Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.654,942
LQ45 760,985
Srikehati 352,266
JII 532,569
USD/IDR 17.184

Kementan Terus Mendorong Optimalisasi Penggunaan Alat Mesin Pertanian

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Minggu, 01 Maret 2020 | 15:25 WIB
Kementan Terus Mendorong Optimalisasi Penggunaan Alat Mesin Pertanian
Ilustrasi Program Serasi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong optimalisasi alat mesin pertanian (alsintan). Kesuksesan pemanfaatan alsintan saat ini dinilai lebih dari 75 persen, yang mencakup 33 provinsi di Indonesia

Hal ini disampaikan Ditjen PSP Kementan melalui Rapat Teknis (Ratek) dan Pengelolaan Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 Wilayah III, 26-28 Februari, di Hotel Best Western, Solo, Jawa Tengah. Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, daerah harus lebih mengoptimalkan alsintan yang sudah didistribusikan.
 
“Alsintan sudah didistribusikan merata. Tingkat kesuksesan program ini sudah lebih dari 75 persen. Untuk itu, optimalisasi harus terus ditingkatkan. Bagaimanapun, dukungan pemerintah pusat pada daerah luar biasa. Daerah juga membutuhkan Alsintan. Jangan lupa, keberhasilan ini dipublikasikan di media, agar semua tahu kalau pemanfaatan Alsintan sangat luar biasa,” kata Andi, Jateng, Kamis (27/2/2020).
 
Mendukung produktivitas, suport besar terus diberikan Ditjen PSP Kementan. Untuk tahun ini, alokasi anggaran besar Kementan sudah disiapkan dengan nilai mencapai Rp 927,304 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan 14.664 unit alsintan, berupa traktor roda 2, 5.046 unit dan 1.210 unit traktor roda 4 TP.
 
Petani juga mendapatkan kuota 6.356 unit pompa air hingga 462 unit rice transplanter. Ada juga 50.000 unit seeding tray dan cultivator, yang mencapai 1.590 unit.

Bila digabungkan antara pusat dan daerah, maka alokasi anggaran dan pengadaan unit alsintan semakin besar. Untuk total anggarannya mencapai Rp 1,169 triliun, dengan jumlah alsintan 23.440 unit di sepanjang 2020.
 
Dari total 23.440 alsintan tersebut, terdapat 8.500 unit traktor roda 2. Namun untuk traktor roda 4 TP tetap tersedia 1.210 unit.

Untuk pompa air memiliki kuota maksimal 10.000 unit, lalu ada 1.100 unit rice transplanter. Adapun seeding tray tetap 50.000 unit dan jumlah maksimal 2.630 unit cultivator.

Andi menegaskan, komunikasi intensif harus dilakukan daerah untuk mengoptimalkan Alsintan.
 
“Alsintan banyak yang sudah diterima oleh daerah. Hanya saja, optimalisasinya di daerah masih belum maksimal. Belum dimanfaatkan dengan baik oleh mereka. Kementan pada dasarnya hal ini tidak mau terjadi. Kami juga siap merelokasi Alsintan yang tidak terpakai ke daerah lain. Tapi lagi-lagi, kami ini terbentur dengan masalah komunikasi dari daerah,” tegas Andi lagi.
 
Optimalisasi fungsi alsintan, saat ini dihadapkan pada minornya komunikasi dari daerah. Dari 33 provinsi sebaran alsintan, hanya 3 provinsi saja yang kooperatif.

Mereka secara detail melaporkan pemanfaatan alsintan tersebut. Provinsi yang aktif melaporkan pemanfaatan alsintan adalah Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.
 
“Alsintan harus dimanfaatkan lebih baik baik sehingga bisa mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini tentu perlu komunikasi yang lebih baik dari daerah, sebab baru 3 dari 33 provinsi yang sudah melaporkan manfaat alsintan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada mereka. Lalu bagi provinsi yang belum, harus segera melaporkan pemanfaatan alsintannya, agar relokasi bisa segera dilakukan,” jelas Andi.
 
Lebih lanjut, Andi memaparkan, kegiatan Direktorat Alsintan Kementan tahun ini sangat bervariasi. Selain batuan alsintan, ada juga perbengkelan alat dan mesin pertanian.

Untuk menaikan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dilakukan Bimbingan Teknis Kelembagaan Alsintan. Adapun beberapa program baru menyasar Monitoring, Evaluasi, dan Pelaoran Kegiatan.
 
“Dukungan yang diberikan Kementan itu sangat optimal. Bentuknya beragam, karena menyasar semua lini. Ada juga beberapa kegiatan baru yang sudah berjalan tahun ini. Intinya, kami ingin membangun hubungan pusat dan daerah yang lebih bagus. Semua instrumennya sudah disiapkan, apalagi sekarang terintegrasi mulai dari perencanaan hingga pemanfaatannya,” papar Andi.
 
Ia berharap, pemerintah provinsi memberikan kabar baik yang bisa diangkat ke permukaan. Apalagi, alsintan sangat membantu para petani.

"Alsintan membuat waktu kerja dan biaya kerja menjadi lebih efisien. Seperti pengolahan lahan, efisiensi waktu kerja mencapai 97,4 persen, sedangkan efisiensi biaya kerja mencapai 40,0 persen," ulasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan : Kebutuhan Pupuk di Tingkat Petani Dijamin Terjaga Sepanjang 2020

Kementan : Kebutuhan Pupuk di Tingkat Petani Dijamin Terjaga Sepanjang 2020

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2020 | 11:12 WIB

Kementan : Pemerintah Siapkan Pompanisasi untuk Lahan Terdampak Banjir

Kementan : Pemerintah Siapkan Pompanisasi untuk Lahan Terdampak Banjir

Bisnis | Sabtu, 29 Februari 2020 | 18:56 WIB

Kementan Memberikan Kredit Usaha Rakyat di Papua Senilai Rp 1 Triliun

Kementan Memberikan Kredit Usaha Rakyat di Papua Senilai Rp 1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:07 WIB

Mentan Serahkan Bantuan Alsintan di Sorong

Mentan Serahkan Bantuan Alsintan di Sorong

Bisnis | Rabu, 26 Februari 2020 | 18:50 WIB

Bila Pupuk Kurang atau Berlebih, Kementan Izinkan Daerah Lakukan Realokasi

Bila Pupuk Kurang atau Berlebih, Kementan Izinkan Daerah Lakukan Realokasi

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2020 | 15:03 WIB

DPR Dukung Upaya Kementan Mencegah Alih Fungsi Lahan

DPR Dukung Upaya Kementan Mencegah Alih Fungsi Lahan

Bisnis | Senin, 24 Februari 2020 | 15:21 WIB

Terkini

Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Warteg Menjerit

Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Warteg Menjerit

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:54 WIB

IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah

IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:50 WIB

KFC Indonesia Masih Tekor Rp366 Miliar, Puluhan Gerai Gulung Tikar

KFC Indonesia Masih Tekor Rp366 Miliar, Puluhan Gerai Gulung Tikar

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:21 WIB

Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?

Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:02 WIB

Stok Pupuk RI Diklaim Kebal Konflik Timur Tengah, DPR Puji Keberanian Turunkan Harga 20%

Stok Pupuk RI Diklaim Kebal Konflik Timur Tengah, DPR Puji Keberanian Turunkan Harga 20%

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:34 WIB

Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%

Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:32 WIB

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan

Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa

Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:14 WIB

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:48 WIB