Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Ekonomi Lebanon Makin Hancur Akibat Corona, Bank-bank Dibakar Massa

Iwan Supriyatna, Arief Apriadi

Rabu, 29 April 2020 | 11:38 WIB
Ekonomi Lebanon Makin Hancur Akibat Corona, Bank-bank Dibakar Massa
Kericuhan terjadi di kota Tripoli, Lebanon, Selasa (28/4/2020), akibat krisis ekonomi yang terjadi karena pandemi corona. [AFP]

Suara.com - Krisis ekonomi di Lebanon menimbulkan protes keras. Masyarakat turun ke jalan dan membuat kerusuhan dengan membakar bank-bank di tengah kota, Selasa (28/4/2020) malam.

Dilansir France24, Rabu (29/4/2020), inflasi dan gelombang pengangguran telah mengguncang Lebanon sejak Oktober tahun lalu. Pandemi virus Corona semakin memperparah keadaan.

Para pengunjuk rasa di utara kota Tripoli melancarkan aksinya dengan membakar bank. Kondisi itu memaksa para tentara menembakan peluru karet dan gas air mata.

Pada demonstrasi sehari sebelumnya atau Senin (27/4/2020), seorang pemuda dikabarkan tewas dalam kerusuhan tersebut, kendati tak diketahui tentara atau pihak lain yang harus bertanggung jawab.

Unjuk rasa tak hanya terjadi di kota Tripoli. Sidon dan Beirut juga dipenuhi dengan para demonstran yang berpawai melintasi kota-kota menggunakan topeng medis dengan meneriakan sistem keuangan negara.

Perdana Menteri Hassan Diab mendesak warga Lebanon untuk menahan diri dari kekerasan. Dia menyebut niat jahat orang-orang di balik layar hanya akan mengguncang stabilitas.

"Kami dihadapkan dengan realitas baru, kenyataan bahwa krisis sosial dan kehidupan telah memburuk secara cepat, terutama dengan naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat di pasar gelap," kata Diab dilansir dari French24, Rabu (29/4/2020).

Nilai tukar pound Lebanon terhadap dolar AS semakin merosot. Selama sepekan terakhir, nilai tukarnya merosot hampir 50 persen di mana kini 1 dolar AS setara 4.200 pound Lebanon.

Pengacara di kota Tripoli, Fahed Moukaddem, mengatakan bahwa pemerintahan yang dipimpin Hassan Diab yang didukung partai Hezbollah, sudah tak mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat.

baca juga

Hassan Diab dan kroninya diminta segera mengundurkan diri dan memberikan tampuk pimpinan kepada sosok yang lebih mampu membawa ekonomi Lebanon ke arah lebih baik.

"Orang-orang telah kehilangan daya beli mereka dan negara tidak memiliki rencana untuk melakukan apa pun," kata Fahed.

"Bank ditutup dan tidak memberikan uang kepada orang. Saya pikir pemerintah ini harus mengundurkan diri," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Corona: Krisis Ekonomi Terasa di Lebanon, Warga dan Aparat Bentrok

Dampak Corona: Krisis Ekonomi Terasa di Lebanon, Warga dan Aparat Bentrok

News | Selasa, 28 April 2020 | 17:12 WIB

Jarah Makanan di Tengah Pandemi, Seorang Pria Tewas Diterjang Timah Panas

Jarah Makanan di Tengah Pandemi, Seorang Pria Tewas Diterjang Timah Panas

News | Jum'at, 24 April 2020 | 16:36 WIB

Lebanon Legalkan Bertani Ganja untuk Kebutuhan Medis

Lebanon Legalkan Bertani Ganja untuk Kebutuhan Medis

News | Rabu, 22 April 2020 | 15:49 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB