Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Pakai Cara Ini Pasarkan Properti Lebih Untung dan Efisien

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 09 September 2019 | 10:11 WIB
Pakai Cara Ini Pasarkan Properti Lebih Untung dan Efisien
Ilustrasi investasi properti, rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Kondisi ekonomi Indonesia di Semester I 2019 terutama pasca pemilu kemarin berpengaruh positif terhadap sektor properti. Penjualan properti Indonesia di Semester I 2019 dinilai lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Konsultan properti Savills Indonesia mengatakan, kondisi ini akan semakin baik memasuki Semester II tahun ini dan mencapai puncaknya di 2020.

Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, secara fundamental pasar properti masih mengalami tekanan domestik dan global. Namun, bukan berarti sektor properti tidak akan bangkit.

Kalau ketegangan global menurun ditambah insentif pemerintah plus kenaikan peringkat investasi Indonesia di mata dunia, Indonesia masih memiliki daya tarik.

"Investor properti masih melirik Indonesia," kata Anton dalam keterangannya, Senin (9/9/2019).

Kondisi ini berpengaruh juga pada para agen properti. Dengan raport penjualan yang baik, maka Agen Properti juga akan memiliki kesempatan untuk meraup untung.

Pada dasarnya seorang Agen yang antisipatif menggunakan dana untuk jasa iklan sebagai alat pemasarannya. Iklan pun ada yang dikenai biaya dan ada yang tidak sesuai kebutuhan si Agen dan tidak tepat sasaran.

Brighton Real Estate berusaha untuk meminimalisir ketidakefektifan tersebut lewat One Management System, satu-satunya sistem pemasaran properti di Indonesia yang bisa membantu para agen untuk memasarkan propertinya dengan efisien.

Konsep one management system memungkinkan para agen properti bekerja lebih efektif, bahkan ketika berada di luar wilayahnya.

"Jadi, kalau ada agen yang punya klien di Bali, sementara agen itu tinggalnya di Jakarta, maka proses penjualan dan transaksinya tetap bisa dilakukan lewat kantor di Bali, agen yang tinggal di Jakarta bisa bekerja sama dengan agen Bali sehingga agen Jakarta bisa tetap menerima income," ujar Chief of Corporate Brighton Indonesia, Widjaja Santoso.

Menurut Widjaja, sistem tersebut sangat memudahkan para agen properti, bahkan yang masih pemula sekalipun untuk memulai bisnis, terutama di sektor properti.

Selain tanpa modal, kemudahan bertransaksi pun menjadi pertimbangan bagi para pemula di bisnis properti untuk memulai bisnis sebagai agen properti.

"Bagi para agen yang berjualan properti, keunggulan sistem akan memberi integrasi yang akan mendukung mereka dari segi pemasaran dan juga mempermudah mereka beraktivitas dan bertransaksi di setiap kantor di seluruh Indonesia," tambah Widjaja.

Menurut Widjaja, selain one management system dan pelatihan, Brighton juga memiliki keunggulan dalam hal dukungan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh agen properti.

Terlebih, dengan perkembangan teknologi saat ini, pengusaaan teknologi informasi menjadi hal mutlak yang harus dimiliki oleh agen properti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Ini Bisa Hasilkan Uang Berlimpah Meski Sambil Tidur

5 Cara Ini Bisa Hasilkan Uang Berlimpah Meski Sambil Tidur

Bisnis | Selasa, 03 September 2019 | 06:06 WIB

Investor Asing Boleh Tanam Modal di Tanah Air Tanpa Perlu Datangi BKPM

Investor Asing Boleh Tanam Modal di Tanah Air Tanpa Perlu Datangi BKPM

Bisnis | Senin, 02 September 2019 | 10:44 WIB

Tak Mau Miskin di Hari Tua? Coba 5 Cara Mudah Ini

Tak Mau Miskin di Hari Tua? Coba 5 Cara Mudah Ini

Bisnis | Senin, 02 September 2019 | 09:25 WIB

Terkini

Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya

Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:35 WIB

Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA

Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:27 WIB

11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas

11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:24 WIB

KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Leasing Berbondong-bondong Atur Ulang Tata Kelola Penagihan

KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Leasing Berbondong-bondong Atur Ulang Tata Kelola Penagihan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:20 WIB

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:19 WIB

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:10 WIB

Intip Strategi PGN Berdayakan UMKM Inklusif

Intip Strategi PGN Berdayakan UMKM Inklusif

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:09 WIB

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:38 WIB

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:37 WIB