Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Sejak Mei 2019, Kementan Lakukan Relokasi Pupuk Bersubsdi

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 20 September 2019 | 07:52 WIB
Sejak Mei 2019, Kementan Lakukan Relokasi Pupuk Bersubsdi
Kementan melakukan realokasi pupuk bersubsidi bagi daerah yang kekurangan pupuk untuk musim tanam Oktober - Maret. (Dok : Kementan)

Suara.com - Realokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian TA. 2019 dengan SK Dirjen nomor 21.2/KPTS/SR.310/B/05/2019 yang ditandatangani 13 Mei 2019. Atas dasar tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan relokasi pupuk bersubsdi sejak Mei 2019. 

Relokasi ini dilakukan karena terjadinya peningkatan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sampai April 2019. Dengan mempertimbangkan antisipasi kemungkinkan kekurangan pupuk di beberapa provinsi, termasuk di Sumatera Utara, maka realokasi pupuk bersubsidi dilakukan.

Khusus untuk Sumut, alokasi semula untuk pupuk bersubsidi urea 96.893 ton, naik menjadi 101.750 ton, SP36 dari 32.155 ton, naik menjadi 33.773 ton, ZA 29.107 ton, naik menjadi 34.107 ton, dan NPK 78.129 ton, naik menjadi 83.221 ton.

Ilustrasi pupuk. (Dok : Kementan)
Ilustrasi pupuk. (Dok : Kementan)

"Seharusnya sudah tidak ada lagi kekurangan pupuk bersubsdi di Sumatera Utara. Apalagi SK Dirjensebetulnya sudah di-follow up oleh Dinas Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Utara, dengan diterbitkannya Surat Keputusan Realokasi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi ketiga yang ditandatangani 12 Agustus 2019, termasuk di dalammnya Kabupaten Dairi," ujar Dirjen PSP, Sarwo Edhy, Jakarta, Kamis (20/9/2019).

Namun, jika masih terdapat kelangkaan pupuk atau kekurangan pupuk, Kementan akan segera tindak lanjuti dengan menerbitkan SK Dirjen kedua, untuk merealokasi kebutuhan pupuk di Sumut.

Sarwo meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memvalidasi data luas baku lahan pertanian yang dimiliki. Hal ini bertujuan untuk kepentingan alokasi pupuk bersubsidi yang akan diberikan pemerintah.

Dia mengatakan, kesalahan data luas baku lahan pertanian ini memang terjadi di sejumlah daerah di hampir semua Provinsi, sehingga hal tersebut mempengaruhi jatah pupuk yang diterima daerah.

"Untuk sementara, daerah yang kekurangan pupuk bersubsidi memakai pupuk nonsubsidi sebagai pengganti pupuk subsidi pada musim tanam ini, sampai proses validasi diselesaikan masing-masing daerah," ujarnya.

Saat ini, Kementan, Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dan Badan Informasi Geospasial (BIG) tengah memvalidasi lahan sawah yang dinolkan dari peta lahan pertanian. Akibat dinolkannya data lahan sawah, sejumlah daerah tak lagi mendapat jatah pupuk bersubsidi.

"Data ini yang menjadi acuan Kementan mengalokasikan pupuk bersubsidi. Semua berdasarkan data seluruh PPL dan ditandatangani kepala desa dan camat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Strategi Kementan Hadapi Kemarau Panjang

Ini Strategi Kementan Hadapi Kemarau Panjang

Bisnis | Rabu, 18 September 2019 | 18:21 WIB

Pupuk Subsidi Berkurang, Kartu Tani Diyakini Dapat Hentikan Penyalahgunaan

Pupuk Subsidi Berkurang, Kartu Tani Diyakini Dapat Hentikan Penyalahgunaan

Bisnis | Rabu, 18 September 2019 | 10:52 WIB

Kementan : Tak Ada Ruang bagi Oknum yang Selewengkan Alsintan

Kementan : Tak Ada Ruang bagi Oknum yang Selewengkan Alsintan

Bisnis | Selasa, 17 September 2019 | 08:47 WIB

DPR Puji Kinerja Kementerian Pertanian Selama 5 Tahun Terakhir

DPR Puji Kinerja Kementerian Pertanian Selama 5 Tahun Terakhir

Bisnis | Senin, 16 September 2019 | 18:31 WIB

Kementan Dukung Pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi

Kementan Dukung Pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi

Bisnis | Minggu, 15 September 2019 | 12:11 WIB

Indonesia Dukung Kemitraan Fund for Agricultural Development Membangun Desa

Indonesia Dukung Kemitraan Fund for Agricultural Development Membangun Desa

Bisnis | Sabtu, 14 September 2019 | 09:10 WIB

Terkini

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:29 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:12 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:05 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50 WIB

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:00 WIB