Skandal Jiwasraya, DPR Sebut Ada Zombie Company di Pasar Modal

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 10 Februari 2020 | 14:33 WIB
Skandal Jiwasraya, DPR Sebut Ada Zombie Company di Pasar Modal
Logo Jiwasraya

Suara.com - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini Senin (10/2/2020) memanggil para Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Mereka dipanggil untuk membahas evaluasi kinerja pasar modal terutama terkait kasus yang dialami PT Asuransi Jiwasraya.

Adapun SRO yang hadir adalah para jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Dalam rapat yang dimulai pukul 10:45 Wib tersebut para anggota dewan mencecar pertanyaan kepada para direksi baik BEI maupun KSEI.

Salah satu yang mencecarnya adalah Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, dalam paparannya Heri mengatakan ada 'Zombie Company' yang merusak industri pasar modal saat ini, apalagi setelah kasus gagal bayar Jiwasraya terkuak.

"Banyak orang sebut ada masalah zombie company di pasar modal. Bukan kami tidak paham tapi lebih baik regulator terkait bisa menjelaskan secara komprehensif," kata Heri di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Senin (10/2/2020).

Maka dari itu Heri pun meminta kepada jajaran direksi BEI dan KSEI untuk membuka selebar-lebarnya kasus saham gorengan yang dituduhkan kepada Jiwasraya karena salah berinvestasi saham.

"Karena tidak semua annggota Komisi XI paham, karena di dalamnya pasti ada lika-liku," kata Heri.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli mengatakan 24 persen perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) termasuk 'Zombie Company'.

Zombie Company adalah perusahaan yang masih berjalan, tetapi tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk menutup utang.

"Hari ini Zombie Company menurut Nikei (lembaga survei indeks) itu ada 24 persen, nyaris seperlima perusahaan yang listing," kata Rizal.

Rizal mengatakan, perusahaan-perusahaan tersebut banyak yang melakukan pembiayaan kembali atau refinancing melalui utang untuk menjalankan operasional perusahaan.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, tak menutup kemungkinan bisa membuat perusahaan gagal dalam pembiayaan yang dialami Jiwasraya saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos BEI Minta Rapat Kasus Jiwasraya Tertutup, Anggota DPR Protes

Bos BEI Minta Rapat Kasus Jiwasraya Tertutup, Anggota DPR Protes

Bisnis | Senin, 10 Februari 2020 | 11:47 WIB

Nasabah Minta Kepastian, Tapi Skema Penyelamatan Jiwasraya Masih Abu-abu

Nasabah Minta Kepastian, Tapi Skema Penyelamatan Jiwasraya Masih Abu-abu

Bisnis | Sabtu, 08 Februari 2020 | 00:03 WIB

Sri Mulyani Malas Tanggapi Nasabah Jiwasraya yang Geruduk Kantornya

Sri Mulyani Malas Tanggapi Nasabah Jiwasraya yang Geruduk Kantornya

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2020 | 14:32 WIB

Terkini

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:25 WIB

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:52 WIB

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:41 WIB

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:18 WIB

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik  Harga

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:56 WIB

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:46 WIB

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:10 WIB

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:31 WIB