Kenaikan Harga Emas Picu Inflasi Maret 0,10 Persen

Bangun Santoso | Achmad Fauzi
Kenaikan Harga Emas Picu Inflasi Maret 0,10 Persen
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Jakarta. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Inflasi tertinggi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,64 persen. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar -1,91 persen

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2020 mengalami inflasi 0,10 persen. Artinya beberapa komoditas harga mengalami kenaikan pada bulan Maret.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, inflasi tersebut didapatkan setelah BPS memantau 90 kota pada Maret 2020.

"Secara umum perkembangan harga berbagai komoditas menunjukan kenaikan. Inflasi Maret 0,10 persen, sedangkan Inflasi tahun kalender 0,76 persen, serta kalau dari tahun ke tahun 2,96 persen," kata Suhariyanto di Kantor BPS Pusat, Rabu (1/4/2020).

Pria yang kerap disapa Kecuk ini mencatat, dari 90 kota diamati sebanyak 43 kota mengalami inflasi, sementara 47 kota mengalami deflasi.

Dia melanjutkan, inflasi tertinggi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,64 persen. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar -1,91 persen.

Menurut dia, inflasi pada Maret ini disebabkan oleh kenaikan harga emas dengan sumbangan ke inflasi 0,05 persen. Kemudian putih, harga bawang bombay dan telur ayam ras juga memberikan andil ke inflasi sebesar 0,03 persen

"Sementara yang memberi andil ke deflasi yaitu adanya penurunan Cabai Merah, tarif angkutan udara, dan cabai rawit," katanya menambahkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS