Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Penjualan Nissan Ambles 13,3 Persen di Januari 2020

Iwan Supriyatna

Sabtu, 07 Maret 2020 | 08:46 WIB
Penjualan Nissan Ambles 13,3 Persen di Januari 2020
Nissan Note e-power dalam sebuah pameran otomotif di Thailand. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Nissan Motor Corporation mengalami dampak signifikan dari melemahnya pasar otomotif awal tahun. Nissan mencatatkan penjualan pada Januari 2020 turun dua digit dibanding periode sama tahun 2019.

Mengutip pernyataan resmi Nissan, Sabtu (7/3/2020). Pada Januari lalu Nissan membukukan penjualan 368.336 unit kendaraan, turun 13,3 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Melemahnya pasar juga memengaruhi produksi Nissan, yang pada Januari 2020 membuat 362.891 unit kendaraan, turun 18,7 persen dibanding bulan sama tahun 2019.

Khusus untuk model listrik Nissan LEAF, Nissan mencatatkan penjualan 2.971 unit pada Februari 2020 di pasar lokal Jepang, naik 60 persen dari bulan yang sama tahun 2019.

Namun, jika digabungkan dengan penjualan Januari, penjualan dua bulan pertama 2020 Nissan LEAF hanya 3.734 unit, turun 20,5 persen dibanding dua bulan pertama 2019.

Sebelumnya, Hana Maharani, General Manager Communications PT NMI mengatakan bahwa permintaan untuk kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat. Akan tetapi, kesadaran dan informasi masyarakat Indonesia mengenai mobil listrik masih tergolong rendah.

"Masih banyak kesalahpahaman mengenai mobil listrik yang beredar di masyarakat. Seperti jarak tempuh, tenaga kurang, charging, dan lain-lain. Oleh karena itu, peran serta strategi kami dalam mempercepat pengadopsian mobil listrik di Indonesia dimulai dari edukasi," jelas Hana Maharani.

Dalam hal ini, tambahnya, Nissan akan terus terlibat aktif meningkatkan kesadaran dan edukasi publik terkait mobil listrik, khususnya melalui Nissan LEAF. Bahkan melalui jenis mobil listrik baru yang menggunakan teknologi e-POWER.

Teknologi e-POWER adalah teknologi yang dikembangkan Nissan untuk memberikan manfaat seperti mobil listrik murni, tanpa khawatir mengenai pengisian ulang daya baterai. Sistem penggerak e-POWER ini dinilai menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi Nissan.(Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isi Daya untuk Kendaraan Listrik di SPLU Rp 1.300/kWh

Isi Daya untuk Kendaraan Listrik di SPLU Rp 1.300/kWh

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2020 | 16:17 WIB

Mobil Listrik DFSK Gelora E Diperkenalkan dalam Arena GIICOMVEC 2020

Mobil Listrik DFSK Gelora E Diperkenalkan dalam Arena GIICOMVEC 2020

Otomotif | Kamis, 05 Maret 2020 | 20:09 WIB

Modus Baru Pencurian Baru Mobil Di Dealer, Cuma Modal Ini Doang

Modus Baru Pencurian Baru Mobil Di Dealer, Cuma Modal Ini Doang

Otomotif | Kamis, 05 Maret 2020 | 11:27 WIB

Terkini

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:18 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:59 WIB

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB

Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026

Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:07 WIB

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:59 WIB

Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia

Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:47 WIB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:09 WIB

BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!

BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:06 WIB

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55 WIB

×