Permintaan Sawit Asal Riau ke China Ambles Terhantam Isu Virus Corona

Iwan Supriyatna

Kamis, 13 Februari 2020 | 11:27 WIB
Permintaan Sawit Asal Riau ke China Ambles Terhantam Isu Virus Corona
Minyak kelapa sawit disebut tidak berbahaya. (Shutterstock)

Suara.com - Wabah virus corona mulai berdampak pada menurunnya permintaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Riau yang imbasnya juga membuat harga sawit turun Rp 50,68 per kilogram pada pekan ini.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja mengatakan, virus corona menjadi faktor eksternal yang tak terelakkan karena China merupakan salah satu pasar terbesar untuk CPO.

"Penurunan harga tandan buah segar periode ini disebabkan oleh menurunnya kinerja ekspor CPO. Merebaknya wabah virus corona di China menyebabkan kekhawatiran permintaan minyak sawit dapat turun mengingat China merupakan pembeli minyak nabati terbesar kedua di dunia setelah India," kata Defris, Rabu (12/2/2020) kemarin.

Wabah virus corona di China juga mempengaruhi harga sejumlah komoditas di dunia.

"Harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai juga mengalami penurunan di bursa China, sama seperti harga CPO," katanya.

Selain itu, mulai diberlakukannya bea keluar CPO juga ikut menjadi sentimen negatif. Ia menjelaskan Kementerian Perdagangan mencatat harga referensi CPO pada Februari 2020 sebesar 839,69 dolar AS per metrik ton (MT) atau naik dibandingkan periode Januari sebesar 729,72 dolar AS/MT.

"Dengan kenaikan harga tersebut, pemerintah memberlakukan bea keluar CPO sebesar 18 dolar AS per metrik ton," katanya.

Di Riau sendiri, lanjutnya, penurunan harga sawit periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang didata Dinas Perkebunan Riau.

Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 139,23 per kilogram (Kg), Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 310,43/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 79,32/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 136,21/Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 82,00/Kg dari harga minggu lalu.

baca juga

Harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 77,27/Kg, dan Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 452,00/Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 353,34/Kg dari harga minggu lalu.

Karena itu, ia mengatakan harga sawit penetapan untuk periode 12 – 18 Februari di tahun 2020 mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah penurunan terbesar pada kelompok umur 10 - 20 tahun, yang mengalami penurunan harga sebesar Rp 50,68/Kg atau mencapai 2,76 persen dari harga minggu lalu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa Penumpang dari Wuhan ke Bali, Lion Air Klaim Tak Terpapar Virus Corona

Bawa Penumpang dari Wuhan ke Bali, Lion Air Klaim Tak Terpapar Virus Corona

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:54 WIB

Pakar: Hilangnya Habitat Satwa Liar Jadi Penyebab Virus Tertular ke Manusia

Pakar: Hilangnya Habitat Satwa Liar Jadi Penyebab Virus Tertular ke Manusia

Health | Kamis, 13 Februari 2020 | 06:53 WIB

Terungkap! Penjelasan Ilmiah Virus Corona COVID-19 Bisa Menginfeksi Manusia

Terungkap! Penjelasan Ilmiah Virus Corona COVID-19 Bisa Menginfeksi Manusia

Health | Kamis, 13 Februari 2020 | 06:45 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×