KUB Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sukoharjo

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 12 April 2020 | 10:54 WIB
KUB Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sukoharjo
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan).

Suara.com - Pertanian yang maju mandiri dan modern, terbukti bisa memberikan kesejahteraan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kepodang Topo di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng). Inovasi teknologi yang dikemas KUB ini bisa menjadi contoh petani lainnya.

Pengelola KUB Kepodang Topo, Ikhsan mengatakan, pada awalnya, sekitar tahun  2018 lalu KUB ini dikembangkan di Desa Dalangan di lahan seluas 170 ha. Lantaran petani yang berminat cukup banyak, wilayah kerja KUB diperluas di enam desa. Meliputi Desa Majasto, Pojok, Kateguhan, Ponowaren, Tangkisan dan Dalangan.

"Kini luas areal sawah yang dikelola KUB sudah bertambah sebanyak 1.033 ha dengan jumlah petani sekitar 2.400 orang," ujar Ikhsan.

Ikhsan mengatakan, petani yang  tergabung di KUB tak perlu repot lagi dalam mengembangkan usaha taninya.

Sebab, petani bisa menyerahkan pembibitan, olah tanah dan panen kepada manajemen KUB dan pengelolaan alsintan melalui UPJA sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian guna memperoleh keuntungan bagi anggota KUB

Alat mesin pertanian (alsintan) yang dikelola oleh UPJA di KUB Kepodang Topo berupa 1 unit ekskavator, 2 unit traktor roda 4, dan 2 unit transplanter, serta 1 unit truk. Saat ini pihaknya sedang mengupayakan penambahan combine harvester. Rencana pembelian Combine Harvester ini akan diupayakan melalui sistem KUR.

Menurut Ikhsan, dalam olah lahan, pembibitan sampai panen, petani hanya dikenakan biaya Rp 1,5 juta/patok (lengkap). Jadi, petani tinggal melakukan pengawasan dan perawatan sampai panen.

"Semua pembibitan, olah lahan hingga panen dilakukan dengan alsintan. Sehingga prosesnya cepat sekali," kata Ikhsan.

Ikhsan juga mengatakan, setelah panen, hasil panennya akan dikelola KUB. Artinya, gabah yang dipanen dibeli KUB dengan harga Rp 4.300-Rp 4.500 per kilogram (GKP). Selanjutnya, gabah tersebut diproses di mesin penggilingan padi milik KUB.

baca juga

"Karena sudah diserahkan ke KUB,  petani tinggal terima bersihnya saja. Dengan bekerjasama dengan KUB petani sangat diuntungkan. Sebab, biaya usaha tani yang dibebankan ke petani menjadi lebih murah," tuturnya.

Ikhsan menyebutkan, untuk olah tanah menggunakan alsintan ini hanya dikenakan biaya Rp 100 ribu per 1.000 meter persegi. Tanam Rp 250 ribu per 1.000 meter persegi, dan untuk panen Rp 200 ribu per 1.000 meter persegi.

Sesuai kalkulasi Ikhsan, petani yang mempunyai lahan 1 ha, rata-rata mampu menghasilkan padi sebanyak 5,5 ton-6,5 ton/ ha. Apabila harga gabah (GKP) Rp 4.300 per kilogram - Rp 4.500 per kilogram, dengan dikurangi biaya produksi sekitar Rp 9 juta, petani masih mampu mendapatkan keuntungan Rp 20 juta per hektare per musim. 

"Bahkan, petani yang hanya punya lahan satu patok, masih mampu mendapatkan penghasilan Rp 8 juta per patok per musim," tambahnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, bantuan alsintan ke petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, petani yang menggunakan alsintan usaha taninya lebih efektif dan efisien.

"Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per hektare, sehingga, penggunaan alsintan 40 persen lebih efisien," tutur Mentan SYL.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani Nabire Panen di Areal Cetak Sawah Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Petani Nabire Panen di Areal Cetak Sawah Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Bisnis | Sabtu, 11 April 2020 | 12:24 WIB

Kementan Apresiasi Perda No 8/ 2017 tentang PLP2B di Lampung Selatan

Kementan Apresiasi Perda No 8/ 2017 tentang PLP2B di Lampung Selatan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2020 | 13:14 WIB

Kementan : KUR Pertanian Diharapkan Bisa Tangkal Dampak Covid-19

Kementan : KUR Pertanian Diharapkan Bisa Tangkal Dampak Covid-19

Bisnis | Kamis, 09 April 2020 | 11:10 WIB

Kota Baubau Mulai Sosialisasikan Penerapan Kartu Tani

Kota Baubau Mulai Sosialisasikan Penerapan Kartu Tani

Bisnis | Rabu, 08 April 2020 | 11:01 WIB

Masuk Musim Tanam, Begini Cara Daftar Asuransi Pertanian

Masuk Musim Tanam, Begini Cara Daftar Asuransi Pertanian

Bisnis | Selasa, 07 April 2020 | 09:00 WIB

Panen Raya sedang Terjadi di Indonesia, Kabupaten Muna Salah Satunya

Panen Raya sedang Terjadi di Indonesia, Kabupaten Muna Salah Satunya

Bisnis | Selasa, 07 April 2020 | 11:19 WIB

Terkini

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 17:21 WIB

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:20 WIB

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:17 WIB

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 17:13 WIB

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 17:10 WIB

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 17:09 WIB

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:00 WIB

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 16:47 WIB

×