Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Skenario Gelombang Pandemi Virus Covid-19 di Masa yang akan Datang

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:29 WIB
Skenario Gelombang Pandemi Virus Covid-19 di Masa yang akan Datang
Ilustrasi kesehatan. (Dok : Kredivo)

Suara.com - Wabah Covid-19 yang sudah melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 kemarin, masih belum bisa dipastikan kapan puncak wabah terjadi, apalagi kapan wabah ini berakhir. Walaupun PSBB atau pembatasan sosial berskala besar sudah dicanangkan oleh pemerintah, namun masih saja ada yang pergi ke kampung halaman, melakukan kegiatan yang tidak penting di luar rumah dan lain sebagainya.

Hal inilah yang membuat para peneliti membuat beberapa ahli memprediksi masa depan Covid-19 di Indonesia. Dilansir dari sebuah media nasional, Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia membuat model untuk menghitung waktu di mana pandemi ini mereda.

Model ini dibuat oleh Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan Hamonangan, dan Imanuel M Rustijono.

Data yang digunakan untuk simulasi adalah data kasus kumulatif dari 2-29 Maret 2020, dipublikasikan oleh situs kawalcovid19.id. Model yang digunakan merupakan beberapa kuantitas pada model SIRU, yakni Infected dan Unreported case.

Skenario 1

Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)
Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)

Skenario 1 diprediksi terjadi apabila per 1 April 2020, tidak ada kebijakan signifikan dan tegas dalam mengurangi interaksi masyarakat di luar rumah. Kegiatan berjalan seperti biasa tanpa ada langkah pencegahan.

Puncak pandemi Covid-19 pada skenario 1 diperkirakan pada 4 Juni 2020, dengan dengan 11.318 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai angka ratusan ribu. Pandemi diperkirakan mereda pada akhir Agustus – awal September 2020.

Skenario 2

Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)
Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)

Skenario 2 diprediksi terjadi apabila per 1 April 2020, kebijakan dari pemerintah sudah ada, tetapi pemerintah kurang tegas dan kurang strategis dalam mengurangi interaksi masyarakat di luar rumah.

“Sepertinya skenario ini yang paling mungkin terjadi jika kondisi saat ini dilanjutkan. Juga, masyarakat tidak disiplin mengimplementasikan physical distancing,” tutur Imanuel.

Puncak pandemi Covid-19 pada skenario 2 diperkirakan pada 2 Mei 2020, dengan dengan akumulasi kasus positif mencapai 60.000 kasus. Pandemi diperkirakan mereda pada Juni hingga awal Juli 2020.

Skenario 3

Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)
Skenario gelombang pandemi Virus Covid-19 di masa yang akan datang. (Sumber : Iluni Matematika UI)

Skenario 3 diprediksi terjadi apabila per 1 April 2020, diberlakukan kebijakan yang tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi masyarakat di luar rumah. Masyarakat juga disiplin dalam mengimplementasikan physical distancing bila melakukan kegiatan di luar rumah.

Puncak pandemi Covid-19 pada skenario 3 diperkirakan pada 16 April 2020, dengan dengan akumulasi kasus positif mencapai 17.000 kasus. Pandemi diperkirakan mereda pada awal Juni 2020.

Skenario Bisa Berubah Bila Anda Tidak Mawas Diri
Perlu dicatat, bahwa ini hanya sebatas skenario atau prediksi saja. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini selesai sebelum vaksin ditemukan.

Oleh karena itu, skenario di atas bisa mungkin lebih panjang lagi, bahkan ancaman gelombang ke 2 yang diperkirakan lebih ganas dari sebelumnya masih di depan mata.

Oleh karena itu, tetap ikuti aturan yang dianjurkan oleh WHO dan pemerintah dengan melakukan physical distancing, memakai masker dan menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin. Untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kesehatan, lebih baik Anda lakukan secara online agar tidak melakukan banyak kegiatan di luar rumah.

Di era digital seperti sekarang, kebutuhan pokok dan barang-barang bermanfaat untuk menjaga kesehatan bisa Anda dapatkan di e-commerce kesayangan. Seperti sayur-sayuran, daging, vitamin, alat-alat olahraga hingga hand sanitizer.

Belanja alat-alat kebutuhan pokok dan kesehatan di e-commerce juga bisa memakai berbagai macam metode pembayaran, salah satunya dengan menggunakan pinjaman uang online seperti Kredivo. Gunakan layanan pay later dengan bunga 0 persen ataupun cicilan tanpa kartu dengan bunga 2,95 persen per bulan dan tenor 3/6/12 bulan untuk menjaga cash flow Anda selama pandemi berlangsung.

Ingat, kesadaran untuk menjaga kesehatan dan mengetahui benar-benar bahaya virus ini adalah kunci untuk mengurangi laju penyebaran. Bila Anda tetap egois dan tidak mengindahkan peraturan, Anda bisa menghabiskan tahun 2020 dengan bayang-bayang Virus Covid-19 setiap harinya.

Stay safe, semua! Selalu jaga kesehatan agar tidak terkena berbagai macam penyakit, ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Ucapan Donald Trump, Sikap FDA pada Hidroksiklorokuin Melunak

Akibat Ucapan Donald Trump, Sikap FDA pada Hidroksiklorokuin Melunak

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:01 WIB

Terpopuler: Gelombang Kedua Covid-19 di China, Tips Masak Hidangan Lebaran

Terpopuler: Gelombang Kedua Covid-19 di China, Tips Masak Hidangan Lebaran

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:27 WIB

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:00 WIB

Innalillahi, Dalam 12 Hari Kematian Covid-19 di Brasil Tembus 20.000

Innalillahi, Dalam 12 Hari Kematian Covid-19 di Brasil Tembus 20.000

Video | Sabtu, 23 Mei 2020 | 06:14 WIB

PBB: Pandemi Covid-19 Membuat Masyarakat Sulit Mengonsumsi Makanan Bergizi

PBB: Pandemi Covid-19 Membuat Masyarakat Sulit Mengonsumsi Makanan Bergizi

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 05:21 WIB

5 Hal yang Wajib Dipakai Jika Terpaksa Naik Transportasi Umum saat Pandemi

5 Hal yang Wajib Dipakai Jika Terpaksa Naik Transportasi Umum saat Pandemi

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB