Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Mandiri Investasi Incar Dana Kelolaan Rp 73 Triliun di 2020

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 05 Maret 2020 | 16:03 WIB
Mandiri Investasi Incar Dana Kelolaan Rp 73 Triliun di 2020
Konferensi pers PT Mandiri Manajemen Investasi. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan total Dana Kelolaan reksadana sebesar Rp 66 triliun dan sebesar Rp 7 triliun dari dana kelolaan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Produk Investasi Alternatif, dan Pengelolaan Dana Nasabah Individu.

Direktur Utama Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa mengatakan, untuk mencapai target itu, pihaknya telah menyiapkan complimentary ecosystem agar para investor tetap dapat berinvestasi secara optimal di tengah situasi perekonomian global dan nasional saat ini.

“Mandiri Investasi telah menyiapkan berbagai ekosistem dalam mensiasati era disruptions ini. Contohnya, kami memiliki produk Reksa Dana yang memiliki fitur pencairan di hari yang sama (sameday settlement atau ‘T+0’) yang dikenal dengan nama Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang 2 (MIPU2). Reksa Dana ini untuk mendukung ekosistem digital dengan menyasar e-wallet dari industri fintech,” kata Alvin di Pasific Place Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Ia menambahkan, target itu juga di topang dengan produk Reksa Dana All Weather Fund yaitu Reksa Dana Mandiri Investasi Obligasi Nasional bagi investor yang ingin memiliki fleksibilitas untuk berinvestasi dalam surat utang negara berdenominasi Dolar atau Rupiah.

“Tidak hanya itu, kami juga memiliki produk Reksa Dana yang telah di revamp dengan tema global disruption yaitu Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGSED) yang menawarkan investasi pada portofolio Efek Syariah Luar Negeri, yang memiliki kemampuan untuk melakukan disruptions pada level global,” jelas dia

Disamping itu, lanjut dia, Mandiri Investasi juga memiliki produk yang memberikan disruptions kepada produk konvensional industri Reksa Dana yaitu produk-produk Investasi Alternatif, seperti; KIK EBA, KIK DINFRA, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

"Di tahun ini, kami juga berencana menerbitkan produk inovatif Investasi Alternatif lainnya, yaitu KIK EBA Syariah dan DINFRA lanjutan," jelasnya lagi.

Untuk diketahui, Mandiri Investasi hingga akhir tahun 2019 berhasil mencapai Asset Under Management (AUM) Reksa Dana sebesar Rp 44,9 triliun.

Sementara untuk total dana kelolaan termasuk AUM dari Mandiri Investment Management Singapore (MIMS), di akhir tahun 2019 mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp 63,4 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Mahasiswi UI Dapat Kado Saham dari Kekasih saat Wisuda

Viral Mahasiswi UI Dapat Kado Saham dari Kekasih saat Wisuda

News | Selasa, 04 Februari 2020 | 16:45 WIB

Cerdas Berinvestasi Bagi Kaum Milenial pada Era Revolusi Industri 4.0

Cerdas Berinvestasi Bagi Kaum Milenial pada Era Revolusi Industri 4.0

Your Say | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:55 WIB

Bayar Dana Talangan Menara MUI, Ma'ruf Amin Cari Uang Lewat Reksadana

Bayar Dana Talangan Menara MUI, Ma'ruf Amin Cari Uang Lewat Reksadana

Bisnis | Rabu, 13 Februari 2019 | 15:22 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB