Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:25 WIB
Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tidak dibatasi tapi didorong berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Mendag Budi Santoso menegaskan ritel modern tidak dibatasi; kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih didorong.
  • Koperasi Desa Merah Putih bertujuan memberdayakan ekonomi desa dan distribusi produk lebih dekat ke konsumen.
  • Pengaturan perizinan ritel modern berada di wewenang Pemerintah Daerah sesuai rencana tata ruang wilayah.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tidak dibatasi karena munculnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia justru mendorong kolaborasi, di mana ritel dan distributor bisa menjadi penyuplai produk bagi koperasi desa.

Pernyataan itu disampaikan Budi menanggapi isu pembatasan ritel modern di tengah penguatan KDMP yang disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Budi, yang mengaku sudah mendengar klarifikasi Yandri, menegaskan regulasi soal ritel diatur dalam peraturan perundangan.

"Jadi, koperasi desa itu kan memang tujuannya adalah untuk memberdayakan ekonomi di desa. Jadi, koperasi desa atau koperasi desa yang sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, kehadiran KDMP tidak perlu dipertentangkan dengan ritel modern. Justru ada ruang kemitraan yang bisa saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Nah ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minmarket, dengan distributor, untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa," ujarnya.

Busan menilai praktik kemitraan semacam ini bukan hal baru. Selama ini, toko kelontong di berbagai daerah juga mendapat pasokan barang dari ritel modern maupun distributor besar.

Ia juga menjelaskan KDMP memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar gerai ritel. Selain menjual kebutuhan pokok, koperasi desa juga bisa menyediakan alat pertanian, pupuk, obat-obatan hingga layanan kesehatan.

"KDMP itu kan banyak juga yang menjual alat-alat pertanian, ada pupuk juga, ada obat-obatan. Nah, terus yang kedua, KDMP juga bisa berfungsi sebagai apotek, sebagai klinik, dan juga salah satu sebagai eksporter yang saya sebutkan tadi," jelasnya.

Terkait potensi tumpang tindih pasar, Busan menilai jangkauan KDMP lebih luas dari sekadar ritel. Namun ia tetap membuka ruang distribusi bagi ritel modern untuk memasok produknya ke koperasi desa.

baca juga

"Ya, enggak. Maksud saya, kita kalau ngomongin KDMP, jangkauannya lebih luas. Tetapi tadi terkait dengan retail, retail atau distributor ini bisa mensumpulai produk-produknya melalui KDMP," pungkasnya.

Wewenang Pemda

Selain itu Budi juga menyatakan kewenangan pengaturan ritel modern berada di tangan pemerintah daerah (Pemda). Ia menyebut, soal pembatasan maupun pengembangan gerai ritel harus disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah masing-masing daerah.

"Sesuai peraturan perundangan, kan perizinan untuk ritel modern itu kan diserahkan kepada pemerintah daerah. Jadi sesuai dengan rencana RTRW, Rencana Tata Buang Wilayah, jadi saya pikir pemerintah daerah akan bijak ya di dalam mengembangkan koperasinya untuk kemakmuran desa tersebut," terang Budi.

Ia menilai kepala daerah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara ritel modern dan koperasi desa. Apalagi koperasi desa merupakan milik masyarakat desa sehingga manfaat ekonominya diharapkan kembali ke desa.

"Karena koperasi desa kan milik desa, sehingga apa pun yang dihasilkan untuk kemakmuran masyarakat desa atau pemerintah desa. Sehingga pemberdayaan ekonominya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret

Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 00:08 WIB

Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah

Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:24 WIB

Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap

Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:43 WIB

Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih

Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Anggarkan Rp 90 Triliun di Q1 2026 buat Kopdes Merah Putih

Purbaya Anggarkan Rp 90 Triliun di Q1 2026 buat Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:45 WIB

Terkini

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:55 WIB

×