Harapan Pangan Masa Depan, Kementan Gencarkan Program Serasi

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:24 WIB
Harapan Pangan Masa Depan, Kementan Gencarkan Program Serasi
Kementerian Pertanian Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi. (Dok : Kementan).

Suara.com - Kementerian Pertanian akan menggencarkan program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (Serasi). Program Serasi adalah optimalisasi lahan yang terintegrasi dengan upaya peningkatan taraf hidup petani melalui bantuan pengembangan sistem irigasi di lahan rawa dan komoditas pertanian/peternakan.

“Kegiatan Serasi tidak hanya fokus pada pekerjaan kontruksi atau perbaikan jaringan irigasi dan pengolahan tanah di lahan rawa,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy, Selasa (22/10/2019).

Namun, lanjut Sarwo Edhy, lokasi-lokasi yang masuk ke wilayah Serasi akan mendapatkan pula bantuan sarana produksi pertanian. Sepert herbisida, dolomit, benih, pupuk hayati, ternak (itik), hortikultura dan bantuan lainnya dari pemerintah.

Dia menjelaskan, sesuai dengan Permentan No. 40.1/PERMENTAN/RC.010/10/2018 tentang Pedoman Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani Berbasis Pertanian Tahun 2019, program Serasi adalah program pengelolaan Lahan Rawa pasang surut/lebak melalui optimalisasi pemanfaatan Lahan Rawa.

Selain itu, program ini untuk peningkatan peran petani dan Kelompok Tani/Gabungan Kelompok Tani, penumbuhan dan pengembangan Kelompok Tani untuk melaksanakan Usaha Tani, dan pengembangan kawasan dan/atau clusterberbasis korporasi petani.

Sarwo Edhy menambahkan, Kementan tidak hanya akan fokus dalam pengembangan sistem irigasi. Program optimasi lahan rawa di Kementan masih akan didesain secara terintegrasi dengan pengembangan komoditas pertanian dan SDM-nya.

Diketahui, Kementan tahun ini melalui program Serasi akan mengoptimalkan lahan rawa dan pasang surut seluas 500.000 ha di enam provinsi. Kemudian target ini direvisi menjadi 400.000 ha di tiga provinsi, yaitu Sumsel, Kalsel dan Sulsel.

Lokasi SERASI di Kalimantan Selatan berada di sembilan kabupaten, yaitu Banjar, Batola, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tapin, Balangan dan Tabalong.  Untuk Sulawesi Selatan terdapat di Kabupaten Bone, Wajo, Sopeng, Sidrap dan Kabupaten Pinrang.

Sedangkan lokasi di Sumatera Selatan berada di sembilan kabupaten, yaitu Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, OKI Timur, Musi Rawas Utara, PALI, Ogan Komering Ulu (OKU) dan  Muara Enim.

baca juga

Sarwo Edhy menjelaskan, pembenahan sarana dan prasarana merupakan salah satu fokus program Serasi. Termasuk, pembenahan saluran air ke sawah. 

“Sawah rawa itu, kalau kemarau kering dan jika musim hujan dia tergenang air,” katanya.

Program SERASI ini juga meliputi perbaikan lahan sawah rawa. Sistem tata air diatur, dan infrastruktur lain yang dibutuhkan akan dipenuhi seperti alat olah lahan, traktor roda dua, traktor roda empat.

"Dengan pengelolaan air yang lebih baik, harapannya, sawah rawa bisa digarap sepanjang tahun, baik musim kemarau maupun musim hujan. Dengan begitu, petani bisa tidak hanya menanam padi sekali dalam setahun, tetapi dua atau tiga kali setahun," tuturnya.

Kementan memang terus berusaha untuk meningkatkan indeks produksi pertanian. Apalagi, Kementan selama ini cukup berhasil dalam meningkatkan indeks produksi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indeks Pertanian 2017 yang dirilis pada November 2018 lalu, dalam kurun waktu 2013 – 2017, indeks produksi tanaman pangan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Sementara pada 2013 indeks produksi tanaman pangan hanya 104,41, nilai itu meningkat menjadi 120,12 pada 2017.

Program Serasi menjadi salah satu strategi Kementan untuk mewujudkan target Indonesia jadi Lumbung Pangan tahun 2045. Salah satu tantangannya adalah alih fungsi lahan.

"Optimalisasi lahan rawa kini jawaban untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia terus terjaga di masa depan, terutama dengan terus meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Ekspor Dedak Gandum Cilegon ke-4 Negara Capai Rp 39,6 Miliar

Kementan Ekspor Dedak Gandum Cilegon ke-4 Negara Capai Rp 39,6 Miliar

Bisnis | Selasa, 22 Oktober 2019 | 11:49 WIB

Ekspor Kelinci Hias via Karantina Pertanian Bandara Soetta Meningkat

Ekspor Kelinci Hias via Karantina Pertanian Bandara Soetta Meningkat

Bisnis | Selasa, 22 Oktober 2019 | 09:53 WIB

Tengah Digemari Masyarakat, Kementan Upayakan Bibit Unggul Ubi Kayu

Tengah Digemari Masyarakat, Kementan Upayakan Bibit Unggul Ubi Kayu

Bisnis | Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:16 WIB

Masuk Musim Tanam Oktober-Maret, Kementan Pastikan Stok Pupuk Aman

Masuk Musim Tanam Oktober-Maret, Kementan Pastikan Stok Pupuk Aman

Bisnis | Selasa, 22 Oktober 2019 | 06:06 WIB

Ramah Lingkungan, Kementan Terus Dorong Penggunaan Pestisida Nabati

Ramah Lingkungan, Kementan Terus Dorong Penggunaan Pestisida Nabati

Bisnis | Senin, 21 Oktober 2019 | 11:00 WIB

Kementan dan Bappenas Siap Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Kementan dan Bappenas Siap Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Bisnis | Senin, 21 Oktober 2019 | 10:53 WIB

Terkini

Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!

Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai

Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar

Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel

Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Baru Dilantik, Kapolresta Sleman Dimutasi Kurang dari 24 Jam, JPW: Bisa Masuk MURI

Baru Dilantik, Kapolresta Sleman Dimutasi Kurang dari 24 Jam, JPW: Bisa Masuk MURI

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:34 WIB

6 Rekomendasi Drakor dengan Tokoh Utama yang Menyimpan Rahasia

6 Rekomendasi Drakor dengan Tokoh Utama yang Menyimpan Rahasia

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Soroti Ijazah Gibran, Ray Rangkuti hingga Ubedilah Datangi DPR Temui Doli Golkar Desak Hak Angket

Soroti Ijazah Gibran, Ray Rangkuti hingga Ubedilah Datangi DPR Temui Doli Golkar Desak Hak Angket

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Andi Azwan Tegaskan, Gibran Segera Tunjukkan Ijazah Setara SMA

Andi Azwan Tegaskan, Gibran Segera Tunjukkan Ijazah Setara SMA

Surakarta | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:25 WIB

CFX10 Menguat 0,99%, Bitcoin Cs Kompak Menghijau

CFX10 Menguat 0,99%, Bitcoin Cs Kompak Menghijau

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Sinopsis Below, Serial Thriller tentang Teror Makhluk Laut Misterius

Sinopsis Below, Serial Thriller tentang Teror Makhluk Laut Misterius

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:20 WIB

×