Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Neraca Perdagangan Surplus di Tengah Pandemi Corona, Pengamat: Pertahankan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 17 April 2020 | 13:27 WIB
Neraca Perdagangan Surplus di Tengah Pandemi Corona, Pengamat: Pertahankan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto merilis data neraca perdagangan di Kantor BPS Pusat, Jakarta. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 surplus 743,4 juta dolar AS dengan nilai ekspor 14,09 miliar dolar AS dan impor 13,35 miliar dolar AS.

Tercatat pada Maret 2020, komposisi neraca perdagangan dari sektor non-migas masih mengalami surplus 1,7 miliar dolar AS, sedangkan dari sektor migas mengalami defisit 932 juta dolar AS.

Dengan demikian, neraca perdagangan selama Januari-Maret 2020 mengalami surplus 2,62 miliar dolar AS dengan nilai ekspor sebesar 41,79 miliar dolar AS dan impor 39,17 miliar dolar AS.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, bahwa kenaikan dari sisi volume ini, didominasi oleh produk olahan. Menurutnya, capaian neraca dagang pada periode ini merupakan sebuah prestasi.

“Beberapa periode sebelumnya kita melihat berita tentang neraca defisit perdagangan, dan ini sebuah momentum harus kita pertahankan,” kata Fithra, Jumat (17/4/2020).

Apalagi menurut Fithra, trend perdagangan yang cukup baik seperti ekspor besi baja, mesin peralatan mekanik dan kertas karton sebenarnya adalah produk–produk olahan yang nilai tambahnya tinggi.

“Kita tidak tergantung dari komoditas yang nilai tambahnya rendah dan saya rasa momentum ini yang harus dimanfaatkan,” katanya.

Fithra melihat, sepanjang Januari sampai Maret surplus neraca perdagangan dipicu oleh kinerja ekspor. Menurutnya, secara histori, ini jarang terjadi.

"Biasanya kalau neraca perdagangan terjadi surplus itu, maka kinerja import turun dalam dibanding ekspor," ucap Fithra.

Sepanjang tahun 2020 ini, menurut Fithra kinerja ekspor tumbuh cukup baik dan mencetak kurs neraca perdagangan terutama di bulan Februari dan Maret.

“Saya masih melihat kecenderungan surplus ini baik di bulan April atau Mei karena memang ada penurunan impor barang baku, industri kita saat ini melambat, maka permintaan akan bahan baku, juga melambat. Itu sebetulnya bukan berita bagus kalau kita lihat ini bisa menganggu ekspor,” tambahnya.

Pemerintah pasti sudah cukup antisipatif dengan melakukan relaksasi kebutuhan impor, terutama impor bahan baku kebutuhan industri yang memang dibutuhkan untuk melakukan proses produksi kemudian diimpor lagi.

“Kita lihat trendnya sepanjang Januari sampai Maret. Jadi yang kita lihat pada trend ekspor impor ini adalah kenaikan eksport non-migas pada Februari–Maret terjadi meskipun harga rata–rata ekspor non-migas itu turun, ini kenaikan dari sisi volume,” kata Fithra.

Menurutnya, pertama, pemerintah harus melakukan langkah antisipatif dengan relokasi impor bahan baku. Hal ini dikarenakan import bahan baku penting untuk mendukung keberlangsungan industri.

"Kalau industri produksinya tinggi, biasanya akan melakukan recovery lagi, maka kecenderungan ekspor ke depan terutama ekspor produk olahan akan meningkat," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Gelar Survei Online Terkait Pemahaman Orang soal Corona

BPS Gelar Survei Online Terkait Pemahaman Orang soal Corona

Bisnis | Rabu, 15 April 2020 | 14:49 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus 743 Juta Dolar AS di Tengah Pandemi Corona

Neraca Dagang Indonesia Surplus 743 Juta Dolar AS di Tengah Pandemi Corona

Bisnis | Rabu, 15 April 2020 | 13:42 WIB

Data BPS: Kunjungan Wisman Anjlok di Februari 2020

Data BPS: Kunjungan Wisman Anjlok di Februari 2020

Bisnis | Rabu, 01 April 2020 | 14:12 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB