Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Virus Corona Terus Merebak, Kilau Emas Dunia Memudar

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 05 Februari 2020 | 09:37 WIB
Virus Corona Terus Merebak, Kilau Emas Dunia Memudar
Ilustrasi emas batangan. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas merosot lebih dari 1 persen pada Selasa (4/2/2020) karena sejumlah langkah yang dilakukan China untuk mengurangi dampak ekonomi dari mewabahnya virus corona hal itu membuat para investor menjauh dari safe-haven dan kembali ke aset berisiko.

Mengutip Reuters Rabu (5/2/2020) harga emas di pasar spot anjlok 1,61 persen menjadi 1.550,69 dolar AS per ounce ini merupakan level terendah sejak 21 Januari yang mencapai 1.548,70 dolar AS per ounce.

Sementara itu harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 1,7 persen menjadi 1.555,50 dolar AS per ounce.

"Pergerakan dramatis di pasar ekuitas global, terutama di pasar AS, jelas menunjukkan ada kekhawatiran yang lebih rendah tentang virus corona yang menekan PDB dan kita memiliki kebutuhan yang lebih rendah untuk aset safe-haven," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures.

Sementara itu, Wall Street menguat didorong pemulihan saham dunia, setelah intervensi terkini oleh Bank Sentral China menenangkan investor.

Sejumlah upaya yang dilakukan Beijing termasuk menandatangani lebih banyak belanja pemerintah, keringanan pajak dan subsidi untuk sektor yang terdampak virus, kata sumber pemerintah.

Wabah tersebut telah merusak aktivitas ekonomi negara itu karena banyak kota yang dikunci, dengan pembatasan perjalanan dan penutupan bisnis.

Di sisi lain, dolar menguat, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Namun demikian, beberapa ketidakpastian masih menghantui pasar terkait sejauh mana dampaknya terhadap ekonomi China dan global.

"Jika dampak virus kurang dari perhitungan pasar, itu bisa mengarah pada koreksi harga emas, tetapi selama kita tidak melihat pertumbuhan ekonomi berakselerasi, harga emas akan tetap didukung," kata analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig.

Di tempat lain, palladium melambung 4,5 persen menjadi 2.423,76 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak 24 Januari di posisi 2.435 dolar AS.

Perak turun 0,5 persen menjadi 17,57 dolar AS per ounce, sementara platinum berkurang 0,4 persen menjadi 962,83 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Corona di BATC 2020, Atlet PBSI Diminta Berdiam di Hotel

Antisipasi Corona di BATC 2020, Atlet PBSI Diminta Berdiam di Hotel

Sport | Rabu, 05 Februari 2020 | 09:35 WIB

Seorang Anak Perempuan di Malaysia Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona

Seorang Anak Perempuan di Malaysia Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 08:49 WIB

Pria Ini Mengaku Bisa Sembuh dari Virus Corona dengan Wiski Panas dan Madu

Pria Ini Mengaku Bisa Sembuh dari Virus Corona dengan Wiski Panas dan Madu

Health | Rabu, 05 Februari 2020 | 08:24 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB