Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Sulit Dapat Kerja, 5.000 SMK Bakal Direvitalisasi Pemerintah

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 07 Oktober 2019 | 16:09 WIB
Sulit Dapat Kerja, 5.000 SMK Bakal Direvitalisasi Pemerintah
Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdatul Ulama (NU) Muara Padang, Kabupaten Banyuasin. (suara.com/Andhiko)

Suara.com - Pemerintah berencana merevitalisasi sekitar 5.000 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sampai tahun 2025 mendatang, tujuannya agar setiap lulusan SMK siap bekerja sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy usai rapat koordinasi terkait vokasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin (7/10/2019).

"2020-2025 target kita 5 ribu seluruh wilayah Indonesia. Bahan dasarnya inpres nomor 9 2016 tentang revitalisasi SMK yang kita harapkan pertama jumlah SMK lebih banyak dibanding SMA dan menyiapkan jumlah lulusan masuk dunia kerja sesuai dengan tuntutan dunia kerja produktif yaitu 4.0," kata Muhajir.

Muhajir bilang revitalisasi tersebut juga akan merubah kurikulum dan jurusan SMK dengan mempertimbangkan kebutuhan industri, seperti sektor pariwisata, pertanian produktif, ekonomi kreatif, kemaritiman, energi dan pertambangan.

"Yang terutama perubahan pendekatan kurikulum, sudah berkali kali itu, yaitu dari suplai base ke demand base, jadi kurikulum SMK yang menentukan bukan hanya pemerintah tapi juga dunia industri," ucapnya.

Untuk anggaran yang dipersiapkan kata pria asal Madiun, Jawa Timur ini pemerintah merogoh kocek sekitar Rp 4,3 triliun yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk Kemendikbud.

Revitalisasi ini bertujuan ketika pemerintah mendapatkan kenyataan bahwa lulusan SMK acap kali sulit mendapatkan pekerjaan karena lulusan yang tidak sinkron dengan dunia pekerjaan saat ini.

"Rendahnya serapan lulusan SMK itu sebagai fakta dan kemudian Presiden mengambil kebijakan untuk revitalisasi dan revitalisasi SMK baru turun awal 2017, untuk penataan dan persiapannya baru 2018, jadi memang perlu waktu," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asyik, 6 Permainan Tradisional Ini Ada di Pekan Kebudayaan Nasional Lho!

Asyik, 6 Permainan Tradisional Ini Ada di Pekan Kebudayaan Nasional Lho!

Lifestyle | Senin, 07 Oktober 2019 | 13:48 WIB

Digerebek Kumpul Kebo, Siswi SMK Ngumpet di Toilet, Pacarnya Pura-pura Bobo

Digerebek Kumpul Kebo, Siswi SMK Ngumpet di Toilet, Pacarnya Pura-pura Bobo

Jatim | Senin, 07 Oktober 2019 | 11:35 WIB

Beredar Percakapan Soal Massa Bayaran Aksi di DPR, Polisi Lakukan Pendataan

Beredar Percakapan Soal Massa Bayaran Aksi di DPR, Polisi Lakukan Pendataan

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 12:33 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:04 WIB

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:47 WIB

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

×