Pendampingan Keluarga Pastikan KLB Gizi Buruk di Asmat Tak Lagi Terulang

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 01 November 2019 | 19:39 WIB
Pendampingan Keluarga Pastikan KLB Gizi Buruk di Asmat Tak Lagi Terulang
Warga dan anak-anak usai menjalani pemeriksaan dan perawatan kesehatan di RSUD Agats, menuju Distrik Jetsy di Kabupaten Asmat, Papua, Selasa (23/1). (Dok. Suara.com)

Suara.com - Pendampingan Keluarga Pastikan KLB Gizi Buruk di Asmat Tak Lagi Terulang

Kejadian Luar Biasa (KLB) malnutrisi dan gizi buruk di Asmat, Papua, sempat menghebohkan tahun lalu. Meski status KLB telah dicabut Februari 2018, pemerintah masih melakukan pendampingan keluarga.

Untuk membantu pemerintah, peran serta masyarakat dan pihak swasta termasuk Dompet Dhuafa untuk melakukan pendampingan juga menjadi penting.

"Dompet Dhuafa bersama gerakan kesehatan bertumpu pada pilar pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pembelaan dalam bentuk pendampingan terhadap akses jaminan kesehatan nasional dan pemberdayaan kesehatan masyarakat dengan upaya aktivasi UKBM berbasis Pos Sehat," ujar General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari, MKM di Hotel 88 Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019).

Ada juga program yang dinamakan JKIA (Jaring Kesehatan Ibu dan Anak) dan SNGs (Saving Next Generation Institute) dengan memberdayakan kade dan komunitas di masyarakat Asmat. Program-program ini dijalankan bersama Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatam, Puskesmas wilayah porgram dan seluruh stakeholder, PKK, organisasi masyarakat, mitra perusahaan, NGO hingga LSM.

"Program dilakukan sebagai upaya pencegahan kematian ibu dan anak, pendampingan tumbuh kembang bayi balita serta upaya lain dalam mendukung tercapainya goal SDGs no. 2 dan 3 terkait Nol kelaparan dan hidup sehat sejahtera”, tutur dr. Yeni.

Peluncuran buku Duka Asmat Belum Berlalu buktikan pentingnya pendampingan untuk cegah KLB gizi buruk di Asmat, Papua. (Suara.com/Dini Afrianti)
Peluncuran buku Duka Asmat Belum Berlalu buktikan pentingnya pendampingan untuk cegah KLB gizi buruk di Asmat, Papua. (Suara.com/Dini Afrianti)

Meski status KLB Gizi Buruk di Asmat telah dicabut, ini harus menjadi pembelajaran penting, karena saat ini menurut dr. Yeni Indonesia masih mengalami beban ganda malnutrisi pada anak.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan 17,7 persen bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9 persen dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8 persen.

Sekedar informasi saat KLB gizi buruk di Asmat tercatat korban meninggal mencapai 72 anak-anak, yakni 66 karena campak, dan 6 karena gizi buruk. Selama KLB, berbagai penanganan kesehatan dilakukan pemerintah Indonesia. Antara Iain memberikan vaksinasi terhadap lebih dan‘ 10.000 anak Asmat yang ada di 224 kampung di 23 distrik, dan perawatan para korban di RSUD Agats.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Malnutrisi, Bisa Rusak Kualitas SDM dan Ekonomi Indonesia

Bahaya Malnutrisi, Bisa Rusak Kualitas SDM dan Ekonomi Indonesia

Health | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 11:17 WIB

Atasi Malnutrisi, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah bersama Swasta

Atasi Malnutrisi, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah bersama Swasta

Health | Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:47 WIB

Demi Kemudahan Berkurban, Dompet Dhuafa - Bank Syariah Mandiri Kerja Sama

Demi Kemudahan Berkurban, Dompet Dhuafa - Bank Syariah Mandiri Kerja Sama

Bisnis | Kamis, 08 Agustus 2019 | 18:41 WIB

Terkini

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

×