Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.186,363
LQ45 618,857
Srikehati 301,720
JII 368,583
USD/IDR 18.073

Jokowi Sindir Menterinya Impor Cangkul?

Dythia Novianty, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 15 November 2019 | 06:50 WIB
Jokowi Sindir Menterinya Impor Cangkul?
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Biro Pers Istana Kepresidenan)

Suara.com - Wajar saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa malu dan marah usai mengetahui, Indonesia masih saja mengimpor pacul. Padahal, Indonesia sendiri sudah bisa memproduksi pacul dengan kualitas yang baik.

Direktur Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) Gede Munanto mengatakan, rasa malu yang diungkapkan Presiden Jokowi karena RI masih mengimpor pacul harus menjadi tamparan keras buat salah satu menterinya yakni Menteri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sebelum menjabat Menko Perekonomian, Airlangga menjabat sebagai Menteri Perindustrian.

"Sebab, Jokowi mengungkap langsung ketidakmampuan industri RI di era Airlangga dalam menciptakan industri cangkul yang sebenarnya sangat sederhana," kata Gede dalam keterangan persnya, Jumat (15/11/2019).

Menurut dia, maraknya impor cangkul merupakan bukti Menperin Airlangga kala itu gagal membawa industri nasional bisa bersaing dengan baik.

"Keluhan Presiden terhadap hal kecil yang seharusnya bisa diciptakan Menperin Airlangga kala itu, menunjukkan yang bersangkutan memang minim prestasi," katanya.

Harga Cangkul Impor Dijual Miring

Ketua Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Dandung Harninto menganggap wajar jika impor cangkul cukup banyak masuk ke Indonesia karena harga jualnya yang lebih murah ketimbang harga jual di Indonesia.

"Harga cangkul produksi Indonesia dengan China itu jauh lebih murah China. Kalau kontraktor disini jadi lebih senang ambil dari China dong," kata Dandung saat acara diskusi Membedah Pembiayan Infrastruktur Tanpa APBN di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Dia bilang harga satu unit cangkul asal negeri tirai bambu sebesar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per unit, bandingkan dengan harga cangkul yang di jual di Indonesia bisa mencapai Rp 90 ribu per unit.

baca juga

"Dibuat di Indonesia pengerajin kita tapi justru lebih mahal, selesai dong industri nasional mati," katanya.

Menurut data BPS yang dikeluarkan, jumlah impor cangkul sebanyak 505,5 ton dengan nilai 330.030 dolar AS sejak 2015 hingga September 2019. Dari total berat impor cangkul yang berasal dari Jepang hanya 7 kg dengan nilai 65 dolar AS dan sisanya dari Tiongkok.

Ilustrasi cangkul. [Shutterstock]
Ilustrasi cangkul. [Shutterstock]

Periciannya, pada 2015 seberat 14,2 ton dengan nilai 6.589 dolar AS. Pada tahun 2016 totalnya 142,7 ton dengan nilai 187.000 dolar AS. Pada tahun 2017 sebesar 2,3 ton dengan nilai 794 dolar AS. Sedangkan pada tahun 2018 seberat 78,1 ton dengan nilai 33.889 dolar AS. Pada tahun 2019 tercatat dari Januari sampai September totalnya 268,2 ton dengan nilai 101.600 dolar AS.

"Kita yang sedang mengalami deinsutrulsaisi itu dibalikan bahwa infrasturktur bisa membangkitkan industri nasional. Kalau konstruksi ya kontrsuksi nasional. swasta punya kapasitas dan bisa diajak membangun, jadi cangkul kita gak lebih mahal dari China," katanya.

Dia bilang semakin besar angka importasi kita akan semakin menguntungkan negara lain, karena yang menikmati ekonominya adalah negara penjual barang.

"Kalau produk beli impor impact ekonomi disana, efek ekonmi dalam negeri jauh. Harus sebaliknya, jadinya efek ekonomi baut swasta juga bagus," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Minta RPJMN Jadi Panduan, Bukan Hanya Dokumen Formalitas

Jokowi Minta RPJMN Jadi Panduan, Bukan Hanya Dokumen Formalitas

News | Kamis, 14 November 2019 | 20:20 WIB

Sohibul Iman Tegaskan PKS Tetap Oposisi Sampai Jokowi Tak Jadi Presiden

Sohibul Iman Tegaskan PKS Tetap Oposisi Sampai Jokowi Tak Jadi Presiden

News | Kamis, 14 November 2019 | 19:36 WIB

Harga Miring, Kadin: Kontraktor di Sini Lebih Senang Cangkul dari China

Harga Miring, Kadin: Kontraktor di Sini Lebih Senang Cangkul dari China

Bisnis | Kamis, 14 November 2019 | 18:06 WIB

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Menhan Malaysia Puji Kematangan Demokrasi RI

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Menhan Malaysia Puji Kematangan Demokrasi RI

News | Kamis, 14 November 2019 | 17:38 WIB

Disentil Jokowi soal Impor Cangkul, Kemendag: Baru Satu Kali

Disentil Jokowi soal Impor Cangkul, Kemendag: Baru Satu Kali

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 19:53 WIB

Jokowi: Negara Sudah Besar, Masa Cangkul dan Pacul Harus Impor?

Jokowi: Negara Sudah Besar, Masa Cangkul dan Pacul Harus Impor?

News | Rabu, 06 November 2019 | 11:37 WIB

Terkini

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:22 WIB

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:17 WIB

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:10 WIB

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:51 WIB

Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK

Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:48 WIB

DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu

DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:43 WIB

DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan

DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:34 WIB

Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!

Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:17 WIB

Bela Prabowo soal 'Londo Ireng', Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh

Bela Prabowo soal 'Londo Ireng', Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:04 WIB

Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot

Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:01 WIB

×