Irigasi Perpompaan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi di Ciamis

Fabiola Febrinastri
Irigasi Perpompaan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi di Ciamis
Kunjungan Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, ke wilayah yang berpotensi mengalami dampak kekeringan. (Dok : Kementan)

Sumber air Sungai Citanduy untuk mengairi lahan seluas 40 hektare.

Suara.com - Bantuan perpompaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) terbukti meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Hal ini juga terjadi Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, dari yang semula 2,5 menjadi IP 3.

Irigasi perpompaan dikelola Kelompok Tani Sukamukti II, Desa Kertaharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Irigasi ini memanfaatkan sumber air Sungai Citanduy untuk mengairi lahan seluas 40 hektare.

"IP sebelum ada kegiatan irigasi perpompaan 2,5, namun setelah ada bantuan irigasi perpompaan menjadi 3," ujar Kasi Lahan dan Irigasi Kementan, Titin Kartini, Jabar, Jumat (4/10/2019).

Irigasi perpompaan ini digunakan untuk mengairi lahan yang ditanami padi. Pengembangan irigasi perpompaan sumber anggaran APBN TA. 2018 sebesar Rp 107.600.000.

"Saat ini, kelompok tani sedang membahas terkait managemen pengelolaan, karena irigasi perpompaan ini baru percobaan pengoperasian tahun ini," kata Titin.

Dalam tiga tahun terakhir, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan giat membangun irigasi perpompaan, baik untuk mendukung kebutuhan tanaman pangan, hortikultura maupun peternakan.

Selama tiga tahun, atau tepatnya  2016 - 2019, irigasi perpompaan untuk tanaman pangan telah dibangun sebanyak 2.358 unit, sementara untuk kebutuhan tanaman hortikultura dan peternakan masing-masing telah dibangun 429 unit dan 322 unit.

Dirjen PSP, Sarwo Edhy mengatakan, dampak dari pembangunan irigasi perpompaan untuk mendukung tanaman pangan diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) 0,5.

Dari 2.358 unit irigasi perpompaan yang telah dibangun, bila masing-masing unit dapat mengairi seluas 10 hektare, maka luas lahan yang dapat diairi saat musim kemarau seluas 47,16 ribu hektare.

"Bila peningkatan IP 0,5 dapat dicapai, maka akan didapat penambahan luas tanam seluas 29.780 hektare. Dampak selanjutnya diperoleh peningkatan produksi sebanyak 154.850 ton," jelasnya.

Sarwo menambahkan, irigasi perpompaan dibangun untuk mendukung komoditas hortikultura sebanyak 429 unit. Bila masing-masing unit mampu mengairi 10 hektare, maka dari seluruh irigasi perpompaan yang dibangun akan mengairi lahan hortikultura saat musim kemarau seluas 4.290 hektare.

Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian juga telah membangun irigasi perpompaan untuk mendukung kebutuhan ternak ruminansia sebanyak 322 unit.

"Dengan estimasi satu unit mampu melayani air sebanyak 10 ekor ternak, maka terdapat 3.220 ekor ternak yang terjamin ketersediaan air minum dan sanitasi kandangnya," ujarnya.

Irigasi perpompaan merupakan sistem irigasi dengan menggunakan pompa air yang pendistribusiannya melalui saluran terbuka maupun tertutup.

"Irigasi perpompaan ini mencangkup tiga komponen utama yaitu pompa air dan kelengkapannya, bak penampung sebagai reservoir untuk mendekatkan jarak dari sumber air ke lahan. Kemudian jaringan distribusi baik tertutup maupun terbuka yang berfungsi untuk membawa dan atau membagi air ke lahan yang akan diairi," jelas Sarwo.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS