Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

PTTEP Indonesia Berikan Donasi ke Dompet Dhuafa

Iwan Supriyatna

Jum'at, 15 November 2019 | 17:09 WIB
PTTEP Indonesia Berikan Donasi ke Dompet Dhuafa
PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability kembali mengadakan acara Seminar SDGs.

Suara.com - PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability kembali mengadakan acara Seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Yogyakarta.

PTTEP Indonesia selama 2 tahun telah berhasil mengumpulkan ribuan stakeholders di 9 kota pada seminar dan lokakarya untuk berdiskusi dan menyaksikan pemaparan mengenai SDGs dari para ahli di berbagai sektor.

Kepala BAPPEDA DIY Budi Wibowo beserta Khun Grinchai General Manager PTTEP Indonesia dan Afiat Djajanegara General Affairs Manager PTTEP Indonesia secara resmi membuka seminar terakhir di tahun 2019 ini.

“Kami mengapresiai PTTEP yang telah menggaungkan isu ini, selanjutnya diperlukan aksi ril dari para stakeholders agar tujuan-tujuan ini dapat tercapai. Di Pemerintahan DIY kami merealisasikan ini dengan menuangkannya dalam Rencana Aksi Daerah (RAD),” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (15/11/2019).

DIY adalah daerah yang masuk tiga besar daerah siap SDGs dimana 14 dari 17 indikator yang dicanangkan pemerintah pusat telah berhasil diwujudkan oleh DIY.

Tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai sektor yang antara lain hadir mengisi acara dengan topik pembahasan Pentingnya SDGs dan Peran Industri Minyak dan Gas dalam membangun kemitraan untuk mencapai SDGs dan Kewirausahaan Sosial untuk membangun masa depan yang keberlanjutan adalah Gusti Kanjeng Ratu Hayu dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat, Dony Aryantho dari SKK Migas Jabanusa, Ade Dwi Nursihani dari Green Hotel, Casdimin dari Sobis Pammase, Herdiansyah dari Dompet Dhuafa, dan Silverius Oscar Unggul dari Telapak.

“Partnership adalah foundation dari ekosistem SDGs maka dari itu sangat dibutuhkan kerja sama yang kuat antar sektor untuk mencapai tujuan yang mulia ini,” ujar Ade Dwi Nusihani.

Begitupun pemikiran tokoh-tokoh lain yang hadir dalam seminar ini, bahwa tanpa kerjasama yang kuat oleh seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan, SDGs tidak dapat tercapai. Para pemangku kepentingan dapat bekerjasama dan memberikan kontribusi sesuai perannya.

Pada acara tersebut PTTEP juga menyerahkan donasi senilai Rp 15.000.000 kepada Dompet Dhuafa yang merupakan hasil dari terkumpulnya uang pendaftaran lokakarya membangun kemitraan yang keberlanjutan di empat kota, yaitu Balikpapan, Pekanbaru, Bali dan Yogyakarta.

baca juga

Kegiatan ini merupakan komitmen peserta workshop di lima kota melalui PTTEP untuk membangun program pendidikan, kesehatan dan Social Entreprise Dompet Dhuafa demi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Di kesempatan yang sama, PTTEP Indonesia juga telah menandatangani MoU dengan Sobis Pammase, sebuah social business enterprise dari Sulawesi Barat.

Penandatanganan MoU ini diwakilkan oleh Khun Grinchai, selaku General Manager PTTEP Indonesia dan Casdimin selaku Direktur Sobis Pammase.

MoU ini menandakan kelanjutan dari kerjasama antara PTTEP dan Sobis Pammase dimana PTTEP membantu mendorong keberlanjutan program-program PAUD HI di Sulbar.

Terinspirasi dari 15 unit PAUD yang telah didukung oleh PTTEP Indonesia sejak 2012 di daerah Mamuju, Majene dan Polewali Mandar, PTTEP berharap bahwa program-program tersebut dapat terus berjalan secara mandiri.

“MoU ini merupakan salah satu bukti nyata komitmen PTTEP Indonesia dalam membangun kemitraan dengan LSM-LSM lokal dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di wilayah-wilayah sekitar Indonesia. Kerja sama kami Sobis Pammase merupakan bagian dari strategi PTTEP dalam bidang CSR di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Kami ingin terus mendukung keberlanjutan program pendidikan, khususnya pendidikan dini di Indonesia, sehingga dapat terus menghasilkan sumber daya manusia yang berprestasi,” kata Bapak Afiat Djajanegara sebagai penutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Najwa Shihab Himpun Donasi untuk 3 Pengamen Korban Salah Tangkap Polisi

Najwa Shihab Himpun Donasi untuk 3 Pengamen Korban Salah Tangkap Polisi

News | Rabu, 13 November 2019 | 05:41 WIB

Viral Pria Iseng Galang Dana Buat Bayar Angsuran Motor, Tuai Hujatan

Viral Pria Iseng Galang Dana Buat Bayar Angsuran Motor, Tuai Hujatan

News | Sabtu, 09 November 2019 | 13:55 WIB

Pendampingan Keluarga Pastikan KLB Gizi Buruk di Asmat Tak Lagi Terulang

Pendampingan Keluarga Pastikan KLB Gizi Buruk di Asmat Tak Lagi Terulang

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 19:39 WIB

Terkini

Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong

Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:28 WIB

Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%

Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:18 WIB

Peringkat Utang Aman, Mengapa Ekonomi Indonesia Tetap Terancam?

Peringkat Utang Aman, Mengapa Ekonomi Indonesia Tetap Terancam?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:14 WIB

IHSG Masih Betah di Level 6.000 pada Sesi I, BMRI dan BBCA Diserbu

IHSG Masih Betah di Level 6.000 pada Sesi I, BMRI dan BBCA Diserbu

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:08 WIB

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:29 WIB

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:16 WIB

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:42 WIB

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:41 WIB

×