Pemanfaatan Air Sangat Penting untuk Tingkatkan Produksi Pertanian

Fabiola Febrinastri

Senin, 07 Oktober 2019 | 18:30 WIB
Pemanfaatan Air Sangat Penting untuk Tingkatkan Produksi Pertanian
Petani gunakan drone untuk tabur pupuk. (Dok : Kementan).

Suara.com -  Air menjadi salah satu faktor penting dalam usaha tani, sehingga itu di tengah perubahan iklim, pemanfaatan air seoptimal mungkin menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian.

Pada saat bersamaan, pemerintah juga mendorong modernisasi pertanian melalui bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Dengan air dan alsintan, pertumbuhan ekonomi yang disumbangkan dari sektor pertanian diharapkan bisa naik hingga 10 persen.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman minta semua pihak untuk memanfaatkan air untuk kebutuhan pertanian. Apalagi air hujan yang turun ke Indonesia 20 - 30 ribu kubik per hektare per tahun, sedangkan kebutuhan hanya 10 ribu kubik per hektare per tahun, sisanya 80 persen terbuang ke laut.

Jika air tersebut ditampung dan dimanfaatkan dengan baik, pertumbuhan ekonomi dari pertanian bisa mencapai 10 persen. 

"Kita kalkulasi, tanah di Indonesia ada 46 juta hektare, rain-fed land sekitar 4 juta yang hanya bisa tanam 1 kali. Rata-rata pertanaman (planting indek) di Indonesia hanya 1,7 kali dalam setahun. Padahal luasnya 8,7 juta hektare, seharusnya bisa menanam 3 kali atau dalam 2 tahun bisa minimal 7 kali tanam," kata Mentan, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Selain faktor air, pertumbuhan ekonomi juga bisa dipacu dengan modernisasi dan digitalisasi pertanian yang tengah dilakukan saat ini. 

"Dulu tanam butuh waktu sampai 3 bulan, olah tanah butuh waktu 25 hari. Begitu juga panen, per orang per hektare butuh waktu sampai 25 hari. Belum lagi tertunda untuk syukuran dulu, keburu habis itu air untuk tanam. Kalau sekarang dengan modernisasi bisa dilakukan hanya 3 jam saja (dari olah tanah dan saat panen)," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, dengan tersedianya air dan modernisasi yang sudah ada sekarang, petani bisa melakukan efisiensi waktu. Kementan pun sudah memiliki alat pengolah panen (combine) yang dikombinasikan dengan pengolah lahan (rotavator) sehingga setelah panen, bisa langsung mengolah lahan.

"Mimpi kami adalah panen, mengolah langsung tanam pakai drone. Tidak perlu sentuh tangan. Yang muda tinggal lakukan dari bawah pohon. Tinggal kontrol lewat GPS, hanya butuh 5 jam," kata Sarwo.

baca juga

Hingga sekarang pertumbuhan ekonomi yang disumbang oleh pertanian baru mencapai 3,7 persen. 

"Dengan indeks pertanaman yang naik hingga 2 maupun 3 kali lipat, maka produktivitas naik, ekspor naik, pertumbuhan ekonomi naik, investasi naik dan hilirisasi naik, industri berkembang, petani sejahtera. Ini luar biasa," katanya.

Pada periode 2012 - 2018, pertumbuhan ekonomi nasional (PDB nasional atas dasar harga konstan 2010) cenderung mengalami penurunan dari 5,56 persen ke 5,17 persen, namun pada kurun waktu yang sama, pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan secara umum justru naik dari 3.85 persen menjadi 3.91 persen. 

Pada periode tersebut PDB sektor pertanian, kehutanan dan perikan telah naik 25 persen Rp 1039 triliun ke 1307 triliun, yang merefleksikan peningkatan produksi sektor ini.  Peningkatan terbesar pada 1 tahun terakhir terjadi pada tanaman hortikultura (6.99 persen) dan perikanan (5,2 persen) yang bahkan melampaui pertumbuhan PDB nasional (5.17 persen). 

Peningkatan PDB ini mencerminkan peningkatkan produksi dan nilai tambah yang terjadi dalam kurun waktu tersebut. PDB pertanian terbesar disumbang oleh tanaman perkebunan (3,30 persen) dan tanaman pangan (3,03 persen). 

"Hal ini dapat dipahami mengingat tanaman perkebunan merupakan andalan ekspor sedangkan besarnya PDB tanaman pangan didorong oleh kebutuhan konsumsi domestik yang juga sangat besar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Hortikultura dari 6 Kabupaten di Sumut Laris di Pasar Ekspor

Produk Hortikultura dari 6 Kabupaten di Sumut Laris di Pasar Ekspor

Bisnis | Minggu, 06 Oktober 2019 | 15:45 WIB

Hortikultura Ramah Lingkungan, Ekspor ke 113 Negara Naik 11,92 Persen

Hortikultura Ramah Lingkungan, Ekspor ke 113 Negara Naik 11,92 Persen

Bisnis | Minggu, 06 Oktober 2019 | 14:57 WIB

Irigasi Perpompaan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi di Ciamis

Irigasi Perpompaan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi di Ciamis

Bisnis | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 07:11 WIB

Ponorogo Kekeringan, Namun Bisa Diatasi dengan Pompanisasi

Ponorogo Kekeringan, Namun Bisa Diatasi dengan Pompanisasi

Bisnis | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 08:46 WIB

Kementan : Frekuensi Ekspor 2019 di Riau Meningkat hingga 38,8 Persen

Kementan : Frekuensi Ekspor 2019 di Riau Meningkat hingga 38,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 08:37 WIB

Kementan Dorong Penanaman Manggis untuk Konservasi dan Kurangi Emisi Karbon

Kementan Dorong Penanaman Manggis untuk Konservasi dan Kurangi Emisi Karbon

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2019 | 09:46 WIB

Terkini

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

×