Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Pemerintah Diminta Dongkrak Daya Beli dari Sektor UMKM dan IKM

Iwan Supriyatna

Sabtu, 23 Mei 2020 | 22:13 WIB
Pemerintah Diminta Dongkrak Daya Beli dari Sektor UMKM dan IKM
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Inas Nasrullah Zubir. (Antara).

Suara.com - Coronavirus atau Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO), dimana berdasarkan data dari Worldometers, jumlah kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi sebanyak 5.079.888 dan dari angka itu, sebanyak 329.179 orang meninggal dunia, sementara pasien sembuh sebanyak 2.019.721 orang.

"Kita dibuat tersentak dan terhenyak oleh COVID 19 secara tiba-tiba saja menghambat secara besar-besaran pergerakan manusia menjadi berkurang, yang imbasnya adalah pertumbuhan ekonomi dunia pun melambat secara drastis," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, Inas Nasrullah Zubir dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2020).

Kondisi ini menurut Inas membuat industri manufaktur yang tengah bergairah melaju kencang dibelahan dunia manapun terutama di China, tiba-tiba shutdown, begitupula dengan industri di Indonesia.

Akan tetapi, berdasarkan citra satelit Badan Antariksa Amerika Serikat kondisi ini justru membuat polusi di hampir seluruh belahan bumi turun dengan sangat drastis, dimana terjadi pengurangan besar-besaran kadar Nitrogen Dioksida, zat polutan dan gas berbahaya yang berasal dari kendaraan bermotor dan fasilitas industri.

"Freezing industri-industri dimasa pandemi Covid 19, ternyata mempengaruhi perekonomian di seantero jagad, dimana pertumbuhan ekonomi dunia terus merosot tajam, dan diantaranya adalah Uni Eropa yang terkontraksi under zero, yakni minus 3,8 persen kemudian Amerika Serikat minus 4,8 persen, sedangkan Indonesia masih diatal nol, yakni 2,97 persen," kata Inas.

Angka prosentase pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut kata Inas harus diwaspadai, karena akan semakin curam kebawah menjadi under zero, sebab penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengandalkan konsumsi rumah tangga, dan apabila rumah tangga juga stuck karena tidak ada dana untuk dibelanjakan, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dipastikan under zero.

"Ilmu ekonomi mengabsorb teori fisika tentang radiative equilibrium, di mana energi yang dipancarkan seimbang dengan energi yang diserap, atau apabila diaplikasikan kedalam pertumbuham ekonomi kita, maka pemerintah harus meningkatkan daya beli masyarakat, untuk mengimbangi konsumsi rumah tangga agar pertumbuhan ekonomi tidak merosot tajam," tutur Inas.

Oleh karena itu Pemerintah tidak boleh gamang dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, bukan hanya kesehatan yang menjadi prioritas tapi juga stabilitas ekonomi juga perlu dijaga, dimana pada masa pandemi ini Pemerintah harus terus menerus mendorong bergeliat-nya 56 juta UMKM dan 4 juta IKM yang ada di Indonesia.

"Selain itu untuk mendongkrak daya beli masyarakat dalam jangka pendek, maka Pemerintah tidak perlu terlalu ketat mengejar pajak dari masyarakat, bahkan seharusnya mendorong dana yang banyak tersimpan di bank-bank pemda agar berputar, serta program dana desa yang perlu diarahkan untuk menggerakan UMKM dan IKM," pungkas Inas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

BUMN Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:55 WIB

Erick Thohir Minta BUMN Kasih UMKM Garap Proyek Sampai Senilai Rp 14 M

Erick Thohir Minta BUMN Kasih UMKM Garap Proyek Sampai Senilai Rp 14 M

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:33 WIB

Relaksasi Kredit Jadi Peluang UMKM Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Relaksasi Kredit Jadi Peluang UMKM Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2020 | 15:42 WIB

Terkini

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB