan perlu diperkuat dan diperluas agar lebih inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemnaker Minta Perusahaan di Indonesia Lapor WLKP secara Online

Kemnaker Minta Perusahaan di Indonesia Lapor WLKP secara Online

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 13:41 WIB

Kemnaker Dorong Instruktur BLK Familiar Operasikan Teknologi

Kemnaker Dorong Instruktur BLK Familiar Operasikan Teknologi

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 13:29 WIB

Kemnaker dan Huawei Mengadakan Pelatihan Keterampilan Telekomunikasi

Kemnaker dan Huawei Mengadakan Pelatihan Keterampilan Telekomunikasi

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 15:59 WIB

Latih 100.000 Teknisi AC, Kemnaker Kerja Sama dengan KLHK

Latih 100.000 Teknisi AC, Kemnaker Kerja Sama dengan KLHK

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 08:26 WIB

Kemnaker Minta Pegawai Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi Informasi

Kemnaker Minta Pegawai Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi Informasi

Tekno | Selasa, 16 Juli 2019 | 08:47 WIB

Kemnaker Minta Perusahaan Segera Terapkan Standar K3 Baru

Kemnaker Minta Perusahaan Segera Terapkan Standar K3 Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juli 2019 | 08:13 WIB

Terkini

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52 WIB