Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Kamis, 17 September 2026 | 16:02 WIB
Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026). [Suara.com/Lilis Varwati]
baca 10 detik
  • Menteri HAM Natalius Pigai mengkritik Kementerian Setneg karena menahan draf regulasi kementeriannya selama 8 bulan.
  • Kritik tersebut disampaikan Pigai dalam Forum Koordinasi Kebijakan HAM di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026).
  • Mandeknya pengesahan berbagai rancangan regulasi tersebut mengakibatkan hambatan signifikan pada sejumlah program penting Kementerian HAM.

Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai melontarkan kritik terhadap Kementerian Sekretariat Negara (Setneg). Pigai menyebut sejumlah draf regulasi yang diajukan Kementerian HAM mandek selama delapan bulan tanpa diproses.

Pigai bahkan secara terbuka meminta wartawan menuliskan kritik tersebut.

"Semua peraturan perundang-undangan yang saya ajukan sampai sekarang 8 bulan mentok. Ini Mensesneg ini yang saya kritik. Tulis wartawan, tulis," kata Pigai saat menyampaikan sambutan dalam Forum Koordinasi Kebijakan HAM di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Pigai, regulasi yang belum diproses itu mencakup rancangan Peraturan Presiden (Perpres), Instruksi Presiden (Inpres), Keputusan Presiden (Keppres), hingga revisi Undang-Undang HAM.

Ia menilai revisi UU HAM penting karena aturan tersebut akan menjadi payung bagi arah kebijakan pembangunan politik HAM di Indonesia.

"Kami harus rombak undang-undang hak asasi manusia yang menjadi induk yang memayungi, melandasi kebijakan pembangunan politik Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Itu yang pertama," jelas Pigai.

Mandeknya regulasi tersebut, kata Pigai, turut menghambat sejumlah program yang ingin dijalankan Kementerian HAM.

Salah satunya adalah rencana penerapan Perpres tentang Bisnis dan HAM. Regulasi itu diperlukan sebagai dasar bagi pemerintah untuk melakukan penilaian terhadap aspek HAM di sektor industri.

"Karena saya mau lakukan penilaian dunia industri tidak bisa, penilaian hak asasi manusia. Karena aturan tentang Perpres, draft Perpres Bisnis HAM dan HAM itu mandek di Sekretariat Negara," ujarnya.

baca juga

Sertifikasi HAM Ikut Tertahan

Selain regulasi Bisnis dan HAM, Pigai mengatakan Kementerian HAM sedang menyiapkan skema sertifikasi HAM.

Salah satu rencananya, sertifikat HAM menjadi salah satu persyaratan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang hendak naik jabatan dari eselon II ke eselon I.

"Jadi syarat untuk naik dari eselon 2 ke eselon 1 salah satunya adalah pernah atau memiliki sertifikat HAM," kata Pigai.

Sertifikasi HAM juga direncanakan menyasar pemegang jabatan komando di lingkungan TNI dan Polri.

Pigai menyebut sertifikasi tersebut nantinya dapat diintegrasikan dengan pendidikan dan pelatihan bagi personel yang akan menduduki jabatan komando.

"Sehingga mereka kan itu Sespim menjadi syarat mutlak untuk jadi komando. Maka sekaligus pendidikan HAM juga dilatih di situ," kata Pigai.

Namun, berbagai rencana tersebut membutuhkan dasar hukum. Pigai mengatakan pelaksanaannya ikut tertahan karena rancangan regulasi yang menjadi landasannya belum diproses di Sekretariat Negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:42 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

Natalius Pigai Tegaskan Tak Takut Kena Reshuffle: Bangun Bangsa Harga Mati

Natalius Pigai Tegaskan Tak Takut Kena Reshuffle: Bangun Bangsa Harga Mati

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:59 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×