Suramnya Prospek Ekonomi Global Versi IMF

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:38 WIB
Suramnya Prospek Ekonomi Global Versi IMF
Ilustrasi IMF. (Shutterstock)

Suara.com - International Monetary Fund (IMF) menyebut bahwa akibat perang dagang antara AS dan China membuat situasi ekonomi global pada tahun ini akan lebih parah jika dibandingkan dengan krisis ekonomi yang terjadi pada 2008-2009 lalu.

IMF menambahkan, bahwa prospek ekonomi dapat menjadi jauh lebih gelap jika ketegangan perang dagang tetap tidak terselesaikan.

IMF mengatakan proyeksi Outlook Ekonomi Dunia terbarunya menunjukkan pertumbuhan PDB 2019 sebesar 3,0 persen, turun dari 3,2 persen dalam perkiraan Juli, sebagian besar karena meningkatnya dampak dari gesekan perdagangan global.

Prakiraan tersebut menetapkan latar belakang yang suram untuk pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia minggu ini di Washington, di mana Direktur Utama IMF Kristalina Georgieva mewarisi sejumlah masalah, mulai dari stagnasi perdagangan hingga reaksi politik di beberapa negara pasar berkembang yang berjuang dengan program penghematan.

Laporan World Economic Outlook menjabarkan secara rinci kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh tarif AS-Cina, termasuk biaya langsung, gejolak pasar, pengurangan investasi dan produktivitas yang lebih rendah karena gangguan rantai pasokan.

“Kelemahan dalam pertumbuhan didorong oleh penurunan tajam dalam aktivitas manufaktur dan perdagangan global, dengan tarif yang lebih tinggi dan ketidakpastian kebijakan perdagangan yang berkepanjangan merusak investasi dan permintaan barang modal,” kata Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam sebuah pernyataan mengutip cnbc.com, Rabu (16/10/2019).

Untuk tahun 2020, IMF mengatakan pertumbuhan ekonomi global akan meningkat menjadi 3,4% karena ekspektasi kinerja yang lebih baik di Brasil, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, dan Turki.

Tetapi perkiraan ini sepersepuluh poin lebih rendah dari pada bulan Juli dan rentan terhadap risiko penurunan, termasuk ketegangan perdagangan yang lebih buruk, gangguan terkait Brexit dan penolakan yang mendadak terhadap risiko di pasar keuangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

15 Oktober 2019, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah

15 Oktober 2019, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 08:58 WIB

Sepakat Bertemu, Perang Dagang AS - China Bakal Usai Hari Ini

Sepakat Bertemu, Perang Dagang AS - China Bakal Usai Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 08:44 WIB

Trump Ingin Akhiri Perang Dagang

Trump Ingin Akhiri Perang Dagang

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 07:50 WIB

Terkini

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:40 WIB

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:11 WIB

Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun

Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:09 WIB

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:59 WIB

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:36 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:42 WIB