Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.465.000
IHSG 5.912,442
LQ45 587,370
Srikehati 290,628
JII 345,613
USD/IDR 18.085

Disentil Jokowi Soal Mahalnya Harga Gas, Menteri ESDM Tempuh Cara Ini

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 09 Januari 2020 | 11:49 WIB
Disentil Jokowi Soal Mahalnya Harga Gas, Menteri ESDM Tempuh Cara Ini
Menteri ESDM Arifin Tasrif menggelar konferensi pers. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti masih mahalnya harga gas untuk kalangan industri. Ia pun meminta semua pihak untuk bisa menurunkan harga gas untuk kalangan industri.

Dalam hal ini, Jokowi memberikan tiga opsi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam penurunan harga gas tersebut, pertama pemangkasan jatah pemerintah, kedua penerapan DMO, dan ketiga melakukan impor gas.

Menjawab opsi tersebut, Arifin bakal memilih opsi pertama dan kedua untuk menurunkan harga untuk industri.

Menurutnya, penghematan pemakaian gas industri sangat penting untuk menekan harga gas yang saat ini sebesar 6 dolar AS per MMBTU.

"Karena impor ini kita akan menghadapi problem lain yaitu defisit current account, kalau defisit akan menyebabkan pengaruh tekanan pada nilai tukar rupiah," kata Arifin di Kantornya, Kamis (9/1/2020).

Saat ini, tutur Arifin, pihaknya sedang memetakan sumber-sumber gas dan tata kelola pada penyaluran gas tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan melihat unsur-unsur pada penyaluran gas untuk dilakukan penyesuaian, supaya harga gas kalangan industri bisa lebih rendah.

"Intinya keuntungan wajar bagi pengusaha dan pemerintah mendapatkan harga gas yang kompetitif sehingga bisa mendorong produksi industri nasional, sehingga bisa lebih efisien dalam produksi dan bisa bersaing di pasar internasional," ucap dia.

Arifin menambahkan, penurunan harga gas untuk kalangan industri ini tujuannya semata-mata untuk meningkatkan ekspor. Dengan harga gas turun, ongkos produksi suatu barang bisa lebih efesien, dan bisa memproduksi secara masif yang sebagiannya bisa di ekspor.

baca juga

"Tentu saja sasaranya untuk meningkatkan ekspor dalam negeri, sehingga bisa menghasilkan devisa, tahap satu ini kita kerjakan sehingga bulan maret bisa selesai," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Mahalnya Harga Gas Berujung Murkanya Presiden Jokowi

Polemik Mahalnya Harga Gas Berujung Murkanya Presiden Jokowi

Bisnis | Kamis, 09 Januari 2020 | 09:08 WIB

PA 212 Minta Jokowi Pecat Prabowo  4 Berita Heboh Lainnya

PA 212 Minta Jokowi Pecat Prabowo 4 Berita Heboh Lainnya

News | Kamis, 09 Januari 2020 | 06:30 WIB

Presiden Jokowi Kunjungi Natuna dan 4 Berita Populer Lainnya

Presiden Jokowi Kunjungi Natuna dan 4 Berita Populer Lainnya

News | Kamis, 09 Januari 2020 | 08:02 WIB

Terkini

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:24 WIB

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

×