Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:25 WIB
Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tidak dibatasi tapi didorong berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Mendag Budi Santoso menegaskan ritel modern tidak dibatasi; kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih didorong.
  • Koperasi Desa Merah Putih bertujuan memberdayakan ekonomi desa dan distribusi produk lebih dekat ke konsumen.
  • Pengaturan perizinan ritel modern berada di wewenang Pemerintah Daerah sesuai rencana tata ruang wilayah.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tidak dibatasi karena munculnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia justru mendorong kolaborasi, di mana ritel dan distributor bisa menjadi penyuplai produk bagi koperasi desa.

Pernyataan itu disampaikan Budi menanggapi isu pembatasan ritel modern di tengah penguatan KDMP yang disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Budi, yang mengaku sudah mendengar klarifikasi Yandri, menegaskan regulasi soal ritel diatur dalam peraturan perundangan.

"Jadi, koperasi desa itu kan memang tujuannya adalah untuk memberdayakan ekonomi di desa. Jadi, koperasi desa atau koperasi desa yang sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, kehadiran KDMP tidak perlu dipertentangkan dengan ritel modern. Justru ada ruang kemitraan yang bisa saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Nah ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minmarket, dengan distributor, untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa," ujarnya.

Busan menilai praktik kemitraan semacam ini bukan hal baru. Selama ini, toko kelontong di berbagai daerah juga mendapat pasokan barang dari ritel modern maupun distributor besar.

Ia juga menjelaskan KDMP memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar gerai ritel. Selain menjual kebutuhan pokok, koperasi desa juga bisa menyediakan alat pertanian, pupuk, obat-obatan hingga layanan kesehatan.

"KDMP itu kan banyak juga yang menjual alat-alat pertanian, ada pupuk juga, ada obat-obatan. Nah, terus yang kedua, KDMP juga bisa berfungsi sebagai apotek, sebagai klinik, dan juga salah satu sebagai eksporter yang saya sebutkan tadi," jelasnya.

Terkait potensi tumpang tindih pasar, Busan menilai jangkauan KDMP lebih luas dari sekadar ritel. Namun ia tetap membuka ruang distribusi bagi ritel modern untuk memasok produknya ke koperasi desa.

"Ya, enggak. Maksud saya, kita kalau ngomongin KDMP, jangkauannya lebih luas. Tetapi tadi terkait dengan retail, retail atau distributor ini bisa mensumpulai produk-produknya melalui KDMP," pungkasnya.

Wewenang Pemda

Selain itu Budi juga menyatakan kewenangan pengaturan ritel modern berada di tangan pemerintah daerah (Pemda). Ia menyebut, soal pembatasan maupun pengembangan gerai ritel harus disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah masing-masing daerah.

"Sesuai peraturan perundangan, kan perizinan untuk ritel modern itu kan diserahkan kepada pemerintah daerah. Jadi sesuai dengan rencana RTRW, Rencana Tata Buang Wilayah, jadi saya pikir pemerintah daerah akan bijak ya di dalam mengembangkan koperasinya untuk kemakmuran desa tersebut," terang Budi.

Ia menilai kepala daerah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara ritel modern dan koperasi desa. Apalagi koperasi desa merupakan milik masyarakat desa sehingga manfaat ekonominya diharapkan kembali ke desa.

"Karena koperasi desa kan milik desa, sehingga apa pun yang dihasilkan untuk kemakmuran masyarakat desa atau pemerintah desa. Sehingga pemberdayaan ekonominya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret

Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 00:08 WIB

Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah

Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:24 WIB

Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap

Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:43 WIB

Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih

Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Anggarkan Rp 90 Triliun di Q1 2026 buat Kopdes Merah Putih

Purbaya Anggarkan Rp 90 Triliun di Q1 2026 buat Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:21 WIB

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:12 WIB

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:11 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB