Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Ubi Jalar Karanganyar Untung Besar dan Ekspor ke Korea

Fabiola Febrinastri

Senin, 21 Oktober 2019 | 10:19 WIB
Ubi Jalar Karanganyar Untung Besar dan Ekspor ke Korea
Ilustrasi ubi jalar di di Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Jawa Tengah. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung upaya pemerintah Kabupaten Karanganyar mengembangkan produksi ubi jalar di Tawangmangu, Jawa Tengah, yang merupakan destinasi pariwisata. Petani di Tawangmangu memproduksi ubi jalar sebagai makanan ringan yang lezat untuk cemilan pengunjung wisata, hingga diekspor ke Korea.

Hal ini terungkap dalam kunjungan Kerja Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi ke Kabupaten Karanganyar, Jumat (18/10/2019), saat meninjau usaha tani ubi jalar di Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu.

Suwandi mengatakan, ubi jalar sebagai pangan alternatif mulai dilirik sebagai usaha tani yang menguntungkan. Kementan sangat mendukung apa yang dilakukan petani di Tawangmangu.

"Mari kita manfaatkan pangan lokal. Pangan lokal itu punya nilai gizi tinggi. Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya supaya ada nilai tambah dan sudah ekspor ke Korea," ujarnya.

Sugiarto, petani ubi jalar menceritakan hasil panen ubi jalar 40 ton per hektare, dengan harga jual Rp 3 ribu per kilogram. Kini penerimaannya kurang lebih Rp 120 juta.

"Biaya produksi sekitar Rp 40 juta, jadi untung Rp 80 juta selama periode 6 bulan," tuturnya.

"Usaha tani ubi jalar di daerah ini menjanjikan sekali, karena karena rata-rata pendapatan petani per bulan bisa Rp 12 juta," tambah Sugiarto.

Wagimin, Koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Tawangmangu menyebutkan, varietas yang diusahakan petani di sini biasanya manohara dan ubi Jepang, karena selama ini laku di pasaran. Usaha tani ubi jalar ini tumpang sari dengan bunga kol dan cabai. Waktu panen bunga kol 58 hari setelah tanam.

"Dengan produksi bunga kol 16 ton dan harga jual Rp 10 ribu per kilogram, hasil dari bunga kol bisa menutupi biaya untuk ubi jalar," bebernya.

baca juga

Selain mengunjungi lokasi panen, Suwandi bersama rombongannya ikut melihat usaha pengolahan ubi jalar menjadi produk keripik dan kremes.

Suyatno, pengusaha yang berkecimpung di usaha ubi jalar mengatakan keperluan bahan baku ubi jalar segar sekitar 15 ton per hari.

"Sebanyak itu dipakai untuk 29 pengusaha pengolahan ubi jalar, yang produknya yang dipasarkan ke Jakarta, daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur," ungkapnya.

Kunjungan berikutnya ke usahanya Widodo, pemilik CV Makmur Abadi Jaya, di Desa Puntuk Rejo, Kecamatan Ngargoyoso, yang puluhan tahun menjadi eksportir olahan ubi jalar dalam bentuk stik.

Widodo menjelaskan, produknya 100 persen diekspor ke Korea, sekitar 1.800 ton per tahun. Suplai bahan bakunya berasal dari petani ubi jalar di wilayahnya.

Pasokan dari petani lancar dan harga bagus, buktinya sudah rutin masuk Korea.

"Usaha pengolahannya mampu membuka lapangan pekerjaan. Ada tenaga kerja warga sini cukup banyak, sekitar 60 orang," sebutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo berharap, akan meningkatkan pembinaan ke petani ubi jalar untuk memperluas areal saat ini, yaitu 1.000 hektare, sekaligus meningkatkan produktivitasnya. Saat ini produktivitas sekitar 40 sampai 45 ton dan umur panen 6 bulan.

"Harga ubi di petani Rp 3.000 sampai 3.500 per kilogram dan bila diolah menjadi keripik Rp 18.500 per kilogram, dengan perbandingan 3 kilogram ubi menjadi 1 kilogram keripik," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Serasi di Kalimantan Selatan Siap Dukung Pangan Ibu Kota Baru

Program Serasi di Kalimantan Selatan Siap Dukung Pangan Ibu Kota Baru

Bisnis | Senin, 21 Oktober 2019 | 08:35 WIB

Program PKBM, Dirjen PSP Resmikan Warehouse UPJA di OKI

Program PKBM, Dirjen PSP Resmikan Warehouse UPJA di OKI

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 16:03 WIB

Kementan Musnahkan 59 Paket Tanpa Dokumen di Kediri

Kementan Musnahkan 59 Paket Tanpa Dokumen di Kediri

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 14:08 WIB

Hari ini, Puncak Jambore Kementan Digelar

Hari ini, Puncak Jambore Kementan Digelar

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 12:22 WIB

Kementan : Pencegahan Alih Fungsi Pertanian Jadi Tanggung Jawab Bersama

Kementan : Pencegahan Alih Fungsi Pertanian Jadi Tanggung Jawab Bersama

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 08:11 WIB

Atasi Stunting, Kementan dan FAO Garap Program Obor Pangan Lestari

Atasi Stunting, Kementan dan FAO Garap Program Obor Pangan Lestari

Health | Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:15 WIB

Terkini

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:19 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:04 WIB

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:55 WIB

×