Imbas Corona, Ekspor - Impor Lesu

Pebriansyah Ariefana | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 16 Maret 2020 | 15:28 WIB
Imbas Corona, Ekspor - Impor Lesu
Petugas berjalan di antara mobil-mobil yang siap diekspor di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019). [Antara/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang bulan Februari 2020 kinerja ekspor impor Indonesia boleh dibilang sangat lesu sekali. Pasalnya dua kegiatan perdagangan internasional tersebut turun cukup signifikan imbas merebaknya virus corona atau Covid-19.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti mengatakan yang paling berdampak ada pada sisi impor, terutama impor yang berasal dari China tempat awalnya virus corona menyebar.

"Ya ada pengaruh Covid 19 ini, di sana ada lockdown, jadi kegiatan ekspor-impor akan otomatis mempengaruhi ke angka neraca perdagangan kita dari China," kata Yunita dalam video conference di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Dia mengungkapkan kegiatan ekspor maupun impor yang akan ke China mengalami pengaruhnya yang cukup besar imbas virus corona.

"Jadi ekspornya turun 11,63 persen dan impornya turun 49,63 persen, jadi cukup signifikan," jelas dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang bulan Februari 2020 mengalami surplus yang cukup signifikan yakni mencapai 2,34 dolar AS.

Angka surplus ini didapat dari nilai ekspor yang mencapai 13,94 miliar dolar AS dan impor sebesar 11,6 miliar dolar AS.

"Neraca perdagangan barang Indonesia pada Februari 2020 ini kita lihat pada Februari 2020 barang kita mengalami surplus sebesar 2,34 miliar dolar AS angka surplus ini cukup besar," kata Yunita.

Yunita bilang surplus ini didapat karena penurunan yang cukup taj dari sisi kinerja impor, terutama impor yang datang dari China mengalami penurunan cukup tinggi karena virus corona atau Covid-19.

"Ini lebih disebabkan karena impornya turun cukup signifikan dan ekspornya naik," katanya.

Sehingga kata dia sepanjang Januari hingga Februari 2020 neraca perdagangan Indonesia sudah suprlus 1,7 miliar dolar AS.

"Jadi Januari hingga Februari 2020 kumulatif ini surplus sebesar 1,7 miliar dolar AS," katanya.

Sementara itu untuk negara-negara yang surplus perdagangan dengan Indonesia adalah Amerika Serikat India dan Belanda.

"Yang dominan adalah dengan Amerika Serikat di mana suprlusnya total 2,1 miliar dolar AS, India kita surplus 1,1 miliar dolar AS sedangkan dengan Belanda kita surplus 402 juta dolar AS," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegawai Bank Mandiri Cabang Jakarta Kyai Tapa Diduga Positif Corona

Pegawai Bank Mandiri Cabang Jakarta Kyai Tapa Diduga Positif Corona

Bisnis | Senin, 16 Maret 2020 | 15:22 WIB

Ada Anggota Suspect Corona Setelah dari Pekanbaru, DPRD DKI Karantina Diri

Ada Anggota Suspect Corona Setelah dari Pekanbaru, DPRD DKI Karantina Diri

News | Senin, 16 Maret 2020 | 15:22 WIB

Virus Corona: 10 Alasan untuk Tidak Panik

Virus Corona: 10 Alasan untuk Tidak Panik

Tekno | Senin, 16 Maret 2020 | 15:20 WIB

Cegah Corona, Sejumlah Rumah Sakit di Jogja Tak Berlakukan Jam Besuk

Cegah Corona, Sejumlah Rumah Sakit di Jogja Tak Berlakukan Jam Besuk

Health | Senin, 16 Maret 2020 | 15:20 WIB

Terkini

Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet

Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:29 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:16 WIB

Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara

Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Akses Tol MBZ Terapkan Buka Tutup, Ini Dampaknya bagi Pengendara

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:03 WIB

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Harga Bitcoin Turun Akibat Ancaman Perang AS-Iran, Kembali ke Level 60 Ribu Dolar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:02 WIB

Harga Emas Lebaran Hari Ini Stabil di Pegadaian: UBS dan Galeri 24 Rp2,9 Jutaan

Harga Emas Lebaran Hari Ini Stabil di Pegadaian: UBS dan Galeri 24 Rp2,9 Jutaan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:50 WIB

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:45 WIB

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:38 WIB

Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia

Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:30 WIB

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Hak Peserta?

OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Hak Peserta?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:24 WIB

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:37 WIB