Kembalikan Kejayaan Rempah Nusantara, Kementan Ekspor Pala ke Belanda

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 13:12 WIB
Kembalikan Kejayaan Rempah Nusantara, Kementan Ekspor Pala ke Belanda
Kementan ekspor Pala ke Belanda. (Dok : Kementan).

Suara.com - Pala merupakan komoditi perkebunan, yang menjadi salah satu tanaman rempah paling difokuskan untuk diekspor. Sebagaimana kebijakan Kementerian Pertanian dalam mengembalikan kejayaan rempah Nusantara, Ditjen Perkebunan telah melakukan pembinaan kepada petani dari sisi hulu untuk mningkatkan produksi dan produktivitas pala yang siap diekspor.

Kementan juga melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha dalam memperluas akses pasar pala ke negara lain, khususnya Eropa, yang sangat berminat untuk ekspor rempah Indonesia.

“Keberhasilan pencapaian peningkatan produksi dan produktivitas harus dibarengi dengan kesiapan dukungan dan penguatan di sub-sistem hilirnya, terutama dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing, sehingga berbagai produk perkebunan segar dan olahan mampu menguasai pasar domestik, serta memiliki keunggulan untuk menembus pasar internasional,” kata Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, dalam sambutannya dalam pelepasan ekspor pala Indonesia ke Belanda, yang diinisiasi oleh mitra usaha komoditas perkebunan, PT  Alam Sari Interbuana, Depok, Jawa Barat, Jumat (16/8/2019). 

Kasdi menambahkan, sebagaimana amanat Peraturan Menteri Pertanian nomor 19 tahun 2019 tentang Pengembangan Ekspor Komoditas Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan mendapat amanat untuk mengakselerasi peningkatan daya saing komoditas perkebunan di pasar internasional melalui ekspor dan kegiatan promosi. Berkaitan dengan hal tersebut, komoditas unggulan perkebunan seperti Ppla terus didorong untuk berkontribusi terhadap penerimaan negara dari ekspor.

Produksi pala Indonesia pada 2018, berdasarkan data Ditjen Perkebunan adalah 36.242 ton, dengan daerah penghasil meliputi Maluku Utara dengan produksi 8.325 ton; Aceh dengan produksi 6.273 ton; Maluku 5.774 ton; Papua Barat 5.675 ton; Sulawesi Utara 5.201 ton; Jawa Barat 1.319 ton; dan Sumatera Barat 1.015 ton.

Masih berdasarkan data yang sama, pala Indonesia pada 2018 diekspor sebanyak 20.202 ton dengan nilai ekspor  111,69 juta dolar AS, yang mana sebagian besar diekspor ke Vietnam dengan volume 9.188 ton dan nilai 26,37 juta dolar AS. 

Adapun dari total ekspor pala Indonesia, sebanyak 19,7 persen atau 3.979 ton diekspor ke Uni Eropa, dengan nilai ekspor mencapai 31,31 juta dolar AS. Untuk pala Indonesia yang diekspor ke Belanda, selama 2018 sebanyak 1.108 ton, yang nilainya  9,63 juta dolar AS. 

PT Alam Sari Interbuana merupakan salah satu mitra binaan Direktorat Jenderal Perkebunan yang bergerak dibidang pembinaan dan trading komoditas rempah Indonesia, khususnya pala ke pasar internasional.

Perusahaan ini akan melakukan ekspor pala pada 16 Agustus 2019, sebanyak 13 ton, yang terdiri dari nutmeg shrivels (5 ton) dan nutmeg shells (8 ton), yang ditujukan kepada Mouw Sourcing B.V/Spicemasters, Belanda, melalui pelabuhan Tanjung Priok menuju pelabuhan Rotterdam.

baca juga

Pala yang diekspor PT Alam Sari Interbuana berasal dari petani di Sulawesi Utara dan Maluku. Sebagian dari petani pala tersebut telah mendapatkan fasilitasi dari Ditjen Perkebunan, berupa peralatan pasca panen melalui dana TP 2015 dan 2017.

“Ke depan, kami berharap, para pelaku usaha lainnya dapat bersinergi dengan pemerintah untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi produk unggulan lokal dari masing-masing daerah, dengan berbagai komoditas dan produk yang spesifik dan memiliki kekhasan. Selain itu, dapat mengembangkan potensi pasar dan akses nya ke beberapa negara yang memiliki minat dan membutuhkan komoditas perkebunan, yang pada akhirnya diharapkan dapat membuka berbagai peluang investasi komoditas perkebunan di pasar domestik maupun internasional,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sawah di Lebak Puso, Kementan Ajak Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Sawah di Lebak Puso, Kementan Ajak Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 09:21 WIB

Ekspor Arang dan Sabut Kelapa Indonesia Prospektif untuk Ditingkatkan

Ekspor Arang dan Sabut Kelapa Indonesia Prospektif untuk Ditingkatkan

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:44 WIB

Pupuk Berperan Penting Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pertanian

Pupuk Berperan Penting Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pertanian

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:51 WIB

Puso, Petani Tegal Ajukan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi

Puso, Petani Tegal Ajukan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:11 WIB

Cangkang Sawit Indonesia Bakal Penuhi Kebutuhan Energi Terbarukan Dunia

Cangkang Sawit Indonesia Bakal Penuhi Kebutuhan Energi Terbarukan Dunia

Jabar | Senin, 05 Agustus 2019 | 17:56 WIB

Gula Semut dari Kulon Progo Diminati Pasar Internasional

Gula Semut dari Kulon Progo Diminati Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 19:16 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×