Kinerja Ekspor Japfa Hingga Maret 2020 Capai Rp 56 Miliar

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 17 Maret 2020 | 11:44 WIB
Kinerja Ekspor Japfa Hingga Maret 2020 Capai Rp 56 Miliar
Ilustrasi anak-anak ayam (Shutterstock).

Suara.com - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mencatakan kinerja ekspor pada bulan Maret sebesar Rp 56 Miliar. Sepanjang Maret 2020, JAPFA mengekspor berbagai produk pertanian dan perikanan ke Amerika, Jepang, Taiwan, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Singapura, Filipina, Myanmar, Vietnam, dan Malaysia.

Rangkaian produk yang diekspor meliputi produk ayam olahan, karkas, pakan ternak, anak ayam umur sehari atau day old chicken (DOC), vaksin ternak, serta produk perikanan.

Melalui pencapaian ekspor ini, JAPFA juga berkomitmen dalam mendukung Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) untuk mendorong perekonomian nasional.

Gratieks merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor pertanian yang diharapkan dapat mempercepat laju ekspor komoditas pertanian untuk mewujudkan ekosistem pertanian yang modern.

Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, perseroan tetap terus berusaha mewujudkan komitmen perusahaan dalam menyediakan asupan protein hewani dan produk pendukungnya yang berkualitas dan terjangkau, tidak hanya untuk pasar dalam negeri, juga internasional.

"Selain itu, melalui kegiatan ekspor yang terus kami lakukan, JAPFA mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional, khususnya mendukung tercapainya tujuan Gratieks," ujar Rachmat dalam keterangannya, Selasa (17/3/2020).

Pada tahun 2020 ini, JAPFA menargetkan pencapaian ekspor ke berbagai negara di dunia senilai lebih dari Rp 675 Miliar dari anak usahanya yang meliputi divisi perunggasan dan perikanan.

Rangkaian produk JAPFA yang dipasarkan ke mancanegara telah memenuhi persyaratan standar kelayakan ekspor internasional seperti memiliki sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI), sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sertifikat produk halal, Food Safety System Certification (FSSC) 22000, dan juga ISO 9001:2015.

"Kami optimis bahwa rangkaian produk JAPFA dapat bersaing di pasar internasional karena kami selalu mengedepankan kualitas mutu produk, dengan tetap mempertimbangkan harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Tidak hanya itu, kami terus berupaya mengembangkan kualitas dan layanan untuk membuka peluang yang lebih luas di pasar global," imbuh Rachmat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kakak Asyik Main TikTok, Nggak Sadar Adiknya Dipatok Ayam

Kakak Asyik Main TikTok, Nggak Sadar Adiknya Dipatok Ayam

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2020 | 09:55 WIB

Muncul Kreasi Ayam Goreng Pakai Kental Manis, Warganet: Apa Kabar Kecap?

Muncul Kreasi Ayam Goreng Pakai Kental Manis, Warganet: Apa Kabar Kecap?

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2020 | 08:55 WIB

Viral! Ayam Hitam Dijual Rp 93.000, Warganet : Ayam Piaraan Black Panther

Viral! Ayam Hitam Dijual Rp 93.000, Warganet : Ayam Piaraan Black Panther

Tekno | Minggu, 08 Maret 2020 | 09:35 WIB

Terkini

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Di Balik Angka Delapan LRT Manggarai: Diplomasi Santai Pramono dan Sinyal Politik Prabowo

Di Balik Angka Delapan LRT Manggarai: Diplomasi Santai Pramono dan Sinyal Politik Prabowo

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

PAN Keberatan PT Naik 5 Persen: Bukan Khawatir Tak Lolos ke Senayan

PAN Keberatan PT Naik 5 Persen: Bukan Khawatir Tak Lolos ke Senayan

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:11 WIB

How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh

How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:10 WIB

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:02 WIB

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:00 WIB

×