Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Presiden Jokowi Bakal Bagi-bagi 2.000 Sertifikat Tanah di Kulonprogo

Iwan Supriyatna

Jum'at, 31 Januari 2020 | 10:28 WIB
Presiden Jokowi Bakal Bagi-bagi 2.000 Sertifikat Tanah di Kulonprogo
Presiden RI Joko Widodo saat membagikan sertifikat tanah ke warga di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Usai mengunjungi Candi Prambanan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung bertolak ke Kulonprogo untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat. Sekitar pukul 10.15 WIB, presiden Jokowi tiba di Taman Budaya Kulonprogo, Pengasih.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menyerahkan 2.000 setifikat tanah kepada warga yang ada di DIY.

Sertifikat tersebut merupakan program persertifikatan tanah sistematik lengkap (PTSL) dan konsolidasi tanah 2019.

Di Taman Budaya, ribuan masyarakat DIY telah menunggu kedatangan Jokowi. Nampak hadir juga Menteri ATR, Sofyan Jalil, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY, Tri Wibisono menuturkan, hari ini Presiden Joko Widodo rencananya akan menyerahkan sertifikat tanah sebanyak 2.000 bidang tanah.

Untuk Kabupaten Kulonprogo akan dibagikan ke sebanyak 550 sertifikat, Kabupaten Sleman 400 sertifikat, Kabupaten Bantul 600 sertifikat, Kabupaten Gunung Kidul 400 sertifikat dan Kota Yogyakarta 50 sertifikat.

"Penyerahan ribuan sertifikat tanah tersebut merupakan salah satu wujud dari reformasi agraria," ujarnya sebelum Jokowi datang.

Salah satu penerima, Wasirah mengaku senang dengan adanya program PTSL ini. Untuk mendapatkan sertifikat tanah syaratnya mudah dan tidak ada pungutan biaya. Ia merasa terbantu karena jika melalui notaris, dipastikan harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Wasirah menambahkan, untuk mendapatkan sertifikat tanah, dia hanya mengeluarkan biaya Rp 140 ribu. Uang itu diberikan kepada tim kolektif di tingkat desa bersama dengan surat letter C dan KTP.

baca juga

"Pokoknya saya hanya bayar itu dan menyerahkan letter C dan sudah jadi ini. Biayanya murah, kalau pakai notaris mahal," jelasnya.

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Bagi-bagi Buku dan Baju Usai Hadiri Ijab Qobul Anak Ulama di Bantul

Jokowi Bagi-bagi Buku dan Baju Usai Hadiri Ijab Qobul Anak Ulama di Bantul

Jogja | Jum'at, 31 Januari 2020 | 06:20 WIB

Jepang dan AS Berhasil Evakuasi Warganya dari China, Jokowi Kok Nggak Bisa?

Jepang dan AS Berhasil Evakuasi Warganya dari China, Jokowi Kok Nggak Bisa?

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 07:15 WIB

Tak Tindak Tegas Menkumham, Jokowi Diadukan KSI-DBKPP ke 7 Guru Bangsa

Tak Tindak Tegas Menkumham, Jokowi Diadukan KSI-DBKPP ke 7 Guru Bangsa

Jogja | Senin, 27 Januari 2020 | 20:38 WIB

Terkini

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:22 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

×