Awal 2020, Anak SMK Bakal Lebih Banyak Praktik Ketimbang Teori

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Awal 2020, Anak SMK Bakal Lebih Banyak Praktik Ketimbang Teori
Mendikbud Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan UNBK di Kota Malang Jawa Timur, Selasa (26/3/2019). [Suara.com/Aziz Ramadani]

Supaya lulusan SMK siap terjun ke dunia kerja.

Suara.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bakal membuat kurikulum baru bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dimana nantinya dalam kurikulum baru tersebut siswa SMK akan lebih banyak praktik di lapangan ketimbang berada di bangku sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy mengatakan kurikulum baru ini akan diterapkan dalam jangka waktu yang bertahap di mulai dari tahun 2020.

"Sebetulnya memang secara teoritik, kita tidak mungkin betul-betul bisa menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dari sekolah, karena itu biasanya ada pre-service training, jadi pelatihan sebelum memasuki dunia kerja," kata Muhajir saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin (7/10/2019).

Maka dari itu kata dia, jajarannya akan merubah sistem kurikulum di SMK, dimana siswa SMK akan lebih banyak melakukan praktik kerja langsung di lapangan dengan menggandeng perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri yang dibutuhkan.

"Tapi kita juga sekarang berusaha untuk buat terobosan bagaimana anak SMK langsung masuk dunia kerja dengan cara kerja sama dengan industri lewat pemagangan, karena itu sekarang diupayakan anak-anak belajarnya 60-70 persen dunia industri tidak di kelas tapi praktik di lapangan, sehingga ketika dia tamat nanti bisa langsung masuk dunia kerja," ucapnya.

"Pendekatan kurikulumnya demand base jadi kurikulum menentukan perusahaan, dia sebetulnya mau apa sih lulusan yang dia kehendaki, kurikulum dia tetapkan dengan pengawasan kita, kalau perlu gurunya juga silakan seperti apa," Muhajir menambahkan.

Untuk memuluskan rencananya tersebut, Muhajir menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk melakukan kerjasama antara Kemendikbud dan Kadin dalam memberikan pelatihan kepada siswa SMK.

"Jadi sekarang siswa di samping dapat ijazah yang lebih penting dia dapat sertifikat kemahiran ini betul-betul ada standar baik nasional oleh BNSP dan internasional sesuai bidang misal kalau laut standar imo, kalau hotel standar asosiasi hotel internasional sehingga kalau tamat kalau bekerja di kapal asing dengan sertifikat yang mereka punya maka kualifikasi keahlian posisi jabatan dan penghargaan terhadap dia sama dengan pekerja asing yang punya sertifikat yang sama," harapnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS