Dari 13 KEK Terbangun, Tenaga Kerja Terserap Baru 8.686 Orang

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Dari 13 KEK Terbangun, Tenaga Kerja Terserap Baru 8.686 Orang
Kawasan ekonomi khusus. (setkab.go.id)

Komitmen investasi di 13 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di pelosok Tanah Air telah mencapai Rp 85,3 triliun.

Suara.com - Hingga Oktober 2019, komitmen investasi di 13 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di pelosok Tanah Air telah mencapai Rp 85,3 triliun dan sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 8.686 orang.

"Kalau nilai investasi totalnya sekitar Rp 85,3 triliun dengan menyerap tenaga kerja sekitar 8.686 orang, itu banyak gak kira-kira," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantornya, Jakarta Kamis (10/10/2019).

Darmin menuturkan, kehadiran KEK ini memiliki andil yang begitu besar bagi masyarakat sekitar, lantaran cukup mendongkrak perekonomian daerah setempat.

"Ini daerah punya andil besar terhadap peningkatan ekonomi daerah tersebut dan perekonomian nasional pada umumnya,” kata Darmin.

Pada tahun 2012 baru ada 2 KEK yang ditetapkan yaitu KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara dan KEK Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten. Jumlah KEK meningkat menjadi 8 KEK pada tahun 2014, dan hingga Oktober 2019 telah berkembang menjadi 13 KEK.

Hingga saat ini jumlah KEK yang telah beroperasi baru 10 KEK, yaitu KEK Sei Mangkei (Sumatera Utara), KEK Tanjung Lesung (Banten), KEK Palu (Sulawesi Tengah), KEK Bitung (Sulawesi Utara), dan KEK Morotai (Maluku Utara).

Selain itu juga KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (Kalimantan Timur), KEK Mandalika (Nusa Tenggara Barat), KEK Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), KEK Arun Lhokseumawe (Aceh), serta KEK Galang Batang (Kepulauan Riau).

Selanjutnya, KEK Sorong (Papua Barat) akan menjadi KEK kesebelas yang rencananya akan diresmikan operasionalnya pada 11 Oktober 2019.

Dua KEK lainnya, yakni KEK Singhasari baru saja ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019, serta KEK Tanjung Api-api di Sumatera Selatan yang telah lebih dahulu ditetapkan statusnya sebagai KEK, kini sedang bersiap masuk tahap operasional.

Selain 13 KEK yang telah ditetapkan, empat KEK dalam proses untuk ditetapkan yaitu KEK Kendal (Jawa Tengah), KEK Likupang (Sulawesi Utara), KEK Nongsa (Batam), dan KEK MRO (Maintenance, Repair and Overhaul) di Batam.

"Pemerintah punya target pengembangan 17 KEK hingga akhir tahun 2019 dan target tersebut bisa dicapai," kata Darmin.

Darmin pun menjelaskan, KEK menjadi penggerak perekonomian daerah. Dia mencontohkan, KEK Galang Batang di Kepulauan Riau akan menjadi pusat hilirisasi bauksit terintegrasi dengan komitmen investasi Rp 36,250 triliun hingga tahun 2023.

Dengan hadirnya KEK Galang Batang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Riau meningkat 25,80 persen dalam kurun waktu 2015 hingga 2017.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat 15,58 persen dalam kurun waktu 2015 hingga 2018 dan akan terus meningkat seiring perkembangan investasi yang masuk ke KEK Galang Batang.

Di KEK Mandalika (Lombok, NTB) sedang dibangun hotel-hotel kelas dunia seperti Pullman, Royal Tulipe, dan Paramount serta sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pergelaran MotoGP pada 2021.

Komitmen investasi di kawasan wisata ini mencapai Rp 17,5 triliun. Data perkembangan kunjungan wisatawan Kabupaten Lombok Tengah 2015-2018 menunjukkan kunjungan wisatawan manca negara meningkat 361 persen dan wisatawan nusantara naik 170 persen.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS