Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Eks Tentara Israel (IDF) Jalankan Bisnis Properti di Bali, Kok Bisa Lolos Imigrasi?

M Nurhadi

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:12 WIB
Eks Tentara Israel (IDF) Jalankan Bisnis Properti di Bali, Kok Bisa Lolos Imigrasi?
Mantan tentara Israel Defence Forces (IDF), Shachar Gonen (SG) dan pacarnya [Ist]

Suara.com - Isu sensitif terkait kehadiran mantan tentara Israel Defence Forces (IDF) yang diduga menjalankan bisnis properti mewah di Bali tengah menjadi viral di media sosial.

Pria bernama Shachar Gonen menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di Instagram menunjukkan ia sedang mengikuti ritual persembahyangan khas Bali sebelum memulai pembangunan vila.

Kecurigaan semakin kuat karena Shachar dan seorang wanita yang bersamanya pernah mengunggah foto mengenakan seragam militer Israel.

Dugaan ini memicu banyak pertanyaan publik, terutama mengenai legalitas izin dan status kewarganegaraan Shachar.

Shachar Gonen dilaporkan masuk ke Indonesia menggunakan visa investor (KITAS Investor) dan tercatat sebagai warga negara Jerman, sehingga celah ini dimanfaatkan untuk masuk ke wilayah Indonesia menggunakan paspor Jerman.

Sebagai informasi, ada banyak warga Israel yang memiliki dua kewarganegaraan. Israel sendiri memang memiliki kebijakan yang mengizinkan warganya memiliki dua paspor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Shachar Gonen saat ini tinggal di sebuah vila yang berlokasi di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Selama berada di Bali, ia dinaungi oleh sebuah perusahaan di Indonesia yang bertindak sebagai penjaminnya. Visa investor (KITAS Investor) milik SG sendiri diketahui masih berlaku hingga Maret 2026.

Mantan tentara Israel Defence Forces (IDF), Shachar Gonen (SG)
Mantan tentara Israel Defence Forces (IDF), Shachar Gonen (SG)

Banyak pihak mendesak pemerintah untuk menelusuri lebih dalam. Imigrasi dituntut lebih tegas, bukan hanya berani tegas kepada WNI melainkan ke WNA yang memanfaatkan celah hukum.

baca juga

Terkait hal ini, pengamat dari Busan University of Foreign Studies, dalam publikasi di Middle East Monitor, Muhammad Zulfikar Rakhmat  meminta pihak berwenang Indonesia bertindak.

Menurutnya, meskipun tidak ilegal bagi warga negara Jerman untuk berinvestasi di Bali, kehadiran mantan tentara IDF menjadi hal yang sangat meresahkan.

Rakhmat menekankan bahwa kasus ini menyentuh inti identitas moral Indonesia dan solidaritasnya yang telah lama terjalin dengan rakyat Palestina.

"Memverifikasi negara asal paspor saja tidak cukup. Kita harus bertanya: Siapakah orang-orang di balik paspor ini? Apa afiliasi masa lalu mereka? Apa yang mereka bawa ke dalam komunitas kita, modal, atau kontroversi?," papar Rakhmat.

Kehadiran mantan tentara IDF di Indonesia, jika terbukti, bukan hanya dipertanyakan secara moral, tetapi juga sangat provokatif. Rakhmat mengilustrasikan ironi yang mengerikan: seorang mantan tentara yang terlibat dalam operasi militer di Gaza, kini mengambil untung dari industri pariwisata Bali.

Adanya pendukung Zionis Israel yang jelas-jelas menjajah Palestina dan terang-terangan melakukan genosida di Indonesia menunjukkan bahwa hukum imigrasi di Indonesia masih sangat lemah.  Risiko dari kehadiran mantan personel militer Israel ini bukan sekadar simbolis, melainkan dapat memicu reaksi publik yang meluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Intelijen Sebut AdaRapat Gelap Kepada Prabowo, Mulai Pekanbaru, Bali Hingga Ambon

Eks Intelijen Sebut AdaRapat Gelap Kepada Prabowo, Mulai Pekanbaru, Bali Hingga Ambon

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:06 WIB

Legenda Man United Soroti Kematian Bintang Palestina Akibat Serangan Israel

Legenda Man United Soroti Kematian Bintang Palestina Akibat Serangan Israel

Bola | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 13:25 WIB

Dua Warga Israel Diduga Eks Tentara IDF Kelola Vila Mewah, Imigrasi Bergerak

Dua Warga Israel Diduga Eks Tentara IDF Kelola Vila Mewah, Imigrasi Bergerak

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:47 WIB

Suleiman Al-Obaid: Legenda Palestina Gugur Akibat Serangan Israel, Pernah Bobol Timnas Indonesia

Suleiman Al-Obaid: Legenda Palestina Gugur Akibat Serangan Israel, Pernah Bobol Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:44 WIB

Viral Tukang Sayur di Sulsel Ditampar Pria Ngaku Tentara, Cuma Gara-gara Pasang Bendera One Piece!

Viral Tukang Sayur di Sulsel Ditampar Pria Ngaku Tentara, Cuma Gara-gara Pasang Bendera One Piece!

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 11:05 WIB

Mengenal Jugun Ianfu, Kekerasan Seksual di Masa Penjajahan Jepang

Mengenal Jugun Ianfu, Kekerasan Seksual di Masa Penjajahan Jepang

Lifestyle | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 11:07 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×