Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Suramnya Prospek Ekonomi Global Versi IMF

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:38 WIB
Suramnya Prospek Ekonomi Global Versi IMF
Ilustrasi IMF. (Shutterstock)

Suara.com - International Monetary Fund (IMF) menyebut bahwa akibat perang dagang antara AS dan China membuat situasi ekonomi global pada tahun ini akan lebih parah jika dibandingkan dengan krisis ekonomi yang terjadi pada 2008-2009 lalu.

IMF menambahkan, bahwa prospek ekonomi dapat menjadi jauh lebih gelap jika ketegangan perang dagang tetap tidak terselesaikan.

IMF mengatakan proyeksi Outlook Ekonomi Dunia terbarunya menunjukkan pertumbuhan PDB 2019 sebesar 3,0 persen, turun dari 3,2 persen dalam perkiraan Juli, sebagian besar karena meningkatnya dampak dari gesekan perdagangan global.

Prakiraan tersebut menetapkan latar belakang yang suram untuk pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia minggu ini di Washington, di mana Direktur Utama IMF Kristalina Georgieva mewarisi sejumlah masalah, mulai dari stagnasi perdagangan hingga reaksi politik di beberapa negara pasar berkembang yang berjuang dengan program penghematan.

Laporan World Economic Outlook menjabarkan secara rinci kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh tarif AS-Cina, termasuk biaya langsung, gejolak pasar, pengurangan investasi dan produktivitas yang lebih rendah karena gangguan rantai pasokan.

“Kelemahan dalam pertumbuhan didorong oleh penurunan tajam dalam aktivitas manufaktur dan perdagangan global, dengan tarif yang lebih tinggi dan ketidakpastian kebijakan perdagangan yang berkepanjangan merusak investasi dan permintaan barang modal,” kata Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam sebuah pernyataan mengutip cnbc.com, Rabu (16/10/2019).

Untuk tahun 2020, IMF mengatakan pertumbuhan ekonomi global akan meningkat menjadi 3,4% karena ekspektasi kinerja yang lebih baik di Brasil, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, dan Turki.

Tetapi perkiraan ini sepersepuluh poin lebih rendah dari pada bulan Juli dan rentan terhadap risiko penurunan, termasuk ketegangan perdagangan yang lebih buruk, gangguan terkait Brexit dan penolakan yang mendadak terhadap risiko di pasar keuangan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

15 Oktober 2019, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah

15 Oktober 2019, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 08:58 WIB

Sepakat Bertemu, Perang Dagang AS - China Bakal Usai Hari Ini

Sepakat Bertemu, Perang Dagang AS - China Bakal Usai Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 08:44 WIB

Trump Ingin Akhiri Perang Dagang

Trump Ingin Akhiri Perang Dagang

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 07:50 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×