Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Bos BEI Minta Rapat Kasus Jiwasraya Tertutup, Anggota DPR Protes

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 10 Februari 2020 | 11:47 WIB
Bos BEI Minta Rapat Kasus Jiwasraya Tertutup, Anggota DPR Protes
Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini Senin (10/2/2020) memanggil para SRO pasar modal guna membahas Jiwasraya. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil para SRO pasar modal. Mereka dipanggil untuk membahas evaluasi kinerja pasar modal dan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya.

Adapun SRO yang hadir adalah para jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Rapat yang diagendakan mulai pukul 10:00 Wib ini molor hampir 45 menit, sehingga rapat baru mulai sekitar pukul 10:45. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara pun dimulai.

Saat dimulai Amir menyatakan rapat ini terbuka dan dibuka untuk umum, atas pernyataan ini Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menanyakan persoalan rapat ini dan menginginkan rapat dengar pendapat kali ini dilangsungkan tertutup.

"Mohon ijin Pak rapat terbuka atau tertutup, tapi bisa terbuka dulu kalau pembahasan lebih dalam bisa tertutup Pak," kata Inarno, Senin (10/2/2020).

Atas permintaan ini, Pimpinan rapat lantas menanyakan hal ini kepada para anggota dewan Komisi XI DPR RI apakah rapat ini bisa dilakukan tertutup atau terbuka.

"Bagaimana teman-teman rapat kali ini terbuka atau tertutup?," tanya pimpinan rapat.

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Mishbakun pun langsung melakukan interupsi, dirinya menolak bahwa rapat kali ini dilakukan tertutup.

"Izin Pak Ketua, kita ingin tahu pak pasar modal itu kan dibangun atas transparansi, keterbukaan kepada masyarakat dan tugas-tugas bapak bagaimana korporasi itu tadinya tertutup menjadi terbuka dan bapak harus siap kerja bapak harus di asersi oleh masyarakat," kata Mishbakun.

"Jadi saya harap rapat kali ini terbuka dan sampai seterusnya akan tetap terbuka, terima kasih pak," tambah Mishbakun.

Atas interupsi ini pimpinan rapat, Amir memutuskan rapat kali ini terbuka, tapi jika ada pembahasan yang sekiranya mendalam dilakukan secara tertutup.

"Agenda rapat kali ini adalah masukan khusus buat Panja Pengawasan seperti diketahui industri jasa keuangan dirasa sudah sangat mengkhawatirkan seperti adanya case yang kita ketahui, seperti Jiwasraya, Bumiputera, Asabri dan Bank Muamalat," kata Amir.

Seperti diketahui, skandal gagal bayar Jiwasraya bergulir semakin panas. Kasus ini sudah ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kasus ini disinyalir berawal dari pola investasi yang dilakukan manajemen ke saham-saham gorengan. Sehingga erat kaitannya dengan industri pasar modal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasabah Minta Kepastian, Tapi Skema Penyelamatan Jiwasraya Masih Abu-abu

Nasabah Minta Kepastian, Tapi Skema Penyelamatan Jiwasraya Masih Abu-abu

Bisnis | Sabtu, 08 Februari 2020 | 00:03 WIB

Sri Mulyani Malas Tanggapi Nasabah Jiwasraya yang Geruduk Kantornya

Sri Mulyani Malas Tanggapi Nasabah Jiwasraya yang Geruduk Kantornya

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2020 | 14:32 WIB

Tagar Bubarkan OJK Menggema, Kini Nasabah Jiwasraya dan Jurnalis Dihalangi

Tagar Bubarkan OJK Menggema, Kini Nasabah Jiwasraya dan Jurnalis Dihalangi

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:42 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:37 WIB

Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Finansial dan Tipsnya

Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Finansial dan Tipsnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:31 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:21 WIB

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:02 WIB

Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya

Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:25 WIB

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB